Terkini Daerah

Fakta Baru, Setelah Bakar Rumah dan Bacok Warga, Pria ODGJ di Blitar Pernah Dua Kali Bunuh Orang

Kamis, 2 Desember 2021 19:53 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang membakar rumah dan membacok warga hingga kritis di Blitar, Jawa Timur rupanya pernah dijemput pihak rumah sakit jiwa (RSJ) enam bulan lalu karena kambuh.

Diketahui, ODGJ tersebut sudah dua kali melakukan aksi pembunuhan terhadap kakak ipar dan temannya sendiri saat di Panti Rehabilitasi.

Atas kejadian itu, kini pihak panti Rehabilitasi terpaksa mengembalikan pria ODGJ tersebut ke rumah di kampung halamannya.

Dikutip dari Kompas.com, pada Kamis (2/11/2021), Camat Binangun, Hendri Bagus Dwitanto saat dikonfirmasi pada Selasa membenarkan informasi tersebut.

Ia mengatakan, setelah sempat dirawat di RSJ, kini pelaku yakni Pranoto alias Ngademo kembali tinggal di kampungnya.

Kembalinya pria berusia (55) tersebut hingga membuat terjadinya kasus pembakaran rumah dan pembacokan pada Selasa (30/11/2021) lalu.

Baca: Pemuda Diduga ODGJ di Sumsel Ngamuk dan Habisi 5 Orang yang sedang Memakan Siomay

Dia mengungkapkan, sekitar bulan Mei lalu Pranoto ini kambuh dan mau membunuh Pak Kentang alias Makani.

Oleh karena itu, pihaknya melapor melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial guna meminta agar dievakuasi dari kampung.

"Sekitar bulan Mei lalu Pranoto ini kambuh dan mau membunuh Pak Kentang alias Mukani. Maka kami laporkan melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial guna meminta agar dievakuasi dari kampung," kata Bagus.

Menurutnya, Ngademo akhirnya dijemput oleh pihak RSJ Nglawang, Malang, Jawa Timur.

Namun, setelah dirawat beberapa pekan dimasukkan ke panti rehabilitasi di Pasuruan tapi ditolak.

Dikabarkan, pihak panti beralasan bahwa kamar sudah penuh dan tidak dapat menampung penghuni baru.

Bagus mengatakan, hal tersebut lantaran pihak RS ada kemungkinan sudah mengetahui rekam jejak Ngademo yang pernah dua kali membunuh, termasuk membunuh temannya di panti.

"Padahal ya karena mereka sudah tahu rekam jejak Pranoto yang pernah dua kali membunuh, termasuk membunuh teman panti," ujarnya.

Ia menjelaskan, antara tahun 2014 hingga 2017, Ngademo membunuh dua orang setelah pulang dari Kalimantan.

Kemudian saat Ngademo tinggal di rumah istrinya di Tulungagung, pelaku juga membunuh kakak iparnya sendiri.

Berdasarkan pemeriksaan pihak kepolisian, diketahui Ngademo mengalami gangguan kejiwaan hingga dirujuk ke RSJ Nglawang dan selanjutnya tinggal di panti rehabilitasi di Kediri.

Namun di panti tersebut, Ngademo kembali membunuh dengan korbannya merupakan rekannya sendiri sesama penghuni panti.

Baca: Waspada Varian Baru Omicron, ODGJ Ngamuk Bunuh 5 Orang, PSMS Medan Didenda Rp 50 Juta

Sejak itu, Ngademo terpaksa dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Ngadri lantaran tidak ada panti rehabilitasi yang bersedia menampung dirinya.

"Warga sendiri juga serba salah. Meskipun tahu Pranoto ini pernah dua kali membunuh orang, tapi mereka tidak bisa memasangnya karena ada larangan pemasungan sejak 2014," ujarnya.

Selain itu, di saat kondisinya stabil Ngademo dapat berinteraksi normal dengan lingkungan tetangganya.

Bahkan, Ngademo juga dikenal sopan, ramah dan suka membantu orang ketika kondisi kejiwaannya stabil.

"Kalau pas waras ya hidup normal, baik sama tetangga dan suka membantu. Dia juga biasa kerja ke kebun," ujarnya.

Sebagai informasi, Pranoto alias Ngademo membakar rumah tetangganya, Mukani hingga ludes.

Ngademo juga menganiaya tetangga lainnya bernama Suparman menggunakan celurit.

Akibat insiden tersebut, Suparman mengalami luka parah dan hingga kini masih dirawat di rumah sakit dalam kondisi koma.

(Tribun-Video.com/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "ODGJ yang Bakar Rumah Warga di Blitar Pernah Bunuh Orang, Camat: Sampai Ditolak Panti Rehabilitasi"

Editor: Tri Hantoro
Reporter: Sandy Yuanita
Video Production: ilhamrefiantomalik
Sumber: Kompas.com

Tags
   #ODGJ   #Blitar   #Jawa Timur   #bacok
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved