Terkini Daerah
Cerita Merpati Bernama Jaguar dan Rampok Dibeli Seharga Rp 1,5 M dan Rp 2 M, Pemilik Tak Bisa Tidur
TRIBUN-VIDEO.COM - Merpati harga miliaran bernama Jaguar milik warga Tegal, M Joned dijual dengan harga fantastis, Rp 1,5 M pada September 2021.
Joned menceritakan bahwa burung merpati miliknya dijual dengan harga fantastis karena sudah sering memenangkan berbagai kontes burung.
Awalnya, ada yang pernah menawar Rp 600 juta namun tak dia jual. Belakangan, sang penawar kembali menawar dengan harga lebih fantastis.
"Setelah itu ia menghubungi saya lagi, nanya pasnya berapa? Aku jawab Rp 1,5 miliar dan itu langsung deal. Akhirnya, pembeli itu langsung datang ke sini dan burung langsung diboyong bos dari Jakarta yang namanya Om Pingping," kata Joned lagi.
Baca: Kisah 2 Merpati yang Dibanderol Harga Miliaran Rupiah, Salah Satu Pemilik Akui Sempat Sulit Tidur
Saat merpatinya dijual miliaran, Joned mengaku sempat tak gelisah dan tak bisa tidur melepas burung kesayangannya yang sering juara kontes burung.
"Satu malam saya tidak bisa tidur karena saking sayangnya dengan burung itu, prestasi burung itu luar biasa. Puluhan piala sudah didapatkan, umur burung tersebut sekitar lima tahun dan sudah tua di kandangnya," ujarnya.
Dia berkisah sudah merawat si Jaguar sejak kecil. Saat dijual, burung merpati harga miliaran itu berusia 5 tahun. Sejak kecil, si Jaguar dia rawat dan dilatih.
"Saya latih sendiri, ternakkan sendiri, saya ikutkan lomba sendiri. Namun, semua itu proses yang membawa saya bisa sampai di sini. Kalau sudah jadi player dan siap lomba, ya dia ikut lomba. Tinggal mampu kualitasnya burung untuk ikut event nasional," kata Joned.
Kini masih ada 25 ekor merpati yang menurutnya memiliki mental juara.
"Terkadang orang hanya melihat saya sekarang. Tidak mau melihat perjuangan saya. Bagaimana melatih mental merpati dan menjaga nutrisi," beber Joned.
Pembelian burung merpati kolong itu dilakukan secara tunai.
"Saya tidak sempat menghitung uang tersebut karena saya percaya dengan pembelinya. Pembeli burung merpati saya itu juga teman saya," ucapnya.
Video pembelian burung itu pun viral di media sosial. Dalam video tampak sejumlah pria tengah melakukan transaksi jual beli.
Tampak tumpukan uang yang disusun rapi di atas kandang. Rekaman tersebut tersebar luas di sejumlah akun Instagram, seperti akun @ndorobei.official. Joned mengungkapkan, pembeli burung merpati Jaguar itu sama-sama pehobi burung dan pemain burung.
"Karena saya sedang bangun rumah, uang tersebut akan digunakan untuk membangun rumah," ungkapnya.
"Rampok banderolnya sangat fantastis ya. Awal ditawar Rp 1,7 miliar tidak dilepas oleh pemiliknya, Pak Haji Roni di Bekasi," kata Yunius ditemui di salah satu kandang merpatinya di Desa Mejasem, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jumat (19/11/2021).
"Kemudian selang beberapa hari kemudian terjadi deal yang pemiliknya waktu itu kukuh minta Rampok di harga Rp 2 miliar," sambung Yunius.
Yunius mengatakan Rampok memiliki harga fantastis karena sering menang kontes burung.
Apalagi usianya yang relatif muda, yakni 2,5 tahun, rampok sudah menyabet sejumlah gelar.
Rampok pernah unggul dibandingkan merpati Jaguar milik Joned. Saat itu Rampok juara dua. Sedangkan Jaguar juara empat.
"Yang mendukung Rampok harganya bisa fantastis, karena sebelumnya ada transaksi fenomenal burung bernama Jaguar di Pekalongan sampai Rp 1,5 miliar," ujar Yunius.
"Rampok prestasinya di mana tempat selalu juara, termasuk di Jakarta. Kemudian bermain di Pekalongan, waktu itu bisa meraih juara 2 mengungguli Jaguar, dan lanjut di Semarang Rampok pernah Juara 1," imbuhnya.
Baca: Sosok Pria di Pekalongan yang Jual Merpati Senilai Rp1,5 Miliar, Kini Banjir Pelanggan
Beberapa keistimewaan Rampok, kata Yunius, yakni sudah terbentuk mental juara, pandai, dan mau dibawa ke mana-mana.
"Rampok istimewanya dia mau dibawa ke mana-mana dan selalu juara. Kalau kualitas atau kecepatannya mungkin masih banyak burung lain yang lebih cepat. Namun kepandaiannya setingkat Rampok belum ada. Dan pemilik awalnya sangat mencintai Rampok sehingga memberikan harga fantastis," sambung Yunius.
Meski demikian, dalam merawat Rampok dia tidak mau memberi perlakuan khusus meskipun harganya sangat fantastis.
"Saya yang merawat dan sebagai joki tidak boleh fokus ke nilainya. Karena akan mengganggu konsentrasi saya. Maka saya menganggap Rampok sama dengan burung yang lain," katanya. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Cerita Merpati Harga Miliaran, Jaguar Dijual Rp 1,5 M, Rampok Rp 2 M, Pemilik Sempat Tak Bisa Tidur
Sumber: Tribun Jabar
Tribunnews Update
Ayah Bangga! Ocha Berani Skakmat Keputusan Juri LCC 4 Pilar, Sempat Cemas Terlalu Hobi Belajar
2 hari lalu
Tribunnews Update
Alasan SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Final Ulang LCC MPR, Tegaskan Tak Ada Niat Anulir Hasil Lomba
2 hari lalu
Tribunnews Update
Cerita Ocha Peserta LCC MPR Diberi Tips Debat hingga Dapat Semangat dari Wapres Gibran
2 hari lalu
Tribunnews Update
Reaksi Ocha saat Dapat Apresiasi Khusus dari Citilink di Dalam Pesawat: Saya & Tim Berterima Kasih
2 hari lalu
Tribunnews Update
Lagi! Ocha LCC Kalbar Dapat Hadiah saat Penerbangan, Citilink Puji Keberanian dan Etika saat Lomba
2 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.