Kamis, 30 April 2026

Terkini Daerah

Sehari-hari hanya Andalkan Anaknya, Martijah Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Mensos RI

Sabtu, 30 Oktober 2021 17:34 WIB
Tribun Kaltara

TRIBUN-VIDEO.COM, TARAKAN – Martijah tampak bersyukur setelah menerima bantuan kursi roda dari Mensos RI, Tri Rismaharini, pagi tadi sekitar pukul 09.30 WITA, Jumat (29/10/2021).

Dengan bantuan kursi roda yang diterima hari ini, minimal bisa membantu dirinya yang selama ini kesulitan beraktivitas normal di dalam rumah.

Kata Martijah, perempuan yang beralamat di RT 23 Kelurahan Pamusian ini mengatakan, ia sudah divonis dokter mengalami stroke sejak setahun terakhir.

Selama setahun ia cukup kesulitan untuk beraktivitas seperti normalnya orang lain pada umumnya.

Karena stroke yang dialami, Ia yang pernah menjadi buruh cuci selama bertahun-tahun pun akhirnya harus berhenti.

Baca: Kendala Geografis Jadi Faktor Penyebab Bantuan Sosial Sulit Disalurkan kepada Penerima Manfaat

“Hanya duduk saja di rumah. Mau mandi saja merangkak. Apa-apa gak bisa ngapa-ngapain lagi,” keluh perempuan yang mengaku di rumah ia tinggal bersama anak laki-laki dan dua cucunya.

Ia merasa sangat bersyukur dengan bantuan kursi roda yang diterima hari ini.

Terlebih ia juga mendapatkan bantuan tunai Rp 1.685.000 yang diserahkan Satker Balai Gau Mabaji Gowa, salah satu satker di bawah naungan Kemensos RI.

“Alhamdulillah senang sekali akhirnya bisa terbantu,” ungkap perempuan berusia 74 tahun ini.

Selama ini ia tak mampu membeli kursi roda. Karena harganya cukup mahal dan tak sepadan dengan kemampuan ekonominya.

Sehari-hari pun hanya mengandalkan bantuan dari anaknya yang bekerja sebagai tukang ojek pangkalan.

“Bukan ojek online, dia ojek pangkalan di Markoni,” beber perempuan kelahiran 1947 ini.

Dikatakan Martija, perempuan yang beralamat di Kelurahan Pamusian ini, pendapatan sehari-hari kadang mendapatkan Rp 100 ribu kadang pula tak sampai Rp 100 ribu.

Di tengah sulit saat ini, dengan kondisi stroke ia tak bisa maksimal menghasilkan uang untuk menghidupi keluarganya ditambah faktor usia.

Baca: Video Momen Mensos Risma Beri Bansos Atensi ke Anak Yatim di Kaltara, Total Bantuan Capai Rp700 Juta

Dan diperparah lagi, anaknya yang bekerja sebagai tukang ojek pangkalan sudah tiga kali menjalani cuci darah karena penyakit ginjal kronis.

“Seminggu cuci darah tiga kali anak saya yang tukang ojek. Abis cuci darah, cari nafkah untuk kami di rumah,” ungkapnya tak terasa menitikkan air mata tak kuat melihat kondisi sang anak yang terpaksa membanting tulang demi mengisi perut keluarga.

Sang Anak, Bernama Agus sendiri sudah lama sudah berpisah dengan sang istri. Dua anaknya atau cucunya ikut bersama Martijah.

“Pemasukan hanya mengandalkan anak saya. Sakit-sakit masih bekerja. Malam cuci darah, besok pagi masih bekerja cari nafkah untuk anak-anaknya. Mau minta sama siapa kami, makanya cari nafkah sendiri,” ungkapnya.

Dua cucunya masih harus dinafkahi. Dua cucu ssemua saat ini sudah bersekolah.

Suami Martijah sendiri sudah lama meninggal dunia. Ia memang sudah lama tinggal di Kota Tarakan.

Ia juga menceritakan bagaimana akhirnya namanya bisa terdata dan masuk dalam orang yang menerima bantuan. Awalnya didata oleh RT di tempat tinggalnya.

“Katanya ibu mau dapat bantuan kursi roda dari Ibu Menteri, saya katakana alhamdulillah. Mudah-mudahan Ibu Menteri diberikan panjang umur,” pungkasnya. (*)

Editor: Khaira Nova Hanugrahayu
Sumber: Tribun Kaltara

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved