TRIBUNNEWS UPDATE

Jokowi Sentil Polisi soal Banyak Mural yang Dihapus: Saya Difitnah Aja Biasa, Masa sama Mural Takut

Sabtu, 4 Desember 2021 13:54 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Joko Widodo menyentil pihak kepolisian yang menghapus mural wujud kritik dari masyarakat.

Menurutnya, hal itu membuat indeks kebebasan berpendapat semakin menurun.

Ia bahkan menyebut kepolisian terlalu takut hingga langsung menghapus mural-mural tersebut.

Sentilan Presiden Joko Widodo tersebut disampaikan saat pengarahan pada Kepala Kesatuan Wilayah Tahun 2021 di Bali pada Jumat (3/12/2021).

Presiden menyebut bahwa survei BPS menunjukkan indeks kebebasan berpendapat turun terus menerus.

Dari data yang ada, pada 2018 survei BPS ada pada angka 66.2 persen.

Baca: Lomba Mural Kritik Polri, Kapolri: Korps Bhayangkara Bukan Lembaga Anti Kritik

Kemudian turun menjadi 64,3 persen pada 2019 dan kembal menurun menjadi 56 persen pada tahun 2020.

Ia pun kemudian mencontohkan kritik lewat mural yang kerap dihapus kepolisian.

"Ini persepsi, dikit-dikit ditangkap. Pendekatan itu harus persuasif dan dialogis. Contoh kecil-kecil aja, mural dihapus," katanya.

Orang nomor 1 di Indonesia itu pun ragu bahwa penghapusan mural adalah tugas dari Kapolri, Kapolda atau Kapolres.

"Saya tahu, perintahnya Kapolri itu ndak mungkin, perintahnya Kapolda juga tidak mungkin itu, Kapolres juga ndak mungkin. Itu sebetulnya urusan Polsek yang saya cek di lapangan," ujar Jokowi," tegasnya.

Baca: Adakan Lomba Mural Kritik, Jenderal Listyo Sigit: Gambar Paling Pedas Akan Jadi Sahabat Kapolri

Ia lantas meminta agar pimpinan Polri memberitahukan pada bawahannya bahwa kritik seperti mural adalah masalah kecil yang tak seharusnya dipermasalahkan.

Ia pun menyentil polisi yang seakan takut pada kritik lewat mural tersebut.

Presiden kemudian mencontohkan dirinya, yang memang kerap difitnah namun tetap biasa dan tidak bertindak berlebihan.

"Beritahu, itu urusan kecil. Saya datang ke sebuah daerah, ada mural dihapus, rame. Urusan mural aja ngapain sih? Saya dihina, dimaki-maki, difitnah udah biasa, ada mural aja takut. Ngapain?" ucap Jokowi.

Jokowi lantas menjabarkan bahwa mural yang sedianya dihapus adalah murah yang memang menganggu dan tidak sopan.

"Hati-hati ini kebebasan berpendapat, tapi kalau menyebabkan ketertiban daerah terganggu, itu baru tidak sopan. Sehingga saya mengapresiasi Kapolri yang membuat lomba mural, dan saya kira hasilnya positif," ujar Jokowi.

Presiden mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat dijamin konstitusi.

"Ini negara demokrasi. Hormati kebebasan berpendapat," tutur Jokowi.

(Tribun-Video.com)

# Kapolri # Presiden Joko Widodo # mural # Bali

Editor: Aprilia Saraswati
Reporter: Nila
Video Production: Ardrianto SatrioUtomo
Sumber: Tribun Video

Tags
   #Kapolri   #Presiden Joko Widodo   #mural   #Bali
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved