TRIBUNNEWS UPDATE
Hacker Sukarelawan Ukraina Serang Infrastruktur Vital Rusia, Kereta Api & Jaringan Listrik Terganggu
TRIBUN-VIDEO.COM - Invasi Rusia ke Ukraina sudah memasuki tujuh hari sejak Kamis (24/2/) hingga Rabu (2/3/) ini.
Diketahui, korban sipil dan tentara terus berjatuhan akibat Rusia kembali membombardir kembali ibu kota Ukraina, Kiev.
Sebagai upaya menyerang balik Rusia atas invasinya, Ukraina memberi perlawanan melalui kelompok peretas.
Baca: Ukraina Serukan Pembentukan Legiun Internasional, 50 Eks Pasukan Bela Diri Jepang Jadi Sukarelawan
Dikutip dari Tribunnews.com, kelompok peretas itu akan meluncurkan serangan sabotase digital terhadap infrastruktur penting di Rusia seperti Kereta api dan jaringan listrik.
Pakar keamanan siber lokal, Yegor Aushev diminta oleh pejabat dari kementerian pertahanan Ukraina membantu mengatur unit peretas yang bertahan melawan Rusia.
Aushev mengatakan, pihaknya sedang mengatur serangan peretasan yang dapat mengganggu layanan infrastruktur apapun pada Senin (28/2/2022) lalu.
"Segala sesuatu yang mungkin menghentikan perang. Tujuannya adalah untuk membuat tidak mungkin membawa senjata-senjata ini ke negara kita." ujar Aushev.
Kelompok peretas diketahui sudah merusak lusinan situs web pemerintah dan perbankan Rusia.
Baca: Sejumlah Perusahan Logistik Terbesar di Dunia Hentikan Pelayanan ke Rusia Imbas Invasi Ukraina
Kelompok tersebut berkembang menjadi lebih dari 1.000 orang, yang terdiri dari sukarelawan Ukraina dan asing.
Kelompok Aushev mengaku berkoordinasi dengan organisasi hacktivist asing yang melakukan serangan pada sistem kereta api.
Tim peretas bernama Belarusia Cyber Partisans secara sukarela menyerang sistem kereta api di Belarusia yang digunakan untuk mengangkut tentara Rusia.
Tim Partisan Cyber menonaktifkan sistem lalu lintas kereta api dan menurunkan situs pemesanan tiket.
Diketahui, situs web reservasi atau pemesanan tiket kereta api terganggu pada Selasa kemarin.
Selain menyerang balik Moskow, kelompok siber Aushev menjelaskan, akan membantu militer Ukraina memburu unit-unit rahasia Rusia yang menyerang kota-kota di Ukraina.
Baca: 50 Eks Pasukan Bela Diri Jepang jadi Sukarelawan di Ukraina, Tidak Tega Lihat Lansia Angkat Senjata
Dalam seminggu terakhir, situs web pemerintah Rusia terganggu oleh serangan penolakan layanan (DDoS), termasuk kantor Presiden Rusia Vladimir Putin. (Tribun-Video.com/Tribunnews.com)
Baca juga berita terkait di sini
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Unit Perlawanaan Siber Ukraina Incar Jaringan Listrik dan Kereta Api Rusia
# TRIBUNNEWS UPDATE # Hacker # Belarus # Ukraina # Rusia
Video Production: yohanes anton kurniawan
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Rangkuman Perang AS-Iran: Teheran Tuntut Bayar 'Uang Darah', Sumpah Mojtaba Balaskan Dendam Khamenei
5 hari lalu
Tribunnews Update
Kepala Energi Atom Iran Tegaskan Program NuklirTak akan Dihentikan Meski Ditekan AS dan Israel
5 hari lalu
Tribunnews Update
Singgung Sosok yang Banyak Berkomentar Tanpa Data, Seskab Teddy: Fenomena Inflasi Pengamat
5 hari lalu
Tribunnews Update
Mojtaba Ancam Balas Dendam ke AS atas Kematian Ali Khamenei, Klaim Rakyat Iran Pemenang Sejati
5 hari lalu
Tribunnews Update
Respons Yusril Ihza soal Kelanjutan Kasus Andrie Yunus: Kewenangan Sepenuhnya di Peradilan Militer
5 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.