Rabu, 29 April 2026

TRIBUN TRAVEL UPDATE

Iseng Bikin Masker, Warga di Kaltara Kini Sukses dan Karyanya Selalu Dipakai Gubernur dan Wagub

Sabtu, 5 Februari 2022 18:28 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Pemilik usaha mikro kecil menengah (UMKM) masker kain bernama Holy Art yaitu Lili (45) yang bertempat di jalan Salak menceritakan berawal mengeluti industri dari rumah tersebut sejak tahun Maret 2015.

"Awal pandemi di Bulungan tahun 2020 saya inisiatif buat masker kain polosan ini hanya coba-coba untuk pakai pribadi hari kerja, lalu ada teman yang kepengen, jadi ku kasih tester 1 buat dia pakai, ternyata teman kantornya ingin beli masker motif 3D buatan saya," ungkapnya Jumat (4/2/2022).

Begitu juga awal mula nama Holy Art, kata Lili yang artinya "House of Lili" atau rumah seni lili.

"Jadi di sinilah saya bekerja, dulu saya suka buat aksesoris bros handmade, bandana bayi, tote bag, cuma karena pandemi, banyak pelanggan request beli masker jadi jual masker," ucapnya.

Baca: 7 Cara Jitu Mencegah Penularan Covid-19 Varian Omicron, Wajib Pakai Masker N95!

Bahkan tak jarang, Lili sering mendapat saran masukan dari pelanggan setianya untuk lebih cepat proses produksi masker kain.

"Ya memang terkendala dengan waktu, karena saya tidak hanya fokus buat masker kain saja, karena saya juga fokus di toko juga, jadi kalo pas toko sepi baru saya kerjakan, kalau toko rame saya fokus ke toko," jelasnya.

Lili pun menceritakan juga soal berapa lama proses pembuatan masker kain, semua tergantung berapa pices pelanggan masuk.

"Kemarin ada yang masuk pesan 4 gros, lalu kalau ada yang sanggup menunggu  silakan menunggu, kalau minta cepat saya tolak, kalau toko sepi saya cepat kerjakan sehari bisa 1-2 lusin, tapi kalo toko rame bisa 5-6 masker, anggap saja 1 gros beli 10 dapat 2 pices," ucapnya.

Lebih lanjut lili, memaparkan produk rajutannya menggunakan kain katun dengan jenis water repellent yang dapat bisa di cuci kembali.

"Waktu itu juga karena stok masker medis saya menipis, dan berkat saran masukan dari orangtua, kerabat, maka saya jual masker kain, selain mudah di cuci ulang bisa dipakai lagi, ya saya pakai jenis kain katun jepang water repellent ditambah dengan kombinasi ukiran motif khas kaltara," ujarnya.

Tak hanya itu, dalam kurun waktu setiap bulan Lili bisa menghasilkan 2-3 lusin dengan isi 12 masker kain.

"Orderan pertama saya ada yang pesan 2 lusin dari BPS, lalu ada pesanan partai grosiran dari dinas kesehatan pesan 150 masker kain," jelasnya.

Selain, Gubernur Zainal Arifin dan Wakil Gubernur Kaltara Yansen TP, Lili juga menyebut pelanggan setia beli masker buatanya paling terjauh ada dari Melak, Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur.

Baca: Pandemi Hasilkan Kreativitas, Pelaku UMKM Sebut Konektor Masker Manik-manik Khas Kalimantan Laris

"Selain sering di pesan pak Gub dan Wagub, pak Bupati, pak Wakil Bupati orderan jauh kami dari Melak, Kabupaten Kutai Barat, Banten, Yogyakarta, Semarang ukuran All Size dan toko reseller tunggal saya di Tanjung Selor yaitu MyBaby dia minta 3 lusin dengan size S, L, M, XL, All size, dan motif yang saya desain ya tetap nuansa budaya yang ada di Kaltara, polkadot, anak-anak," ujarnya.

Lili juga mengatakan edisi motif masker kain setiap bulannya, selalu berbeda-beda

"Edisi motif masker tiap bulan berbeda-beda, karena tergantung request yang order jadi alurnya saya desain sendiri by hp
lalu kirim desain ke Bandung untuk dicetak (printing) menjadi bentuk lembaran, kemudian kirim balik ke Tanjung Selor bisa 10 hari, baru dijait jadi proses pembuatan barang jadi disini," ungkapnya.

Diketahui harga 1 (satu) masker kain dengan jenis water repellent, Lili membandrol Rp 25.000 dan satu lusin Rp 250.000.

"Tapi kalau masker kain katun earlop 1 biji Rp 15.000 sudah dua lapis, kalau kain  masker karet hijab saya jual Rp 20.000 juga sudah dua lapis," ujarnya.

Bagi para pembeli dari luar Kabupaten Bulungan maupun luar Provinsi Kaltara, Lili hanya menyediakan jasa ekspedisi pengiriman barang menggunakan JNE, Lion Parcel, J&T dan Tiki.

Baca: Cerita Cahyono Pelaku UMKM Manik-manik Khas Kalimatan, Omzet Naik Pasca-Kebijakan Gubernur Kaltara

"Kalau pengiriman ke Yogyakarta, Semarang, Melak tergantung pembeli pasti minta ongkir paling murah karena saya hanya pilih  JNE, Lion Parcel dan J&T sama Tiki cuman yang sering pelanggan mau pakai lion karena diantar sampai rumah," ucapnya.

Sebagai informasi, bagi para pengunjung yang ingin membeli produk UMKM Holy Arta bisa mengunjungi laman Instagramnya yaitu @holycreative2015 dan dapat menghubungi di 0813-3100-4778.

(Tribun-Video.com)

Baca berita terkait lainnya di sini

# UMKM # masker # Cara Bikin Masker # Tribun Travel Update

Editor: Danang Risdinato
Reporter: Ratu Budhi Sejati
Videografer: bagus gema praditiya sukirman
Video Production: Ignatius Agustha Kurniawan
Sumber: Tribun Video

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved