Jumat, 10 April 2026

metropolitan

Sosok Muhidin, Korban yang Terjebak dalam Kebakaran karena Selamatkan Putrinya di Kamar

Senin, 3 Januari 2022 20:10 WIB
TribunJakarta

TRIBUN-VIDEO.COM - Muhidin (50), korban tewas dalam kebakaran bengkel sepeda motor di Jalan Bangka XI, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, dikenal baik oleh warga sekitar.

Tetangga korban, Anton (31), mengungkapkan Muhidin dan keluarganya merupakan warga pendatang.

"Pak Muhidin sosoknya baik sih, saya kenal sama almarhum memang belum lama, karena dia juga di sini baru tinggal sekitar 6 bulan lah," kata Anton di lokasi, Senin (3/1/2022).

Di mata Anton, Muhidin termasuk sosok yang taat beribadah. Ia sering kali menjumpai Muhidin di masjid di kawasan tersebut.

"Dia orangnya baik, rajin juga ke masjid. Makanya agak ngenes aja lihat dia meninggal dengan kayak gitu," ujar Anton.

Baca: Viral KMP Saluang Keluarkan Asal Tebal, Warga Kira Kebakaran, Begini Penjelasan Kapten Kapal

Dalam peristiwa kebakaran ini, Muhidin dan anak perempuannya, Mawar (20), ditemukan tewas dalam kondisi berpelukan.

Anton menceritakan, kebakaran bermula ketika Muhidin sedang menambal ban motor sekitar pukul 06.30 WIB.

"Awalnya bapaknya lagi nambal ban, terus anaknya (Angga) lagi nuangin bensin. Dengan space yang segini (kecil), mungkin terlalu dekat, jadi (bara rokok) kena anginnya buat bensin itu kan bisa kena anginnya," kata Anton.

Api dengan cepat membesar dan membakar hampir seluruh area bengkel Muhidin.

Menurut Anton, Angga sempat menendang jerigen yang berisi bensin ke luar bengkel agar api tidak semakin membesar.

"Pas kebakaran itu, anak laki-lakinya (Angga) coba buat nendang jerigen bensin ke jalan, maksudnya biar kebakarnya enhgak di dalam bengkel. Nah, Angga ini berhasil keluar sama bapaknya," ungkap dia.

Namun, Muhidin ingat anak perempuannya, Mawar, masih terbaring di dalam kamar.

Sebagai ayah, tanpa pikir panjang Muhidin langsung menerobos kobaran api untuk menyelamatkan putrinya.

"Mungkin karena naluri orangtua ya, melihat anak ceweknya masih terjebak itu dia masuk enggak peduli sama api, pokoknya dia masuk," ujar Anton.

"Anak perempuannya di dalam, kabarnya lagi sakit. Belum jelas sih," tambahnya.

Baca: Saksi Ungkap Pengorbanan Muhidin Selamatkan Anaknya yang Terjebak Kebakaran hingga Tewas Bersamaan

Angga dan Anton sempat melarang Muhidin untuk masuk. Namun, Muhidin mengabaikannya dan tetap menerobos kobaran api.

"Dia lari masuk buat selamatkan anaknya. Di dalam itu enggak ada akses keluar. Jadi terjebaklah mereka berdua di dalam," tutur Anton.

Pada akhirnya, Muhidin dan Mawar ditemukan meninggal dunia di dalam bengkel yang terbakar.

Pantauan TribunJakarta.com pada Senin (3/1/2022), bengkel yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) dipasang garis polisi.

Garis polisi itu membentang sepanjang sekitar 10 meter di area bengkel dan sekitarnya yang terdampak kebakaran.

Bangunan bengkel yang terbakar tampak sudah rata dengan tanah. Hanya tersisa puing-puing sisa kebakaran.

Pantauan TribunJakarta.com pada Senin (3/1/2022), bengkel yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) dipasang garis polisi.

Garis polisi itu membentang sepanjang sekitar 10 meter di area bengkel sepeda motor dan sekitarnya yang terdampak kebakaran.

Bangunan bengkel yang terbakar tampak sudah rata dengan tanah. Hanya tersisa puing-puing sisa kebakaran.

Sebelumnya, perwira piket Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Mohammad Slamet, juga menyampaikan kronologi kebakaran hingga tewaskan ayah dan anak itu.

Slamet mengatakan, Muhidin sempat berusaha menyelamatkan sang anak, Mawar, ketika terjadi kebakaran.

Ketika itu, jelas Slamet, Mawar sedang tertidur di kamar di lantai atas.

Baca: Gelagat Tak Biasa Korban 3 Hari sebelum Kebakaran di Mampang, Tewas Berpelukan dengan sang Anak

"Pak Muhidin membangunkan anaknya yang bernama Mawar yang sedang tidur di kamar atas. Pak Muhidin menyelamatkan tidak bisa karena api sudah makin membesar," kata Slamet saat dikonfirmasi.

Slamet mengungkapkan, kebakaran bermula ketika Muhidin melakukan penambalan di bengkel motornya sambil merokok.

"Kemudian puntung rokok jatuh ke dalam cairan spirtus dan api membesar mengenai isi bengkel," ungkap dia.

Dilanda kebakaran hingga tewaskan ayah dan anak, bengkel di Jalan Bangka XI, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, dipasang garis polisi, Senin (3/1/2022).
Dilanda kebakaran hingga tewaskan ayah dan anak, bengkel di Jalan Bangka XI, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, dipasang garis polisi, Senin (3/1/2022). (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

Muhidin dan Mawar tewas dalam kebakaran tersebut. Satu orang lainnya, Angga (22), mengalami luka bakar di tangan kiri.

Kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.15 dan dilanjutkan proses pendinginan hingga pukul 09.00.

Sebanyak 12 unit mobil Damkar dan 54 personel dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.

"Total kerugian diperkirakan Rp 2 miliar karena api menyambar 5 rumah," ujar Slamet.

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Tewas Terjebak Kebakaran Saat Selamatkan Anak Gadis, Muhidin Dikenal Baik dan Rajin ke Masjid

# Mampang Prapatan # korban kebakaran # kebakaran

Editor: Danang Risdinato
Video Production: febrylian vitria cahyani
Sumber: TribunJakarta

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved