Tribun Solo Update
Dugaan Perilaku Kejam Dilakukan Terbit Rencana, Begini Kondisi Korban Perbudakan di Langkat
TRIBUN-VIDEO.COM - Penemuan kerangkeng manusia di rumah Bupati nonaktif Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin mengungkap sejumlah perlakuan kejam yang diduga merupakan praktik perbudakan modern.
Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant Care, Anis Hidayah mengatakan, ada tujuh perlakuan kejam yang tidak manusiawi.
Atas kejadian ini, terungkap kondisi terkini diduga korban perbudakan modern tersebut yang sangat memprihatinkan.
Dikutip dari Tribunnews.com pada Senin (24/1/2022), diketahui beredar sejumlah foto dan video terkait kondisi para korban yang masih berada di dalam kerangkeng.
Berdasarkan keterangan dalam foto yang ditunjukkan, tampak wajah seorang korban di dalam kerangkeng mengalami lebam di sekitar mata dan wajah.
Baca: Migrant Care Sebut Bupati Langkat Siksa Pekerja di Penjara Pribadinya: Perbudakan Modern
Tak hanya itu, dalam video ketika direkam, korban tersebut tampak ketakutan dengan mata yang berkaca-kaca.
Diketahui, jeruji kerangkeng menyerupai penjara tersebut tampak terbuat dari besi kokoh.
Kemudian, ruangan mirip penjara itu terdapat dua gembok terpasang di bagian pintunya.
Selain itu, di bagian dalam terdapat semacam dipan berukuran sekira setengah meter.
Selanjutnya, di bagian bawah dipan tersebut tampak tikar dan sejumlah korban yang duduk di atasnya.
Terlihat, di dinding belakang bagian dalam kerangkeng tersebut tampak tali jemuran tempat para korban menggantung pakaiannya.
Disisi lain, tampak pula sejumlah tikar, botol air mineral, sapu dan semacam lemari kecil di dalam kerangkeng tersebut.
Sementara itu, Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant Care, Anis Hidayah menanggapi hal tersebut.
Berdasarkan laporan sementara dari masyarakat Langkat, sejak kemarin terdapat 40 orang korban dari praktik keji tersebut.
Para korban tersebut merupakan pekerja perkebunan sawit yang diduga dipekerjakan oleh Terbit.
Belum diketahui, berapa lama mereka telah menjadi korban dari praktik tersebut.
Baca: Fakta Mengerikan Bupati Langkat yang Kena OTT KPK, Ada Penjara Dalam Rumah, Lakukan Perbudakan?
Hal ini disampaikannya seusai membuat pengaduan terkait dugaan praktik perbudakan dan penyiksaan di lokasi tersebut ke Komnas HAM RI.
Sebagai informasi, Terbit diduga membangun semacam penjara atau kerangkeng di rumahnya.
Kemudian, kerangkeng tersebut dipakai untuk menampung para pekerja setelah mereka bekerja.
Selain itu, para pekerja tersebut tidak punya akses kemana-mana.
Selajutnya, mereka mengalami penyiksaan, dipukul, lebam, dan luka.
Tak hanya itu, mereka diberi makan tidak layak yakni hanya dua kali sehari.
Mirisnya, mereka tidak digaji selama bekerja
dan tidak punya akses komunikasi dengan pihak luar.
Sampai saat ini, pihaknya belum melaporkan kasus ini ke kantor polisi dan ingin berkoordinasi terlebih dahulu dengan Komnas HAM.
(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Begini Kondisi Korban Dugaan Perbudakan dan Penyiksaan yang Dikerangkeng di Rumah Bupati Langkat
# TRIBUN SOLO UPDATE # perbudakan # OTT KPK di Langkat # OTT KPK Bupati # OTT KPK # Bupati OTT KPK # Langkat
Reporter: Sandy Yuanita
Video Production: Anggorosani Mahardika Siniwoko
Sumber: Tribunnews.com
To The Point
Met Gala 2025 Usung Tema Superfine: Tailoring Black Style, Pamerkan Baju Era Perbudakan Kulit Hitam
Selasa, 6 Mei 2025
TRIBUNNEWS UPDATE
Jejak Abraham Lincoln, Presiden ke-16 AS Sang Penghapus Perbudakan, Dulu Hidup Serba Kekurangan
Rabu, 12 Februari 2025
Tribunnews Update
Raja Belanda Minta Maaf atas Perbudakan di Era Kolonial, Akui Ada Beban atas Sejarah Kelam Negaranya
Minggu, 2 Juli 2023
Tribun Solo Update
Alasan PSI Nekat Laporkan Akun P40812 yang Hina Selvi Ananda Meski Belum Komunikasi dengan Gibran
Selasa, 30 Mei 2023
Tribunnews Update
Syekh Panji Gumilang Sebut Mazhab Soekarno Bela Kesetaraan Gender: Tabir Simbol Perbudakan Wanita
Sabtu, 29 April 2023
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.