TRIBUNNEWS UPDATE
Pangkalan Udara Ukraina Akui Tak Perlu Ada Tentara AS Bantu Perang: Beri Saja Kami Jet Tempur, Cukup
TRIBUN-VIDEO.COM - Pangkalan Udara Ukraina terang-terangan mengatakan tak membutuhkan bantuan tentara Amerika Serikat untuk membantunya melawan gempuran Rusia.
Juru bicara angkatan udara Ukraina menyebut bahwa sedianya yang dibutuhkan Ukraina hanya persenjataan saja.
Karena menurutnya, tentara Ukraina sudah terlatih dan mampu menyerang Rusia apabila mempunyai persenjataan yang cukup.
Baca: Pangkalan Udara Ukraina Akui Tak Perlu Ada Tentara AS Bantu Perang Beri Saja Kami Jet Tempur, Cukup
Dikutip dari The Sun, Juru Bicara Angkatan Udara Ukraina, Kolonel Yuri Ignat menjelaskan bahwa pilot di Ukraina sudah terlatih selama bertahun-tahun.
Pasalnya diakui Kolonel Ignat, Ukraina sudah beberapa kali melakukan latihan dengan pilot AS.
"Kami mengerti bahwa mungkin ada skenario seperti itu"," katanya.
Melalui Kolonel Ignat, Ukraina menyebut bahwa saat ini pihaknya membutuhkan jet tempur seperti F-15 dan F-16 milik Amerika untuk melengkapi pesawat MiG-29 dan Sukhoi era Soviet yang sudah tua.
Tambahan jet tempur ini diakui oleh Ukraina bisa membantu untuk menyerang dan mengungguli teknologi yang dimiliki oleh pangkalan udara Rusia.
“Kita bertarung dengan peralatan tahun 70-an dan 80-an, mereka bertarung dengan peralatan tahun 2010 dan nanti,” kata Ignat.
Kolonel Ignat sendiri berterimakasih karena ada negara Polandia yang siap memberikan bantuan jet tempur MiG-29 buatan Rusia ke pangkalan Amerika Serikat di Jerman.
Baca: Presiden Volodymyr Zelenskyy: Italia Setuju Jadi Penjamin Keamanan Ukraina dalam Sistem Baru
Namun menurutnya, bantuan tersebut belumlah cukup.
"Kami akan berterima kasih atas peralatan buatan Soviet yang ditawarkan kepada kami oleh negara-negara Eropa Tengah yang masih memilikinya. Tapi itu tidak akan cukup," katanya.
Ignat kemudian menegaskan bahwa Ukraina hanya perlu senjata.
Ia pun menyebutkan bahwa tak perlu ada pasukan yang diterjunkan ke wilayah Ukraina.
Pasalnya, Ukraina menegaskan sedianya pihaknya membutuhkan tambahan kekuatan untuk wilayah udara.
"Berikan Ukraina senjata, Anda tidak perlu berjuang untuk kami. Kami tidak meminta untuk menutup langit lagi. Beri kami senjata, kami akan membela diri," Ignat.
Kolonel Ignat memaparkan bahwa tentara Ukraina cukup fleksibel dengan taktik.
Sehingga adanya jet tempur akan sangat membantu Ukraina melakukan manuver.
Baca: Ukraina Sebut Punya Bukti Kuat Rusia Pakai Bom Tandan, Masuk Kategori Senjata Terlarang saat Perang
"Jet ini sangat mampu. Ini sangat bermanuver. Dan semua orang hanya suka menyukainya. Tapi sayangnya, sekarang tidak – sama sekali tidak – efektif melawan jet Rusia, jet tempur Rusia,” katanya.
Kolonel Ignat menjelaskan bahwa Ukraina tak akan bisa melakukan taktik apapun apabila tak ada peralatan yang bisa digunakan untuk menyerang.
“Masalah utama bagi kami bukanlah taktik. Peralatannya saja nihil… masalahnya adalah teknologi,” tambahnya.
Sejauh ini, serangan rudal Rusia terus menghantam beberapa wilayah di Ukraina.
Pemboman juga telah menyasar pangkalan militer serta daerah pemukiman.
Baca: Ukraina Sebut Punya Bukti Kuat Rusia Pakai Bom Tandan, Masuk Kategori Senjata Terlarang saat Perang
Termasuk sekolah, rumah sakit, kota-kota di Ukraina hingga pelabuhan di Mariupol. (Tribun-Video.com)
Baca juga berita terkait di sini
# TRIBUNNEWS UPDATE # Ukraina # perang # Rusia # pesawat tempur
Reporter: Nila
Video Production: Dyah Ayu Ambarwati
Sumber: Tribun Video
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman Konflik AS-Iran: Jet Jadul Iran Buat AS Kelimpungan, Rugi Miliaran Markas Militer Hancur
3 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Zelensky Tiba-tiba Ancam Israel dengan Sanksi, Tuduh Tel Aviv Beli Gandum Ukraina Hasil Curian Rusia
4 jam lalu
Tribunnews Update
Selat Hormuz Memanas, Iran Siap Buka Senjata Rahasia yang Mengejutkan, Bisa Bakar Kapal Perang AS
4 jam lalu
Tribunnews Update
IRGC Disebut Kuasai Iran di Tengah Perang, Wewenang Pemimpin Tertinggi Dinilai Melemah
6 jam lalu
Berita Terkini
Vladimir Putin Kutuk Penembakan di Acara Makan Malam Trump, Sebut sebagai Bentuk Kekerasan
6 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.