Sabtu, 11 April 2026

Terkini Daerah

Korban Selamat dari Ritual Maut di Pantai Payangan: Kami Dihantam 2 Ombak Besar

Senin, 14 Februari 2022 11:45 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Kegiatan ritual di Pantai Payangan Kecamatan Ambulu, Jember, Jawa
Timur yang digelar Minggu (13/2) dini hari memakan korban jiwa.

Sebanyak 24 warga Jember (sebelumnya diberitakan 23 orang) terseret ombak Pantai Payangan di
Kecamatan Ambulu.

Mereka adalah rombongan padepokan Jamaah Tunggal Jati Nusantara.

Mereka menggelar ritual khusus di kawasan pantai.

Peristiwa tersebut berawal saat 24 orang berangkat dari Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi untuk menggelar ritual di area Pantai Payangan dan Watu Ulo.

Warga yang ikut ritual berasal dari berbagai kecamatan di Jember, dan tergabung dalam padepokan Jamaah Tunggal Jati Nusantara.

Baca: Respons Gubernur Jawa Timur Khofifah terkait Ritual di Pantai Payangan yang Berujung Maut

Mereka tiba di kawasan pantai pada Sabtu (12/2) pukul 23.30 WIB.

Rombongan kemudian mempersiapkan diri untuk melakukan ritual bersama di pinggir pantai.

Menurut Kapolsek Ambulu AKP Makruf, petugas pantai sudah memperingatkan warga agar tidak melakukan kegiatan di sekitar pantai karena ombak sedang tinggi.

Imbauan tak diindahkan, Minggu tengah malam sekitar pukul 00.25 WIB, 24 orang yang
mengikuti ritual tersebut dihantam ombak.

Akhirnya, warga meminta bantuan pihak kepolisian untuk menyelamatkan mereka.

Petugas kepolisian juga berkoordinasi dengan tim SAR hingga TNI untuk membantu
korban.

Data sementara menyebutkan, ada 15 orang yang tersapu, namun tiga di antaranya selamat.

Kemudian 11 orang sudah ditemukan dalam kondisi meninggal.

Sedangkan satu orang masih dalam proses pencarian.

Bayu, seorang korban selamat dari kecelakaan laut di Pantai Payangan yang menewaskan 11 warga Jember, Jawa Timur, menceritakan ritual yang dilakukan oleh rombongan berjumlah 24 orang tersebut.

Bayu menjelaskan, mereka datang untuk melakukan ritual berupa meditasi di tepi Pantai Payangan, Jember.

"Meditasi,"kata Bayu.

Baca: Tangis Istri Bripda Febriyan Pecah, Suaminya Jadi Korban Ritual Maut: Bilangnya Cuma Mau ke Pantai

Menurutnya, mereka melakukan meditasi di pinggir laut.

Namun, saat itu tiba-tiba ombak besar datang dan menyeret rekannya.

"Ada ombak dua kali datang. Ombak pertama ini saya berdiri terus lari saya menghindari ombak kedua,"kata Bayu.

Ombak tersebut kemudian menyeret belasan orang dan 11 orang di antaranya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Kesepuluh jenazah tersebut sudah tiba di Puskesmas Ambulu, Jember, untuk proses identifikasi dan pendataan.

Berdasarkan pantauan dan informasi yang diterima, sejumlah keluarga sudah datang menjemput
namun belum bisa dibawa pulang karena masih proses identifikasi berikut pendataan.

Bergandengan Tangan

Kapolres Jember, AKBP Hery Purnomo menjelaskan lokasi kejadian memang kerap
dijadikan lokasi ritual.

Saat musibah terjadi para peserta saling bergandengan tangan
dan berdiri di pinggir pantai.

"Lalu ada ombak besar yang datang sehingga mereka terseret semua ke arah laut," katanya.

Dikatakan Hery, saat malam kejadian, ombak di Pantai Payangan memang sedang tinggi.

"Memang situasi ombak tadi malam cukup tinggi. Biasanya pukul 01.00 dini itu situasi laut sedang pasang,"ujarnya.

Jumlah total korban meninggal dunia yang terseret ombak Pantai Payangan saat melakukan ritual sebanyak 11 orang.

Satu di antaranya merupakan anggota polisi asal Kabupaten Bondowoso.

"Semua sudah ditemukan, jumlah total korban meninggal dunia ada 11 orang," kata
Kasat Polairud Polres Jember, AKP M Nai.


Dia mengatakan, awalnya ada 10 orang yang ditemukan oleh para tim gabungan yang
mencari korban.

Terakhir, ada satu orang yang baru ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Korban diketahui bernama Syaiful, warga Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember.

"Lokasi penemuan tidak jauh dengan yang 10 orang, sekitar 10 meter dari tempat
ritual," ujarnya.

Kapolsek Ambulu, AKP Makruf, menjelaskan petugas pantai sudah mengimbau warga untuk tidak melakukan ritual di tepi pantai karena sedang musim ombak tinggi.

Namun, puluhan warga tersebut bersikukuh dan tetap menggelar ritual.

"Namun, rombongan itu tetap ke pantai untuk ritual," jelasnya.(Tribun Network/sri/kps/wly)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Saksi Hidup Ritual Maut di Pantai Payangan Jember: Kami Dihantam Ombak Besar saat Meditasi

# Ritual Maut # Pantai Payangan # Tragedi di Pantai Payangan # Pantai Payangan Jember # Padepokan Jamaah Tunggal Jati Nusantara # ombak besar # meditasi

Editor: Khaira Nova Hanugrahayu
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved