Selasa, 14 April 2026

Terkini Daerah

Si Jago Merah Melahap Rumah Permukiman Warga RT 3 Kelurahan Sebengkok, Ini Menurut Saksi Mata

Rabu, 27 Oktober 2021 17:11 WIB
Tribun Kaltara

TRIBUN-VIDEO.COM, TARAKAN – Musibah kebakaran membumihanguskan permukiman warga RT 3 Kelurahan Sebengkok tepatnya di area belakang Hotel Ramayana Pasar Batu Kota Tarakan, Selasa (26/10/2021).

Tercatat ada 200 KK yang bermukim di RT 3 berdasarkan penuturan Lurah Sebengkok, Syahkril Alamsyah.

Kejadiannya sendiri diperkirakan terjadi pukul 10.00 WITA, berdasarkan pengakuan salah seorang saksi mata, Muhammad Jaelani.

Muhammad Jaelani juga tercatat sebagai salah seorang warga RT 3, dan rumahnya ikut habis dilalap si jago merah.

Ia mengakui, titik api pertama berasal dari rumah Bapak Nilam.

“Lokasinya itu rumah nomor keempat sebelah kanan kalau kita dari luar. Kejadiannya sekitar jam sepuluh itu,” ujarnya seraya menunjuk lokasi rumah yang diduga awal dari titik api muncul.

Adapun penyebab kebakarannya sendiri lanjut Jaelani, setelah kebakaran ia melihat api menyambar rumah di sebelah kiri menuju area darat dan ke area pesisir atau ke laut.

Baca: Lantamal XIII Tarakan Gelar Vaksinasi Covid-19 Kedua Sasar Warga Transmigran di Bulungan

“Pokoknya membagi dua. Ada ke darat ada ke laut. Kalau pemadam saya gak lihat jamnya karena saya dari lokasi awal,” ujarnya.

Adapun saat awal kebakaran berlangsung, ia tidak mendengarkan ada ledakan.

Muhammad Jaelani juga menyebutkan pemilik rumah yang terbakar yang juga merupakan tetangganya.

Di antaranya rumah milik Nilam, lalu Syahrudin, Arbain, Jais, Ibu Rika, Pak Daud.

“Itu yang saya lihat setelah terbakar. Perkiraan ada 10 rumah ini dan di sana api masih menyala bisa jadi lebih dari 10 rumah,” ungkap Jaelani saat diwawancarai media sekitar pukul 12.00 WITA dan api masih menyambar rumah warga di area pesisir.

“Untung pemadam cepat datang. Langsung padamkan api di rumah pertama tapi angin kencang, apinya lari ke sebelahnya lari kea rah darat ke rumah saya juga terbakar. Yang pertama dari luar sebelah kanan,” ungkapnya.

Ia membeberkan itu sebenarnya rumah milik mertuanya atau orang tua dari istrinya.

Tak ada barang yang bisa diselamatkan kecuali surat-surat penting seperti KTP, KK, ijazah dan akta kelahiran.

“Itu saja yang masih bisa diselamatkan. Sama pakaian itupun saya lempar keluar. Kalau surat-surat memang saya simpan jadikan satu. Dan itu saja tadi yang langsung diambil. Kalau TV, kompor sudah habis semua terbakar. Karena saya pikirkan ijazah anak saya dan aktenya saja.

Baca: Faktor-faktor Penyebab Manokwari Rentan Kebakaran, Minimnya Fasilitas Damkar Disorot Kepala BPBD

Sampai pukul 13.00 WITA, titik api masih terlihat di beberapa titik kebakaran. Jaelani mengungkapkan, kondisi jalan memang sempit masuk ke rumah warga.

“Ada gangnya, jalannya kecil sekali. Hanya 1,5 meter tiap rumah ada gang. Ada yang berdempet. Dan rumah di sini rata-rata berbahan kayu gampang terbakar,” ujarnya.

Ia memperkirakan kerugian mencapai ratusan juta karena rumah tersebut sudah dibangun ulang dan dibuat semi permanen. Di dalam rumah yang ia huni bersama mertua ada sekitar 8 orang dan 3 KK.

“Mertua tadi sudah diselamatkan alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Tadi mertua diangkat langsung menjauh. Kalau materialnya yang mahal kalau bikin rumah untuk saat sekarang ini,” ungkap pria kelahiran 1965 ini.

Ia berharap pemerintah bisa membantu ia bersama korban lainnya agar bisa diperbolehkan kembali membangun di atas lahan tersebut. Karena saat ini menurut sepengetahuannya, rumah mertua yang dibangun di atas lahan berstatus hak pakai.

“Kalau masih diizinkan membangun kami harapkan. Walaupun tidak full. Itu saja kami harapkan, “ ungkap pria anak empat ini.

Jaelani mengungkapkan, setelah kebakaran ini, ia akan tinggal sementara di gudang yang masih selamat dari amukan api. Gudang itu biasa ia gunakan untuk dijadikan penyimpanan alat kerja. Karena ia kesehariannya sebagai tukang dan buruh harian lepas.

“Saya simpan di situ jadi nanti malam tidurnya di situ saja,” ujarnya.

(TribunKaltara.com/Andi Pausiah)

Editor: Tri Hantoro
Sumber: Tribun Kaltara

Tags
   #kebakaran   #Tarakan   #si jago merah

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved