Terkini Daerah

Oknum Camat di Siak Lecehkan Stafnya, Tinggalkan Trauma Mendalam tapi Tak Bisa Berbuat Banyak

Kamis, 9 Desember 2021 16:31 WIB
Tribun Pekanbaru

TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang staf di Siak Riau gemetar ketakutan saat Camat, pimpinannya di kantor mencium dan menggerayangi tubuhnya.

Perbuatan pelecehan seksual oknum camat di Kabupaten Siak akhirnya terbuka setelah lebih 2,5 bulan kejadian.

Informasi mengenai pelecehan seksual tersebut membuat geger masyarakat Siak sejak Senin (6/12/2021) kemarin hingga Selasa (7/12/2021) ini.

Tribunpekanbaru.com menelusuri peristiwa pelecehan seksual di ruang kerja camat tersebut.

Kepala UPT PPA Siak, Nila Sasmita, Selasa (7/12/2021) membenarkan bahwa ada seorang perempuan inisial N melapor ke pihaknya sekitar dua bulan lalu.

“Kasus itu sudah 2 bulan lalu selesai dengan mediasi dan persetujuan damai antara kedua belah pihak dengan perjanjian tertulis,” kata Nila Sasmita.

Baca: Viral Video Seorang Oknum Pendeta Dituding Lecehkan Situs Raja Batak di Pusuk Buhit

Ia menjelaskan, korban mengajukan beberapa poin yang harus disetujui oleh terlapor, yakni oknum camat inisial ZE. Akhirnya, kata Nila, disepakati untuk berdamai secara kekeluargaan.

“Laporan di Polda juga sudah sampai proses damai, korban sudah mencabut laporannya,” kata Nila lagi.

Meski demikian, masyarakat tetap mengutuk perbuatan bejat yang dilakukan ZE.

Apalagi perbuatan itu dilakukannya di ruang kerjanya, kantor Camat Tualang, Jumat, 10 September 2021. Korban inisial N merupakan staf di kantor camat tersebut.

Tribunpekanbaru.com mendengarkan rekaman suara pengakuan korban.

Dalam rekaman suara itu N menceritakan bahwa pada Jumat, 10 September 2021 itu ia dipanggil ZE ke ruangan kerjanya.

Alasannya karena ada yang akan dibicarakan. Tanpa berpikir aneh-aneh N pun masuk ke ruangan camat sekitar pukul 10.40 WIB.

“Sebelumnya beliau juga sudah sering minta ke ruangannya. Awalnya memang bicara normal saja terkait usaha di luar dan dia berbicara tentang rukonya,” kata dia.

Setelah setengah jam bicara tiba-tiba ZE menerima telepon. Saat itu tangan si oknum camat ini mulai main, menggerayangi tubuh korban. Korban terkejut dan juga takut.

"Saya takut, namun saya berusaha tenang. Waktu itu sudah hampir pukul setengah duabelas, saya bilang, bapak tidak pergi salat? Saya pun berpamitan,” kata dia.

Saat sampai di pintu, ZE pun kembali menghampiri korban yang mau keluar ruangan. ZE menarik tangan korban dan mulai memeluk serta menciumi stafnya tersebut.

Padahal ZE sendiri juga tahu bahwa korban atau stafnya tersebut berstatus istri orang lain.

“Dia menciumi saya, apa yang bisa dicium dia cium. Saya meronta tetapi tidak bisa teriak karena tertekan. Saya bilang saya tidak bisa, tapi kamu cantik, saya suka sama kamu, katanya,” cerita korban.

Saat kejadian itu korban semakin takut. Untungnya ia memakai masker dan berpakaian Melayu.

Meski demikian, ZE juga berupaya menciumi dan menggerayangi korban di balik pintu itu.

“Saya lindungi bagian depan saya, dan dia maaf, bagian belakang (digerayangi),” ujarnya.

Dalam kondisi itu, korban berupaya keluar dari ruangan itu.

Akhirnya ia bisa selamat dari kebejatan sang camat dan pulang ke rumahnya dalam keadaan gemetaran.

Sedangkan si camat tersebut tinggal di ruangannya dalam keadaan menahan debar.

“Badan saya gemetar mengingat peristiwa itu. Saya mencari keadilan tetapi banyak yang menghalangi saya untuk melaporkan kelakuan camat. Saya sudah pergi ke Dumas Polda Riau," katanya.

Tidak hanya itu, pelecehan yang dialaminya telah meninggalkan traumatis terhadap korban.

Baca: Oknum Dosen UNJ Diduga Lecehkan Mahasiswinya dengan Kirimkan Pesan Menggoda

Satu sisi korban adalah staf di kantor camat Tualang tersebut.

Di sisi lain, pelaku adalah atasan atau pimpinan tertinggi di kantor ia bekerja.

“Saya minta WFH 14 hari, karena saya belum bisa masuk kantor. Tetapi Sekretaris Camat (Ari Darmawan) menyuruh saya masuk,” ujarnya.

“Saya sedang tertekan, saat saya tidak masuk tiba -tiba dia menyuruh masuk. Alasannya supaya orang -orang kantor tidak tahu apa yang terjadi. Kemudian status saya dibuat tidak hadir tanpa keterangan. Saat saya ingat kejadian itu badan saya gemetaran,” sambungnya.

Sementara itu, Tribunpekanbaru.com mencoba mengkonfirmasi ke pelaku, yakni ZE sejak Senin (6/12/2021) hinga Selasa (7/12/2021), baik melalui pesan WA maupun panggilan telepon.

Pesan WA dan panggilan tersebut masuk ke nomor handphone ZE.(*)

Artikel ini telah tayang di TribunPekanbaru.com dengan judul Meronta-ronta Dicium dan Digerayangi Camat, Staf Cantik di Riau Gemetar Ketakutan, Pejabat Cabul

# pelecehan seksual # Oknum Camat # Siak # trauma # staf

Editor: Enggar Tiasto
Video Production: Muhammad Ulung Dzikrillah
Sumber: Tribun Pekanbaru

Tags
   #pelecehan seksual   #Oknum Camat   #Siak   #trauma   #staf
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved