HARI PAHLAWAN
Kenali Sosok Pahlawan yang Jadi Google Doodle Hari Ini, Seorang Maestro Musik Indonesia
TRIBUN-VIDEO.COM - Jika Tribunners membuka Google hari ini pasti akan melihat sosok pahlawan yang menjadi Google Doodle.
Ia adalah Ismail Marzuki yang merupakan seorang komposer yang menciptakan sederet lagu-lagu patriotik semasa hidup.
Kenali yuk bagaimana perjuangannya menjadi seorang komposer hebat.
Jasa dari Ismail Marzuki menciptakan lagu patriotik itu membuatnya dikukuhkan menjadi pahlawan nasional.
Pada 10 November 1968, pemerintah Indonesia menghormati warisan sang seniman dengan peresmian tempat yang sekarang dikenal luas sebagai Taman Ismail Marzuki (TIM).
Baca: Fakta Unik Kisah Pahlawan Cut Nyak Meutia, Pernah Bikin Belanda Kebingungan
Taman Ismail Marzuki berfungsi sebagai pusat pelestarian warisan budaya Indonesia dan inovasi kreatif dalam seni rupa, musik, teater, tari, dan film.
Ismail Marzuki lahir pada 11 Mei 1914 dan meninggal pada 25 Mei 1958 di Jakarta.
Ia sangat kental dengan budaya Betawi.
Nama sebenarnya adalah Ismail, sedangkan ayahnya bernama Marzuki, sehingga nama lengkapnya menjadi Ismail bin Marzuki.
Namun, kebanyakan orang memanggil nama lengkapnya Ismail Marzuki, bahkan di lingkungan teman-temannya kerap dipanggil Mail, Maing, atau Bang Maing.
Dikutip dari TribunStyle, Ismail Marzuki memulai debutnya di bidang musik pada usia 17 tahun, ketika untuk pertama kalinya ia berhasil mengarang lagu "Oh Sarinah” pada tahun 1931.
Tahun 1936, Ismail memasuki perkumpulan orkes musik Lief Java sebagai pemain gitar, saxophone, dan harmonium pompa.
Pada tahun 1940, Ismail Marzuki menikah dengan Eulis Zuraidah, seorang primadona dari klub musik yang ada di Bandung di mana Ismail Marzuki juga tergabung di dalamnya.
Pada masa penjajahan Jepang, Ismail Marzuki turut aktif dalam orkestra radio pada Hozo Kanri Keyku Radio Militer Jepang.
Ketika masa kependudukan Jepang berakhir, Ismail Marzuki tetap meneruskan siaran musiknya di RRI.
Selanjutnya ketika RRI kembali dikuasai Belanda pada tahun 1947, Ismail Marzuki yang tidak mau bekerja sama dengan Belanda memutuskan untuk keluar dari RRI.
Ismail Marzuki baru kembali bekerja di radio setelah RRI berhasil diambil alih.
Ia kemudian mendapat kehormatan menjadi pemimpin Orkes Studio Jakarta.
Pada saat itu ia menciptakan lagu Pemilihan Umum dan diperdengarkan pertama kali dalam Pemilu 1955.
Lagu ciptaan karya Ismail Marzuki yang paling populer adalah Rayuan Pulau Kelapa yang digunakan sebagai lagu penutup akhir siaran oleh stasiun TVRI pada masa pemerintahan Orde Baru.
Ismail Marzuki mendapat anugerah penghormatan pada tahun 1968 dengan dibukanya Taman Ismail Marzuki, sebuah taman dan pusat kebudayaan di Salemba, Jakarta Pusat.
Baca: Legiun Veteran Republik Indonesia di Surabaya Terima Donasi Rp 500 Juta untuk Hari Pahlawan
Pada tahun 2004 dia dinobatkan menjadi tokoh pahlawan nasional Indonesia.
Ia sempat mendirikan orkes Empat Sekawan.
Selain itu ia dikenal publik ketika mengisi musik dalam film Terang Bulan.
Ismail Marzuki tutup usia pada umur 44 tahun 25 Mei 1958 di kediamannya, kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, karena penyakit paru-paru yang dideritanya.
Ia menghabiskan waktu-waktu terakhirnya bersama sang istri, Eulis, dan Rahmi Asiah, anak adopsi mereka.
(Tribun-Video.com/TribunStyle.com)
Artikel ini telah tayang di TribunStyle.com dengan judul Mengenal Ismail Marzuki, Maestro Musik Indonesia yang Jadi Google Doodle di Peringatan Hari Pahlawan
# Google Doodle # Ismail Marzuki # Komposer # Hari Pahlawan # Pahlawan Nasional
Sumber: TribunStyle.com
Local Experience
Pangeran Diponegoro Dianugerahi Gelar Pahlawan dan Dikenang sebagai Simbol Perlawanan Bangsa
2 hari lalu
LIVE UPDATE
Planetarium TIM Diserbu Pemudik, Liburan Murah Meriah Disambut Antusias Nikmati Pertunjukan
Jumat, 27 Maret 2026
LIVE UPDATE
Menuju Gelar Pahlawan Nasional 2026, Nama H AS Hanandjoeddin Kembali Diperjuangkan TP2GD Belitung
Selasa, 27 Januari 2026
Local Experience
Oto Iskandar Di Nata, Pahlawan Nasional asal Bandung, Dijuluki Si Jalak Harupat Simbol Keberanian
Rabu, 3 Desember 2025
Cerita Mahasiswa UTA 45 Diskorsing di Hari Pahlawan karena Diskusi ‘Soeharto Bukan Pahlawan’
Kamis, 20 November 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.