Selasa, 28 April 2026

Fakta Viral

Tak Mau Dimutasi ke Tempat Terpencil, Brigadir SL Sengaja Viralkan Dirinya Dihajar Kapolres Nunukan

Kamis, 28 Oktober 2021 19:24 WIB
TribunWow.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Beberapa hari yang lalu sempat viral video Kapolres Nunukan, Kalimantan Utara, AKBP Syaiful Anwar menganiaya bawahannya sendiri yakni Brigadir SL.

Terjadi pada 21 Oktober 2021, AKBP Syaiful mengaku menghajar anak buahnya lantaran Brigadir SL telah lalai dalam bertugas.

Kini Brigadir SL mengakui bahwa dirinya memang telah lalai dalam menjalankan tugasnya.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, telah beredar juga permohonan maaf Brigadir SL yang disampaikan di sebuah video.

Berikut ini isi permintaan maaf Brigadir SL.

"Selamat malam komandan, senior dan rekan-rekan. Terkhusus kepada Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar, saya meminta maaf atas video yang beredar. Karena pada saat mengupload video tersebut tidak berpikir dengan jernih. Dengan beredarnya video tersebut, saya sangat menyesal dan saya membenarkan tidak melaksanakan perintah pimpinan."

"Setelah kejadian tersebut, saya langsung menghadap Bapak Kapolres Nunukan untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan. Permohonan maaf ini tidak ada unsur paksaan dari siapa pun. Sekali lagi Komandan, mohon izin, saya memohon maaf yang sebesar besarnya, atas kesalahan yang saya lakukan, demikian komandan, terima kasih," kata SL yang merupakan staf bagian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Baca: Fakta Viral Mengenai Jembatan Gantung yang Dijuluki Jembatan Sirotol Mustaqim Terungkap Lokasinya

Sebelum pemukulan terjadi, Brigadir SL ditugaskan untuk mengatasi permasalahan teknis dalam acara Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-69.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara Kombes Dearystone Supit saat dihubungi, Selasa (26/10/2021).

Dikatakan bahwa Brigadir SL sempat diminta standby, jika sewaktu waktu terjadi trouble, tapi ternyata anggota itu pergi, dan benar terjadi trouble dua kali. Setelah dicari-cari tidak ada, beberapa kali ditelepon, tidak diangkat dan justru sengaja dimatikan.

Setelahnya, baru selesai acara Brigadir SL disebut baru datang, dicoba ditelepon oleh Kapolres, ternyata aktif HP-nya. Hal itulah yang membuat Kapolres emosi.

Seusai pemukulan, AKBP Syaiful ternyata juga berencana memutasi Brigadir SL ke kantor polsek yang berada di perbatasan dengan Malaysia.

Tempat tersebut diketahui berada di lokasi terpencil yang hanya bisa dijangkau menggunakan pesawat perintis.

Tak terima atas rencana mutasi itu, Brigadir SL memilih untuk memviralkan video dirinya dihajar ke grup WhatsApp.

Baca: Fakta Viral Aipda Ambarita Paksa Periksa Ponsel Warga saat Razia, Ini Kata Pakar Hukum

Nasib Kapolres Nunukan

Sementata itu, Kapolres Nunukan mengaku emosi lantaran menganggap Brigadir SL telah lalai dalam bertugas.

Pada saat kegiatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB), Brigadir SL disebut lalai dari tugasnya sebagai bagian TIK.

Dikutip TribunWow.com dari TribunKaltara.com, kala itu Brigadir SL tiba-tiba menghilang saat bertugas ketika terjadi gangguan sinyal dan jaringan acara zoom meeting saat kegiatan HKGB berlangsung.

Menghilangnya Brigadir SL memicu Kapolres Nunukan emosi dan menghajar korban.

Kapolres Nunukan dan korban pemukulan Brigadir SA direncanakan diperiksa oleh Bidpropam Polda Kaltara pada Selasa (26/10/2021) ini.

Selama masa pemeriksaan, AKBP Syaiful Anwar dinonaktifkan sementara sebagai Kapolres Nunukan.

Adapun Surat Mutasi Brigadir SL yang ditandatangani AKBP Syaiful Anwar yang memuat mutasi Brigadir SL dari TIK Polres Nunukan ke Polsek Krayan Selatan pun juga dibatalkan. (TribunWow.com/Anung)

Editor: Tri Hantoro
Sumber: TribunWow.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved