Minggu, 10 Mei 2026

Hot Topic

BEM Unri Bantah Ada Politisasi pada Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Dekan FISIP terhadap Mahasiswi HI

Senin, 8 November 2021 14:01 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Kasus dugaan pelecehan seksual oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Riau (Unri) terhadap mahasiswinya kini masih terus berlanjut.

Setelah Dekan FISIP Syafri Harto dilaporkan ke polisi, dirinya membantah dan akan melaporkan balik pihak-pihak terkait.

Syafri Harto menduga ada aktor intelektual yang berusaha mengaitkan kasus tersebut dengan pemilihan Rektor Unri 2022 mendatang.

Menanggapi hal itu, BEM Universitas Riau turut angkat bicara.

Pernyataan Syafri Harto itu ditepis oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unri, Kaharuddin.

Ia sangat menyayangkan dugaan kasus pelecehan seksual itu disebut sebagai politisasi.

"Ini sama sekali tidak ada aktor intelektual atau dipolitisasi. Itu alibi dia (terduga pelaku) saja," jelas Kaharuddin.

Dirinya tidak memandang Syafri Harto sebagai calon rektor, dosen maupun dekan, namun memang sebagai terduga pelaku kasus pelecehan itu.

Baca: Dilaporkan atas Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Mahasiswi, Dekan Fisip Unri: Saya Tuntut Rp10 M

"Kami tidak melihat pelaku calon rektor, dosen atau pun dekan. Tapi, kami fokus sama kasus pelecehan seksual di lingkungan kampus," imbuhnya.

Kaharuddin menegaskan, pihaknya bersama Korps Mahasiswa Hubungan Internasional Unri bersatu untuk merangkul korban atas dasar kemanusiaan.

"Kami mahasiswa dan seluruh kelembagaan Universitas Riau dengan tegas menyatakan bahwa kami hadir atas dasar kemanusiaan," tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh rekan satu jurusan dan satu angkatan untuk kompak membangun solidaritas terhadap mahasiswi korban pelecehan itu.

"Dan, hari ini kawan-kawan Komahi (Korps Mahasiswa Hubungan Internasional) bergerak atas dasar solidaritas kepada temannya, satu jurusan dan satu angkatan yang mengalami pelecehan seksual," tegas Kaharuddin, Minggu (7/11/2021).

Ia mengatakan, korban berani buka suara atas dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh dosen pembimbing skripsinya itu.

"Kami diminta mengusut dan mengawal kasus ini sampai tuntas. Kenapa kami berada di depan korban, karena ini sudah benar. Korban berani buka suara," tuturnya.

Kaharuddin mengaku, pihaknya sudah bertemu dengan ibu dan tante korban.

Mereka meminta agar kasus ini diusut tuntas lantaran korban mengalami trauma berat.

"Meski korban dan keluarganya mengalami trauma dengan masalah ini. Jadi, kami membantu atas dasar solidaritas. Dan, kami berharap tidak ada lagi kejadian pelecehan seksual di lingkungan kampus," kata Kaharuddin.

Dikutip dari Kompas.com, sebelumnya mahasiswi Universitas Riau berinisial L melaporkan kasus dugaan pelecehan seksual ke Polresta Pekanbaru, Jumat (5/11/2021).

Terduga pelaku yang dilaporkan yaitu, Dekan FISIP Universitas Riau bernama Syafri Harto.

Korban melapor kasus pelecehan yang dialaminya ketika bimbingan skripsi pada Rabu (27/10/2021) lalu.

Pengakuan korban sempat diunggah di akun Instagram resmi @komahi_ur dan langsung viral saat itu.(Tribun-Video.com/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Dosen Unri Dilaporkan ke Polisi Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, BEM Bantah Ada Politisasi

# HOT TOPIC # Unri # politisasi # pelecehan seksual # FISIP

Editor: fajri digit sholikhawan
Reporter: Agung Tri Laksono
Video Production: Ardrianto SatrioUtomo
Sumber: Kompas.com

Tags
   #HOT TOPIC   #Unri   #politisasi   #pelecehan seksual   #FISIP

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved