Terkini Nasional

Dikritik karena Minta Tunarungu Bicara, Risma Akui Tak Ada Niat Memaksa,Begini Klarifikasinya

Jumat, 3 Desember 2021 22:25 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini memberikan klarifikasi setelah dikritik karena meminta seorang anak tunarungu berbicara dalam acara peringatan Hari Disabilitas Internasional.

Risma menyatakan, saat itu dirinya ingin memastikan bahwa alat bantu dengar hasil bantuan dari Kementerian Sosial bekerja dengan baik.

"Saya percaya bahwa setiap kekurangan pasti diberikan kelebihan."

"Kemudian saya pengin tahu apakah alat yang saya bantu dapat berfungsi maksimal," ujarnya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Jumat (3/12/2021).

Selanjutnya, Risma mengaku ingin mengetahui kondisi dari anak tersebut.

"Apakah sebetulnya dia hanya tunarungu atau tunawicara atau dua-duanya."

"Jadi cara mengetesnya begitu, dia melatihnya untuk bicara," jelasnya.

Baca: Sikap Mensos Risma Dianggap Membahayakan Penyandang Disabilitas, Cucu Luhut: Gue Kecewa Banget

Ia lalu membagikan ceritanya saat bertemu seorang tunarungu ketika menjadi Wali Kota Surabaya dulu.

Orang tersebut menjadi korban rudapaksa dan pelakunya dibebaskan.

Berdasarkan pengalaman tersebut, Risma tak ingin kejadian serupa terulang.

"Ini cerita yang sampai sekarang masih di pikiran saya jadi wali kota," ungkapnya.

"Ada seorang tunarungu, dia diperkosa, tidak bisa teriak."

"Kemudian si pemerkosa itu bebas, karena dia (korban) tidak bisa menjelaskan," jelas Mensos.

Risma lalu mengaku tak punya niat untuk memaksa tunarungu berbicara.

Baca: Pembelaan Mensos Risma soal Meminta Penyandang Tunarungu Berbicara: untuk Memaksimalkan Indra

Sebab, ia meyakini bahwa para penyandang tunarungu bisa berbicara selama dilatih terus-menerus.

"Jadi saya ingin mengoptimalkan kemampuan dia kalau memang dia bisa bicara."

"Itu pilihan, setelah itu dia mau bicara atau tidak," katanya.

"Di titik tertentu memang kalau dia terpaksa, dia harus bisa bagaimana survive itu."

"Jadi tidak ada saya niat untuk maksa-maksa, untuk apa," terang Mensos Risma.

Sebelumnya, Risma memastikan keberpihakan kepada penyandang disabilitas.

Kepada awak media, ia secara terbuka menyatakan ada pengalaman yang sangat memprihatinkan.

Mensos menyatakan, ada disabilitas tunarungu yang tertabrak kereta api. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dikritik karena Minta Tunarungu Bicara, Risma Mengaku Tak Ada Niat untuk Memaksa

Editor: Tri Hantoro
Video Production: Danar Pamungkas Sugiyarto
Sumber: Tribunnews.com

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved