Rabu, 3 Juni 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Kesaksian Warga Bucha Korban daru Pasukan Rusia,Rumah Didobrak dan Anggota Keluarga Dibunuh

Kamis, 7 April 2022 22:14 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang warga Bucha bernama Volodymyr Abramov (72) menceritakan kepada BBC, bagaimana kronologi pasukan Rusia membunuh keluarganya, tepatnya sang menantu bernama Oleg Abramov (40), Selasa (5/4/2022).

Kronologi itu bermula saat Volodymyr sedang berada di rumah bersama putrinya, Iryna Abramov (48), dan suaminya Oleg.

Tiba-tiba, pasukan Rusia datang dan mendobrak pintu gerbang depan rumah mereka.

Pasukan Rusia kemudian melepaskan tembakan lalu menyeret ketiganya ke halaman rumah.

Setelah itu, pasukan Rusia membawa Oleg keluar melewati gerbang menuju ke trotoar jalan.

Baca: Klarifikasi Rusia atas Pembantaian di Bucha, Balik Tuduh Ukraina Dalang di Balik Insiden

Baca: Setelah Ukraina, Finlandia Terancam Jadi Target Perang Rusia karena Gabung NATO: Tragedi Mengerikan!

Volodymyr bercerita, setelah pasukan Rusia membawa Oleg, mereka kemudian melemparkan granat ke dalam rumahnya melalui pintu depan.

Sontak, rumah Volodymyr meledak dengan suara dentuman yang cukup memekakkan telinga hingga membakar rumahnya.

Volodymyr berusaha mati-matian untuk memadamkan api di rumahnya yang berada di pinggiran kota Kyiv, Bucha.

Ia mengambil alat pemadan api kecil dan mencoba untuk memadamkan api meskipun ia merasa akan sia-sia.

"Di mana Oleg? Oleg akan membantu!" teriak Volodymyr pada putrinya.

Namun, jawaban justru datang dari salah seorang pasukan Rusia yang mengaku tentara Chechnya.

"Oleg tidak akan membantumu lagi," kata tentara itu.

Baca: Militer Ukraina Rilis Drone dan Tuding Pasukan Rusia Gali Parit di Zona Terlarang Chernobyl

Kemudian, Volodymyr dan putrinya menemukan Oleg di trotar di luar gerbang rumah.

"Itu jelas dari cara dia berbohong bahwa dia telah dipaksa untuk berlutut dan ditembak di kepala dari jarak dekat," kata Iryna.

Iryna menyebut, tentara Rusia yang membunuh Oleg tidak menanyakan apa pun kepada suaminya.

"Mereka tidak bertanya atau mengatakan apa-apa, mereka hanya membunuhnya," kata Iryna.

"Mereka hanya menyuruhnya melepas bajunya, berlutut, dan mereka menembaknya," tambahnya.

Baca: Warga Karawang Bawa 8 Kuintal Koin Rp 500 Beli Mobil Pajero untuk Istrinya

Saat itu, Iryna mengaku langsung berlari keluar dan menemukan suaminya tergeletak di dekat trotoar.

Sementara, empat pasukan Rusia yang menyeretnya keluar terlihat berdiri sambil meminum air.

Iryna pun sempat berteriak kepada mereka untuk menembaknya saja.

Kemudian, salah satu tentara mengangkat senjatanya, lalu menurunkan dan mengangkat senjata berulang kali, sampai Volodymyr menyeretnya kembali ke dalam gerbang.

Baca: Kronologi Pasukan Rusia Membunuh Satu Keluarganya di Bucha: Rumahnya Didobrak dan Diledakkan

"Para prajurit itu memberi tahu kami bahwa kami punya waktu tiga menit untuk pergi dan mereka memaksa kami berlari dengan sandal kami," kata Volodymyr.

"Bucha seperti kiamat, mayat di mana-mana, jalanan penuh asap," sambungnya.

Saat itu, Volodymyr dan Iryna tidak punya pilihan selain meninggalkan tubuh Oleg tergeletak di jalan dan terbaring di sana selama hampir sebulan.

Sementara mereka berlindung di rumah kerabat terdekat.

Ketika sudah aman untuk kembali, Volodymyr sempat mencoba mengubur menantunya di sebidang tanah kasar di tepi trotoar, dan lubang yang setengah digali masih terlihat di sana pada hari Selasa.

Baca: Viral Video, Pernah Jadi Finalis Miss Indonesia 2018, Ibu Muda di Sulsel Ini Banjir Pujian di TikTok

Tetapi karena kelelahan dan takut pada tentara Rusia, Volodymyr akhirnya membawa Oleg kembali ke halaman dan membaringkannya di sana.

"Kemudian, tentara Ukraina memasukkan mayat itu ke dalam sebuah van, kata Volodymyr, dan membawanya pergi."

"Saya tidak tahu bagaimana kita akan menemukannya sekarang," katanya.

Iryna langsung menangis pada hari Selasa, saat menunjukkan tempat dimana suaminya dibunuh.

Bahkan, bercak darah gelap masih terlihat di jalan.

Fakta Dugaan Pembantaian di Bucha

Berikut sejumlah fakta dugaan pembantaian warga sipil di Bucha, Ukraina oleh pasukan Rusia.

Bucha sendiri merupakan kota kecil yang memiliki sekitar 35.000 penduduk di dekat pinggiran Ibu Kota, Kyiv.

Setelah pasukan Rusia menarik diri dari Kyiv, ditemukan ratusan mayat warga sipil di Kota Bucha.

Baca: Staf HRD Perampok BJB Fatmawati Miliki Gaji Rp 60 Juta Sebulan, Nekat Lakukan Aksi Gara-gara Hal Ini

Mayat-mayat tersebut ditemukan tergeletak di jalanan Kota Bucha.

Beberapa bukti menunjukkan mereka dibunuh dari jarak dekat.

Namun, Rusia membantah tuduhan tersebut dan menyebut mereka tidak menargetkan warga sipil dalam invasinya ke Ukraina sejak 24 Februari lalu.

Berikut Tribunnews.com rangkum sejumlah fakta soal dugaan pembantaian di Kota Bucha yang dikutip dari Global News:

300 Mayat Ditemukan di Jalanan Kota Bucha

Wakil Wali Kota Bucha, Taras Sapravskyi mengatakan, ada sekitar 300 mayat yang ditemukan di jalanan Kota Bucha.

Menurutnya, 50 dari 300 mayat tersebut merupakan korban pembunuhan ekstra-yudisial yang dilakukan oleh pasukan Rusia.

Namun, Kremlin telah membantah tuduhan itu. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kesaksian Warga Bucha yang Didatangi Pasukan Rusia: Rumah Didobrak, Anggota Keluarga Dibunuh

# Dugaan Pembantaian di Bucha # Bucha # Kota Bucha # Pasukan Militer Rusia

Editor: Ramadhan Aji Prakoso
Video Production: Arie Setyaga Handika
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved