Curhat Perajin Tahu di Desa Pendean Baru Klaten, Mengeluhkan Harga Kedelai Naik
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo
TRIBUN-VIDEO.COM - Harga kedelai terus mengalami kenaikan dipasaran, membuat para perajin berputar otak untuk mengatasi hal tersebut.
Lasmi (47) seorang perajin tahu Dukuh Pandean Baru, Desa Karanganom Mudal, Klaten Utara, Klaten mengeluhkan harga kedelai yang terus naik.
Pasalnya kenaikan harga kedelai membuatnya kian khawatir terhadap keberlangsungan usahanya warisan orangtuanya sejak 30 tahun yang lalu
Baca: Gakoptindo akan Naikkan Harga Tahu dan Tempe, Produsen Resah: Terpaksa untuk Bertahan Hidup
"Saya meneruskan usaha Bapak yang sudah lebih dari 30 tahun, saya khawatir kalau terus naik gimana nasib usaha saya," terang Lasmi saat ditemui langsung di tempat usahanya, Kamis (17/2/2022).
Untuk tetap bertahan dengan kenaikan bahan baku kedelai, dirinya telah melakukan beberapa upaya.
Baca: Harga Kacang Kedelai Melambung di Banjarmasin, Pengusaha Tempe dan Tahu Kurangi Ukuran Potongan
"Siasatnya gini, pelanggan saya beri pilihan harganya dinaikkan atau memilih dikurangi ukuran potongannya," terang wanita 47 tahun itu.
"Tapi kebanyakan memilih mengurangi potongan, agar harganya tetap sama," tegasnya.
Kenaikan ini sudah dia rasakan sejak 2 bulan lalu secara bertahap.
"Naiknya itu sedikit-sedikit, per Rp 200 rupiah tapi terus sampai sekarang," ucap Lasmi..l
"2 bulan yang lalu itu paling harganya Rp 8.000 per kilo tapi sekarang hampir Rp 12.000 per kilo," jelasnya.
"Dulu dengan harga segitu bisa ada sisa namun sekarang dengan harga Rp 12.000 per kilo kita lebih banyak nomboknya," imbuhnya.
Hal tersebut membuatnya harus mencari dana segar agar usahanya tetap berjalan. Karena saat ini ada 5 karyawan yang bergantung pada kerajinan tahu miliknya.
"Saya sudah ngambil uang tabungan nyari pinjaman juga jadi yang penting usaha saya tetap bisa jalan," jelasnya
"Karena situasi sulit saat ini kita harus mencari modal tambahan caranya ya cari pinjaman ke bank," imbuhnya
"Biar usaha kita tetap jalan karena bahan bakunya sudah naik tinggi," tegasnya.
Dia merasa keberatan dengan kenaikan ini karena berbarengan dengan kebutuhan pokok yang lain.
Selain itu dia berharap kepada pemerintah dapat menurunkan harga kedelai. Karena banyak yang terdampak akibat harga kedelai naik.
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Derita Perajin Tahu di Klaten: Sering Tombok karena Harga Kedelai Naik, Terpaksa Utang.
# perajin tahu # tahu # harga kedelai # Klaten # harga kedelai # harga tempe tahu naik
Baca berita terkait di sini
Video Production: Tegar Melani
Sumber: TribunSolo.com
Local Experience
Inilah Candi Plaosan! Sebuah Bukti Cinta Beda Agama di Masa Kerajaan Mataram Kuno
Senin, 6 April 2026
Local Experience
Hanya Bisa Ditemui Hari Kamis, Ini Keunikan Legondo Khas Klaten
Senin, 6 April 2026
Local Experience
Asal Usul Nama Balerante, Desa di Lereng Merapi dengan Jejak Sejarah dan Legenda yang Mengakar Kuat
Senin, 6 April 2026
Local Experience
Rekomendasi 5 Wisata Hits Klaten yang cocok saat Libur Lebaran 2026
Selasa, 24 Maret 2026
Live Update
Umbul Kemanten Klaten Disebur 2.000 Pengunjung Per Hari saat Lebaran 2026, Kondisi Parkir Penuh
Senin, 23 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.