Terkini Nasional
KSAL Sebut Kapal Perang Eks TNI AL yang Sudah Disetujui DPR untuk Dijual akan Dilelang
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan
TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan kapal perang Indonesia (KRI) eks TNI AL yang sudah disetujui penjualannya oleh DPR RI akan dilelang.
Diketahui kapal tersebut yakni eks KRI Teluk Mandar 514 dan KRI Teluk Penyu 513.
Ia menjelaskan penjualan kapal TNI AL yang sudah tidak layak pakai tersebut sudah melalui prosedur dengan persetujuan sejumlah lembaga negara mulai dari Mabes TNI, Kementerian Pertahanan, Kementerian Keuangan, Presiden, hingga DPR.
Hal tersebut disampaikannya sebelum membuka Rapat Pimpinan Saka Bahari Nasional di Mabesal Cilangkap Jakarta pada Rabu (23/3/2022).
"Tentunya kemarin sudah banyak disetujui dan kita tinggal melelang saja karena sudah melalui persetujuan," kata Yudo.
Yudo mengatakan harga lelang dua kapal tersebut akan ditentukan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).
Baca: Biodata Laksamana TNI Yudo Margono yang Akan Beli Rudal Naval Strike Missile & Fast Missile Boat
Namun demikian, kata dia, pihak AL akan membantu dalam proses pelelangannya.
"Sehingga nanti, pelelangan itu harganya oleh KPNKNL, bukan dari Angkatan Laut. Dari Angkatan Laut hanya membantu saja dalam proses pelelangannya. Dan itu sudah sesuai prosedur semua," kata Yudo.
Yudo juga mengatakan mengatakan akan ada Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPR terkait persetujuan penjualan satu Kapal Perang Indonesia (KRI) eks TNI AL.
Diketahui kapal tersebut yakni KRI Teluk Sampit 515.
Kapal tersebut diketahui produksi tahun 1981.
"Besok juga ada RDP tentang persetujuan satu KRI lagi, KRI Teluk Penyu (sudah disetujui DPR untuk dijual) atau Sampit gitu kemarin. Besok akan ada. Tentunya semua melalui prosedur," kata Yudo.
Sebelumnya Komisi I DPR menyetujui pemerintah menjual dua eks Kapal Republik Indonesia (KRI), yaitu eks KRI Teluk Mandar 514 dan KRI Teluk Penyu 513.
Persetujuan itu diputuskan dalam rapat kerja komisi I DPR bersama Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, Kamis (27/1/2022).
Dalam rapat itu, mayoritas fraksi menyepakati penjualan dua kapal eks KRI tersebut.
Namun, Fraksi Partai Demokrat memberikan catatan agar segera ada pengganti setelah dijualnya dua kapal.
Baca: Momen Laksamana TNI Yudo Margono Ikut Joget Bareng Prajurit, Tutup Pendidikan Bintara dan Tamtama
Setelah mendengarkan pendapat fraksi-fraksi, Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid membacakan kesimpulan rapat yang menyetujui penjualan tersebut.
"Setelah mendengarkan penjelasan Menhan, Menkeu, KSAL, komisi I DPR RI memutuskan menyetujui usulan penjualan kapal eks KRI Teluk Mandar 514 dan KRI Teluk Penyu 513 pada Kementrian Pertahanan sesuai dengan Surpres nomor R sekian sekian, perihal permohonan persetujuan penjualan barang milik negara berupa kapal eks KRI Teluk Mandar 514 dan KRI 513 pada Kementerian Pertahanan dan dijalankan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Meutya.
Menanggapi keputusan itu, Prabowo menyambut baik persetujuan Komisi I DPR.
Prabowo merasa senang mendapatkan dukungan politik dari DPR terkait penjualan kapal.
"Kami merasa benar-benar (mendapat) dukungan politik yang sangat luar biasa. Kemudian kami juga harus melaporkan bahwa Menkeu dan Kemenkeu juga telah membantu dan telah mendukung rencana ini. Jadi memang kita harus akui bahwa Menkeu kita sangat prudent, sangat hati-hati," kata Prabowo. (*)
# Laksamana TNI Yudo Margono # kapal perang Indonesia # KRI Teluk Sampit-515
Reporter: Gita Irawan
Sumber: Tribunnews.com
LIVE UPDATE
Murid TK, SD & SMP di Fakfak Ikut Operasi Trisila 2024, Saksikan 4 Kapal Perang RI di Pelabuhan Laut
Jumat, 24 Mei 2024
TRIBUNNEWS UPDATE
Prajurit Khusus Disiapkan seusai Anggota TNI Diserang KTSP di Nduga, Siap Tumpas KKB Papua?
Senin, 17 April 2023
Hot Topic
Tindakan Tegas Panglima Pasca-prajurit TNI Diserang KST, Langsung Bertolak ke Nduga: Tak Usah Ragu!
Senin, 17 April 2023
Terkini Nasional
Panglima TNI Akui Diminta Sabar dan Tak Gunakan Operasi Militer dalam Membebaskan Pilot Susi Air
Rabu, 5 April 2023
LIVE UPDATE
Panglima TNI Marsekal Laksamana Yudo Margono Jadi Inspektur Gaktib 2023, Begini Pesannya ke Aparat
Kamis, 9 Maret 2023
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.