Kamis, 23 April 2026

mancanegara

Negosiasi Rusia Ukraina yang Dipimpin Endorgan di Turki Berlangsung Tiga Jam, Pertempuran Diredakan

Rabu, 30 Maret 2022 10:49 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Negosiasi damai antara delegasi Rusia dan Ukraina di Turki dilaporkan tanpa jabat tangan satu sama lain.

Diketahui, dialog telah berlangsung dan selesai pada Selasa (29/3) kemarin di mana Presiden Erdogan menjadi mediator.

Dilaporkan, dialog damai tersebut mencapai kesepakatan positif di mana sejumlah pertempuran akan diredakan.

Pembicaraan berlangsung di kantor kepresidenan Dolmabahce Turki tersebut berlangsung tiga jam lamanya.

Setelaha perundingan, Rusia dikabarkan mengurangi aktivitas militernya di dekat Kiev dan Chernigov.

Keputusan strategis ini diumumkan Wakil Menteri Pertahanan Alexander Fomin di Moskow, Selasa (29/3/2022).

Dikutip dari Tribunnews.com, Fomin sebelumnya menerima briefing perkembangan terbaru dari delegasi Rusia yang dikirim bernegosiasi di Istanbul, Turki.

“Keputusan telah dibuat untuk secara drastis, dalam beberapa kali, mengurangi aktivitas militer ke arah Kiev dan Chernigov,” kata Fomin dikutip Russia Today.

“Kami berharap keputusan penting yang relevan akan diambil di Kiev dan kondisi untuk pekerjaan normal lebih lanjut akan tercipta,” lanjutnya.

Baca: Rusia Balas Dendam, Tangkap Nasionalis Ukraina yang Siksa & Permalukan Tentara Rusia yang Disandera

Baca: Rusia Kembali Luncurkan Serangan, Gedung Pemerintah Mykolav Ukraina Diserang hingga Memakan Korban

Dia menjelaskan keputusan ini diambil karena fakta negosiasi persiapan kesepakatan netralitas dan status non-nuklir Ukraina.

Selain itu juga tentang penyediaan jaminan keamanan ke Ukraina memasuki fase praktis.

Pengurangan aktivitas pasukan Rusia dekat Kiev dimaksudkan untuk meningkatkan rasa saling percaya dan menciptakan kondisi yang diperlukan untuk negosiasi lebih lanjut.

Rincian lebih lanjut, Fomin menyebut akan diumumkan Staf Umum Rusia sekembalinya delegasi Rusia dari Istanbul.

Dengan ini, Fomin sekaligus mengingatkan Ukraina untuk sepenuhnya mematuhi Konvensi Jenewa.

Termasuk yang berkaitan perlakuan manusiawi terhadap tawanan perang Rusia.

Diketahui, Presiden Rusia, Vladimir Putin melakukan invasi ke Ukraina dengan tujuan demiliterisasi dan de-Nazifikasi Ukraina.

Operasi tersebut didorong permintaan Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk (DPR dan LPR) untuk mempertahankan mereka dari serangan pasukan Kiev.

Putin juga ingin membebaskan rakyat Donbass dari kejahatan genosida.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Hasil Nego Rusia-Ukraina di Istanbul Positif, Pertempuran di Sekitar Kiev Bakal Mereda

#negosiasi #Rusia #Ukraina #Presiden Erdogan

Editor: Restu Riyawan
Video Production: Tia Kristiena
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #negosiasi   #Rusia   #Ukraina   #Presiden Erdogan

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved