Rabu, 15 April 2026

Virus Corona

Pendapat Ahli Mengenai Deltacron, Belum Terlalu Mengkhawatirkan, Tapi Jangan Dianggap Sepele

Selasa, 15 Maret 2022 17:51 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Badan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO beberapa waktu yang lalu mengkonfirmasi terkait keberadaan varian re-kombinan yaitu Deltacron.

Terkait hal ini, Pakar Epidemiologi Griffith University, Dicky Budiman pun memberikan tanggapannya.

Re-kombinan varian ini ternyata ada dan betul terjadi. Tapi untuk nama, Deltacron belum dinyatakan resmi Deltacron.

Di sisi lain dari sifatnya, tidak ada data yang mengkhawatirkan.

Baca: Waspadai Varian Baru Covid-19 Gabungan dari Delta dan Omicron, WHO Singgung Fenomena Deltacron

"Karena jumlahnya yang kecil. Dan potensi perburukan rekombinan itu, sejauh ini belumlah seperti dikhawatirkan banyak pihak," ungkapnya pada Tribunnews, Selasa (15/3/2022).

Namun ia pun menyampaikan pesan pentingnya bahwa ketika melakukan pelonggaran, terburu-buru dan tidak terukur, bisa memunculkan varian re-kombinan. Dan ini berbahaya.

"Karena berisiko melahirkan sub varian dan varian lain lebih efektif memperburuk keadaan. Misalnya lebih cepat menginfeksi, meningkatkan keparahan dan menurunkan efikasi vaksin," kata Dicky menambahkan.

Baca: Infeksi COVID-19 Gabungan Varian Delta dan Omicron Ditemukan, Dinamai Deltacron oleh Ilmuwan

Selain itu menurut Dicky ada varian lain yang perlu diwaspadai selain Omicron yaitu sub varian BA.2.

Selain itu Dicky menyarankan masyarakat untuk tidak menurunkan kewaspadaan pada varian of concern. Misalnya varian Delta yang masih ada. Apa lagi varian Omicron.

"Kalau tidak akan menempatkan diri sendiri dan masyarakat dalam situasi rawan, virus ini bisa cepet menular dan melahirkan varian lebih merugikan kita," pungkasnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ahli Sebut Deltacron Belum Terlalu Mengkhawatirkan, Tapi Jangan Dianggap Sepele

# Deltacron # WHO # epidemiologi

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Okwida Kris Imawan Indra Cahaya
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Deltacron   #WHO   #epidemiologi

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved