Selasa, 14 April 2026

Mancanegara

Menteri Luar Negeri Ukraina Minta Seluruh Negara Mengkriminalisasi Pengguna Simbol 'Z'

Rabu, 30 Maret 2022 11:30 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Ukraina meminta seluruh negara di dunia untuk mengkriminalisasi penggunaan simbol Z seperti yang tertulis dalam sarana serangan pasukan Rusia ke Ukraina.

Itu merupakan cara baru untuk menentang invasi Rusia yang sedang berlangsung, tulis Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba melalui Twitter-nya, @DmytroKuleba, Selasa (29/3/2022).

Kuleba menegaskan simbol Z melambangkan kejahatan perang Rusia, termasuk pemboman kota-kota Ukraina dan pembunuhan ribuan warga sipil yang tak berdosa.

Oleh karena itu, sebagai simbol untuk secara terbuka mengutuk "barbarisme" Rusia dan menunjukkan solidaritas dengan Ukraina, dunia harus melarang penggunaan simbol Z.

"Saya menyerukan semua negara untuk mengkriminalisasi penggunaan simbol 'Z' sebagai cara untuk secara terbuka mendukung perang agresi Rusia melawan Ukraina," tulis Kuleba.

Baca: Militer Rusia Lancarkan Serangan di Wilayah Lugansk, 20 Blok Apartemen Hancur, Warga Sipil Sekarat

"'Z' berarti kejahatan perang Rusia, kota-kota yang dibom, ribuan orang Ukraina yang terbunuh. Dukungan publik terhadap barbarisme ini harus dilarang," tambahnya.

Sebelum Kuleba menyerukan hal itu, dua negara bagian Jerman telah melarang penggunaan simbol Z di wilayah itu.

Menteri Dalam Negeri Negara Bagian Lower Saxony, Boris Pistorius, mengatakan pihak berwenang akan menuntut siapa pun yang menggunaan simbol Z.

Menurut Pistorius, siapa pun yang menggunakan simbol itu berarti secara terbuka menyatakan persetujuan mereka terhadap invasi Rusia ke Ukraina.

"Siapa pun yang secara terbuka menyatakan persetujuan mereka untuk perang agresi Presiden Rusia Putin harus mendapatkan tuntutan pidana," kata Pistorius seperti dikutip CNN.

Jumat (25/3/2022) lalu, polisi di negara bagian itu mulai memeriksa apakah simbol Z ada kaitannya dengan perang di Ukraina.

"Simbol mewakili tindakan tentara Rusia melawan hukum internasional," kata Pistorius.

Negara bagian Bavaria juga memperingatkan para simpatisan yang secara terbuka menggunakan simbol Z akan terancam dituntut, kata Menteri Kehakiman Bavaria Georg Eisenreich dalam rilis berita.

Baca: Penampakan Kota Mariupol Ukraina Sebelum dan Setelah Invasi Rusia, Kini Rata dengan Tanah

Sebagai informasi, pada akhir Februari, beberapa hari sebelum pasukan Rusia melancarkan invasi habis-habisan ke Ukraina, video dan foto mulai beredar di media sosial yang menunjukkan tank, truk komunikasi, dan peluncur roket bertuliskan huruf Z meluncur ke arah perbatasan.

Detektif digital berspekulasi tentang apa yang dimaksud oleh Z, yang ditulis dalam alfabet Romawi daripada Cyrillic, tentang langkah Moskow selanjutnya.

Pakar militer menafsirkan Z sebagai "Za pobedy", bahasa Rusia yang berarti "untuk kemenangan," atau sebagai "Zapad", untuk "Barat."

Sementara beberapa pakar menafsirkan Z mungkin berarti "target nomor satu" yang dibuat sendiri oleh Kremlin, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Aric Toler, seorang peneliti di Bellingcat, sebuah operasi investigasi open source yang telah memantau operasi militer Rusia sejak Moskow mengobarkan perang di Ukraina timur delapan tahun lalu, mengatakan pada 20 Februari bahwa kelompok itu tidak tahu apa arti simbol Z dan belum pernah melihatnya digunakan sebelumnya.

"Jadi, anggap yang terburuk, saya kira/takut," tulisnya di Twitter .

Pakar kebijakan pertahanan Rusia Rob Lee, yang telah melacak kendaraan Z sejak pasukan mulai berkumpul di depan pintu Ukraina, mengatakan simbol itu mungkin merujuk pada kontingen militer yang ditugaskan untuk pertempuran di negara itu.

Baca: Negosiasi Rusia Ukraina yang Dipimpin Endorgan di Turki Berlangsung Tiga Jam, Pertempuran Diredakan

"Tampaknya pasukan Rusia di dekat perbatasan melukis penanda, dalam hal ini Z, pada kendaraan untuk mengidentifikasi gugus tugas atau eselon yang berbeda," tulis Lee di Twitter-nya pada 19 Februari.

Namun pada hari-hari sejak Moskow memerintahkan serangan berdarah ke Ukraina, apa yang dimulai sebagai simbol militer misterius telah menjadi tanda dukungan rakyat untuk perang di Rusia.

Para analis menggambarkan hal itu sebagai terbentangnya gerakan nasionalis baru yang mengerikan.

Orang-orang Rusia telah menuliskan Z di mobil mereka, mengenakan hoodies hitam yang dihiasi dengan simbol, dan membuat bros Z darurat di kerahnya.

Hal ini sebuah tanda ada beberapa dukungan populer untuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan upayanya untuk memperluas lingkup Moskow. (Tribunnews.com/Ca)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ukraina Minta Dunia Kriminalisasi Penggunaan Simbol Z seperti yang Digunakan Rusia dalam Perang

# Ukraina # Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba # Simbol Z # Dmytro Kuleba # Rusia

Editor: Unzila AlifitriNabila
Video Production: Khoerunnisak
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved