Jumat, 22 Mei 2026

TERKINI NASIONAL

Dianggap Rusak Citra Agama Islam, Kominfo & MUI Kerja Sama Cegah Penyebaran Radikalisme Lewat Medsos

Senin, 6 Desember 2021 09:25 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM – Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersepakat untuk mencegah peredaran konten-konten radikalisme di media sosial.

Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Henri Subiakto menegaskan konten-konten negatif radikalisme dan ekstremisme bisa merusak citra agama Islam di mata dunia.

Padahal menurutnya, Islam di Indonesia sangatlah menghormati keberagaman. Bahkan di zaman perjuangan kemerdekaan, para ulama-ulama turut bersepakat membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Indonesia dengan Pancasila-nya itu bisa menampung seluruh keberagaman kita. Islam di Indonesia itu adalah agama yang menghargai keberagaman, bukan seperti di media sosial yang sering mengaitkan Islam dengan radikalisme,” ujar Henri melalui keterangan tertulis, Senin (6/12/2021).

Baca: Mahfud MD Bahas Radikalisme dan Intoleransi dengan Ahli Thoriqoh di Kantor Kemenko Polhukam RI

Baca: Belasan Calon Eselon 1 Gagal karena Kelakuan Pasangan Terpapar Radikalisme, Korupsi, dan Narkoba

Henri mendukung penuh Langkah MUI yang memiliki konsen melawan konten-konten radikalisme di media sosial.

Menurutnya, kelompok-kelompok radikalisme akan membawa Indonesia kepada perpecahan jika tidak segera dicegah dan dilawan.

“Kalau ada konten-konten yang provokatif, negatif, menyebarkan hoaks, menyebarkan kebencian yang ingin membuat negara ini tidak aman, kita harus lakukan tindakan. Caranya dengan melalukan counter narasi dan pemblokiran akun-akun yang tidak bertanggung jawab ini,” kata Henri.

Pada kesempatan yang sama, Ketua MUI Pusat Bidang Infokom Masduki Baidlowi menambahkan, kebaikan-kebaikan yang mengandung dakwah harus banyak diproduksi dalam konten-konten kreatif.

Sehingga jika tidak, kata Masduki, media sosial akan dipenuhi oleh konten-konten negatif.

“Media sosial adalah alat dakwah yang paling mutakhir saat ini. Kita harus berdakwah lewat multiplatform media sosial," kata Masduki.

"Jadi kita semua harus menguasai alat dakwah paling mutakhir ini untuk eksis di sistem informasi saat ini agar bisa melawan konten-konten negatif, terutama yang kerap memperkeruh kerukunan kita sebagai umat beragama," tambah Masduki.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kominfo dan MUI Kerja Sama Cegah Penyebaran Radikalisme Lewat Media Sosial

# radikalisme # Radikalisme di Indonesia # Kominfo # MUI

Editor: Danang Risdinato
Video Production: Okwida Kris Imawan Indra Cahaya
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved