Konflik Rusia vs Ukraina
Google dan Facebook hingga Instagram Blokir Sejumlah Media Rusia, Batasi Penyebarluasan Propaganda
TRIBUN-VIDEO.COM - Seiring beredarnya informasi mengenai Rusia dan Ukraina di media sosial, sejumlah perusahaan besar yang bergerak di bidang teknologi dan informasi membatasi penggunaan platform mereka oleh media pemerintah Rusia.
Hal ini mereka lakukan untuk menyebarluaskan propaganda dan misinformasi terkait perang yang dilancarkan Rusia di Ukraina.
Pada hari Selasa (1/3), Google mengumumkan pihaknya “segera secara efektif” memblokir saluran YouTube media-media tersebut di Eropa.
Baca: Sosok Menhan Rusia Sergei Shoigu, Tangan Kanan Putin yang Punya Peran Penting dalam Siaga Nuklir
Keputusan itu dilakukan secara hati-hati untuk memperlambat propaganda Rusia ke media sosial tanpa memancing amarah pejabat Rusia.
“Mereka mencoba menyeimbangkan diri,” kata Harbath, yang kini menjabat direktur bidang teknologi dan demokrasi di International Republican Institute.
“Kita ingin melawan Rusia, tapi juga tidak ingin platform kita ditutup di negara itu. Sejauh mana kita bisa mendorong ini?,” jelas pihak Meta.
Meta, yang menaungi Facebook dan Instagram, pada hari Senin (28/2) mengumumkan bahwa pihaknya akan membatasi akses terhadap RT, jaringan televisi milik pemerintah Rusia, dan layanan Sputnik di Eropa.
Google menyusul pada hari Selasa (1/3) dengan menutup akses akun YouTube kedua media tersebut.
Diketahui, Rusia telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menciptakan perlengkapan propagandanya yang meluas berupa puluhan situs yang menyasar jutaan orang dalam berbagai bahasa.
Baca: Militer Rusia Bergabung dengan Separatis di Ukraina Timur: Kuasai Wilayah Penting
Persiapan itu mempersulit perusahaan teknologi mana pun untuk merespons dengan cepat, kata Graham Shellenberger dari Miburo Solutions, perusahaan yang melacak misinformasi dan kampanye pengaruh.
“Ini adalah sistem yang sudah dibangun selama 10 tahun, terutama terkait Ukraina,” kata Shellenberger. “Mereka telah membuat banyak saluran, mereka telah menciptakan banyak pembawa pesan. Dan tiba-tiba sekarang kita mulai mengambil tindakan untuk melawannya.”
Pekan lalu, Senator AS Mark Warner menyurati Google, Meta, Reddit, Telegram, TikTok dan Twitter untuk mendesak mereka meredam kampanye pengaruh Rusia semacam itu di laman mereka. (TRIBUN-VIDEO.COM/VOAINDONESIA.COM)
Artikel Ini Telah Tayang di VOA Indonesia dengan Judul Raksasa Teknologi Bergulat Hadapi Propaganda Media Pemerintah Rusia
#YouTube #Facebook #Propaganda #Pemerintah Rusia
Sumber: VOA
TRIBUNNEWS UPDATE
Iran Rilis Video Penghancuran AS "One Vengeance For All", Strategi Iran Serang AS Lewat Visual AI
Sabtu, 28 Maret 2026
Selebritis
Harry Kiss Terharu Makam Vidi Aldiano Terdaftar di Google Maps, Mudahkan Lokasi Peziarah
Sabtu, 28 Maret 2026
Mancanegara
Indonesia Tak Disebut! Iran Rilis 5 Negara Sahabat yang Bebas Lewat Selat Hormuz
Jumat, 27 Maret 2026
Tribunnews Update
Rusia Murka ke AS-Israel! Peringatkan Serangan Dekat PLTN Bushehr Iran Picu Ancaman Bencana Nuklir
Jumat, 27 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Iran Makin Percaya Diri Didukung Penuh Rusia, Presiden Pezeshkian Berterima Kasih ke Putin
Jumat, 27 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.