Jumat, 10 April 2026

Terkini Daerah

Hari Kedua Pasca-kebakaran, 76 Warga Mengungsi di Kantor Kelurahan Sebengkok, Begini Kondisinya

Kamis, 28 Oktober 2021 17:11 WIB
Tribun Kaltara

TRIBUN-VIDEO.COM, TARAKAN – Memasuki hari kedua pasca kebakaran hebat pada Selasa (26/10/2021) kemarin, ratusan warga yang terdampak ditampung sementara di kantor Kelurahan Sebengkok.

Dikatakan Lurah Sebengkok, Syakhril Alamsyah, pasca kebakaran sesuai instruksi Wali Kota Tarakan, Kelurahan Sebegkok dijadikan posko sementara tepatnya di lantai 2.

Di hari pertama sampai pukul 20.00 WITA, jumlah warga terdampak kebakaran yang mengungsi sekitar 96 jiwa dari 293 jiwa warga RT 3.

“Sampai tadi pagi mengalami pengurangan dan sisa 73 jiwa yang ada di lantai 2. Di lantai satu masih untuk pelayanan,” sebutnya.

Baca: Ada 38 Rumah Warga di Kelurahan Sebengkok Hangus Terbakar, Petugas Terkendala Warga yang Melihat

Ia melanjutkan, pada pukul 21.00 WITA malam tadi, untuk jumlah KK terdata 76 KK dan jumlah jiwa bertambah menjadi 296 jiwa yang berada di penampungan.

Jumlah bangunan yang terbakar sampi pukul 18.00 WITA, ada 38 unit rumah terbakar.

“Adapun jumlah balita 14 dan empat bayi. Pak RT masih melacak warga di sana mana yang belum terdata. Sehingga data ini masih bisa berubah,” jelasnya.

Ia melanjutkan, penanganan di hari kedua, tim sudah membentuk posko penerimaan bantuan dari masyarakat Kota Tarakan.

Sejumlah kebutuhan krusial yang paling dibutuhkan di antaranya air, listrik dan perlengkapan bayi.

Baca: Si Jago Merah Melahap Rumah Permukiman Warga RT 3 Kelurahan Sebengkok, Ini Menurut Saksi Mata

Ia juga berkoordinasi dengan kecamatan dan pihak BPBD untuk memantau perkembangan pengungsian.

“Kebutuhan makan alhamdulillah sudah dipasok dari Baznas Kota Tarakan. Untuk pakaian memang ada yang sudah datang memberikan bantuan pakaian bekas. Kondisinya warga saat menyelamatkan diri memang tidak sempat menyelamatkan pakaian dalam rumah,” ujarnya.

Paling terpenting lanjutnya, kebutuhan bayi mengingat ada empat bayi dan 14 balita di lokasi pengungsian.

Bayi membutuhkan susu dan pempers serta selimut.

“Perlengkapan bayi sangat dibutuhkan. Untuk bayi tidak digabung dengan warga umum. Mereka kami tempatkan di dalam ruangan lainnya agar lebih nyaman,” jelasnya.

Syakhril juga menjelaskan kondisi keterbatasan air dan listrik di lokasi karena mengingat itu hanya kantor kelurahan.

Dengan jumlah 73 jiwa yang ingin menggunakan air bersih tentu tidaklah cukup.

“Kondisi air terbatas dan saya sudah sampaikan ke BPBD agar PDAM melancarkan airnya di sini. Kami ada satu tangka profil tapi kita belum tahu sampai kapan pengungsi bertahan di sini pasti akan cepat habis,” ujarnya.

Ia memperkirakan 4-5 hari air di tangka profil akan habis.

Selain air, pasokan obat-obatan juga sangat perlu dibutuhkan korban saat ini termasuk pula masker, hand sanitizer dan vitamin mengingat kondisi masih pandemi.

“Namun ada PMI yang sudah stanby di lokasi,” jelasnya.

Selain air, obat-obatan lanjutnya kondisi pasokan listrik juga terbatas untuk 76 jiwa yang mengungsi di lantai 2 saat ini.

“Meski ventilasi jendela dibuka, pasti tetap panas.Sementara listrik terbatas. Jadi tiga hal ini mendesak, air, listrik dan perlengkapan bayi termasuk obat-obatan, masker,” pungkasnya. (TribunKaltara.com/Andi Pausiah)

Editor: Khaira Nova Hanugrahayu
Sumber: Tribun Kaltara

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved