Selasa, 28 April 2026

Terkini Daerah

Pengakuan Anak Korban, Diajak Sang Ayah Ikuti Ritual Maut dan Baca Doa Berbahasa Jawa: Setiap Kliwon

Senin, 14 Februari 2022 12:22 WIB
Tribun Jatim.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Anak sulung pasangan Syaiful dan Sri yang jadi korban tewas saat mengikuti ritual bersama Kelompok Tunggal Jati Nusantara, di Pantai Payangan, Jember, Minggu (13/2/2022) membeberkan pengakuannya.

Ia mengaku pernah diajak mengikuti ritual tersebut oleh sang ayah.

Bahkan dalam ritual itu seakan memanggil ombak untuk mencapai tujuan dari masing-masing anggota.

Lima orang anak Syaiful dan Sri berada di ruang tamu ketika Bupati Jember, Hendy Siswanto mendatangi rumah duka.

Kelima anak kecil itu, didampingi kakeknya, Maid, dan sang nenek, Painah, serta beberapa saudara.

Anak sulung Syaiful, SAM (15) bercerita, ayah dan ibunya bersama-sama datang ke pengajian kelompok tersebut, sampai akhirnya mengikuti ritual di Pantai Payangan.

Sang ayah baru dua bulan terakhir ikut pengajian kelompok tersebut.

Tiga kali, ayah dan ibunya mengikuti ritual ke Pantai Payangan.

Baca: Motif Pelaku Ritual di Pantai Payangan Terungkap, Sempat Diperingatkan Petugas soal Ombak Tinggi

"Ritualnya ada ke Pantai Payangan, ada juga ke pegunungan," ujarnya.

SAM dan dua orang adiknya yang cukup besar secara bergantian dibawa ikut ke pengajian kelompok tersebut.

Pengajian biasanya diadakan di rumah Ketua Kelompok Tunggal Jati, Nurhasan di Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, Jember.

"Kalau ritual di Pantai Payangan, ayah sudah ikut tiga kali. Yang kedua, sekitar 10 hari lalu," ujar SAM.

SAM mengaku pernah diajak sekali oleh orang tuanya mengikuti ritual itu.

Dia menceritakan, mereka memakai kaos hitam berlogo dan bertuliskan nama kelompok Tunggal Jati.

Setelah berada di tepi pantai, mereka berdiri menghadap ke pantai dengan lengan saling bergandengan kemudian mereka duduk, masih menghadap laut.

Dalam ritualnya, mereka membaca sejumlah bacaan berbahasa Jawa.

Baca: Korban Selamat dari Ritual Maut di Pantai Payangan: Kami Dihantam 2 Ombak Besar

SAM menyebut, ritual itu seakan memanggil ombak.

"Jadi dari ombaknya kecil, sampai besar. Tubuh memang harus terkena ombak. Ritual berakhir dengan mandi di laut," imbuhnya.

Ritual dilakukan setiap penanggalan Kliwon di kalender Jawa.

Peristiwa maut yang terjadi dini kemarin adalah Minggu Kliwon.

Ritual sebelumnya digelar Kamis Kliwon atau Kamis (3/2/2022), 10 hari lalu.

Namun dalam ritual yang terjadi pada Minggu Kliwon, yakni Minggu (13/2/2022), berujung maut.

Ombak besar menggulung peserta ritual ketika masih dalam tahapan berdiri.

11 orang dinyatakan meninggal dunia. (tribun-video.com/tribunjatim.com)

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Pilu, Remaja di Jember Ceritakan Orang Tuanya Jadi Korban Ritual Maut di Pantai Payangan: Kliwon

Editor: Tri Hantoro
Reporter: sara dita
Video Production: Abdul Salim Maula Safari Thoyyib
Sumber: Tribun Jatim.com

Tags
   #ombak   #ritual   #Jember

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved