TRIBUNNEWS UPDATE
Kisah 2 Merpati yang Dibanderol Harga Miliaran Rupiah, Salah Satu Pemilik Akui Sempat Sulit Tidur
TRIBUN-VIDEO.COM - 2 ekor merpati di Kota Tegal dan Pekalongan, Jawa Tengah membuat heboh masyarakat.
Hal tersebut lantaran keduanya dibanderol dengan harga mencapai miliaran rupiah.
Salah seorang pemilik merpati yang dijual dengan harga Rp1,5 miliar bahkan mengaku sempat tak bisa tidur lantaran harus melepas burung merpati kesayangannya.
Dua ekor merpati di Pekalongan dan Tegal terjual dengan harga fantastis hingga mencapai miliaran rupiah.
Pertama ialah merpati bernama Jaguar milik Muhammad Joned, warga Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, yang dijual Rp 1,5 miliar pada September 2021.
Joned yang merupakan pemilik merpati bernama Jaguar menyebut, merpati miliknya tersebut pernah ditawar dengan harga Rp600 juta.
"Kemudian ada seorang bos dari Jakarta, dua tahun lalu datang ke kandang nawar untuk membeli Jaguar dengan harga Rp 600 juta, namun saya tolak," ucap Joned, dikutip dari Tribun-Pantura.com, Minggu (26/9/2021).
Namun tawaran tersebut ditolak olehnya.
Kemudian bos yang menawar tersebut kembali menawar Jaguar seharga Rp 1 miliar, dan kembali ditolak oleh Joned.
Hingga akhirnya Joned melepas merpati Jaguar kepada bos asal Jakarta tersebut dengan harga Rp1,5 miliar.
"Setelah itu ia menghubungi saya lagi, nanya pasnya berapa? Aku jawab Rp 1,5 miliar dan itu langsung deal. Akhirnya, pembeli itu langsung datang ke sini dan burung langsung diboyong bos dari Jakarta yang namanya Om Pingping," kata Joned lagi.
Baca: Burung Merpati Milik Joned yang Sempat Ditawar Rp600 Juta hingga Akhirnya Deal Rp1,5 Miliar
Joned mengungkapkan bahwa dirinya sempat tak bisa tidur lantaran harus melepas burung merpati kesayangannya.
Sementara itu pada November 2021, hal serupa terjadi di Tegal, Jawa Tengah.
Seorang pria bernama Yunius yang merupakan peternak merpati, membeli merpati bernama Rampok dengan harga Rp2 miliar dari seseorang di Kota Bekasi.
"Rampok banderolnya sangat fantastis ya. Awal ditawar Rp 1,7 miliar tidak dilepas oleh pemiliknya, Pak Haji Roni di Bekasi," kata Yunius ditemui di salah satu kandang merpatinya di Desa Mejasem, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jumat (19/11/2021).
Yunius mengatakan, Rampok memiliki harga fantastis karena sering memenangkan kontes merpati.
Terlebih usianya yang relatif muda, yakni 2,5 tahu, Rampok sudah menyabet sejumlah gelar.
Bahkan, Rampok pernah unggul dibandingkan merpati Jaguar milik Joned dalam satu kesempatan.
"Yang mendukung Rampok harganya bisa fantastis, karena sebelumnya ada transaksi fenomenal burung bernama Jaguar di Pekalongan sampai Rp 1,5 miliar," ujar Yunius.
Yunius juga menjelaskan beberapa keistimewaan merpati Rampok.
Rampok disebut sudah terbentuk mental juara, dan pandai.
"Rampok istimewanya dia mau dibawa ke mana-mana dan selalu juara. Kalau kualitas atau kecepatannya mungkin masih banyak burung lain yang lebih cepat," katanya
"Namun kepandaiannya setingkat Rampok belum ada. Dan pemilik awalnya sangat mencintai Rampok sehingga memberikan harga fantastis," sambung Yunius.
Meski demikian, dalam merawat rampok, Yunius tidak ingin memberi perlakuan khusus meskipun harganya yang sangat fantastis.(Tribun-Video/Mei Sada Sirait)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Mengenal Merpati Jaguar dan Rampok Seharga Rp 1,5 M dan Rp 2 M, Bikin Pemilik Tak Bisa Tidur
# TRIBUNNEWS UPDATE # Kota Tegal # Pekalongan # miliaran
Reporter: Mei Sada Sirait
Sumber: Kompas.com
TRIBUNNEWS UPDATE
YLBHI Kritik TNI Bubarkan Nobar Film Pesta Babi: Bukan Tugas Aparat Larang Tontonan Seni
6 hari lalu
Tribunnews Update
Taktik Rusia Selundupkan Senjata Maut ke Iran Gempur AS-Israel, Bantuan Dikirim lewat Laut Kaspia
6 hari lalu
Tribunnews Update
Fitri Salhuteru Tegur Doktif Stop Catut Nama Kartika Putri di Kasus DRL: Tak Mau Ribut
6 hari lalu
Tribunnews Update
Bandar Judol di Jakbar Diburu Polri, Incar Sosok Bos Besar Penggerak 321 WNA di Indonesia
6 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Wilayah Teluk Bergejolak! Rudal Canggih Iran Gempur UEA Kuwait, Kapal Kargo AS di Qatar Dilumat IRGC
6 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.