Sisi Lain Metropolitan
Asal-Usul Awal Berdirinya Masjid Jami Al Anwar
TRIBUN-VIDEO.COM - Dua makam keramat di Masjid Jami Al Anwar, Jatinegara, Jakarta Timur, banyak didatangi sejumlah peziarah.
Bagi warga sekitaran Rawa Bunga sudah tak asing dengan dua makam di masjid tersebut.
Makam berusia ratusan tahun ini merupakan makam Datuk Umar dan makam Datuk Ali.
Pencerita sejarah Masjid Jami Al Anwar, Muhammad Rasyid, membuka cerita siapa keduanya.
Ia mengatakan, Datuk Umar kerap dikenal dengan Datuk Biru.
Datuk Biru merupakan perintis pertama masjid ini berdiri sehingga bertahan sampai sekarang di tengah masyarakat.
Dahulu, masjid ini bukanlah bernama Masjid Jami Al Anwar.
Seiring banyaknya ulama datang untuk syiar agama islam di masjid, namanya berubah menjadi Masjid Jami Al Anwar.
Baca: SISI LAIN METROPOLITAN: Masjid Tertua di Jakarta Timur - Masjid Jami Al Anwar
Al Anwar merupakan pendekar ulama Rawabangke, guru KH Marzuki Bin Nirshod.
Hingga kini, makam Datuk Ali dan Datuk Umar masih terus didatangi peziarah.
Meski letaknya di dalam areal masjid, namun peziarah yang datang ada dari mancanegara.
Suasana tempo dulu yang masih hutan dan sawah, membuat jarak antar rumah penduduk berjauhan.
Hingga akhirnya para ulama di masa itu mencetuskan untuk menghadirkan sebuah masjid sederhana untuk masyarakat beribadah.
Datuk Umar dijuluki Datuk Biru sudah menyebar dari mulut ke mulut.
"Berdasar cerita lokal dari marbot tua, Abdul Hamid bin Umar, ada orang dari makam itu keluar jubahnya biru. Itu udah biasa ya," ungkap Rasyid.
Baca: Masjid Jami Al Anwar, Tempat Ibadah dengan Mimbar dan Pintu Asli sejak Zaman Penjajahan Belanda
Hingga saat ini masih ada sejumlah peziarah yang datang, terutama ketika bulan Ramadan tiba.
Meski begitu ada sejumlah aturan yang harus dipahami oleh tiap peziarah.
"Kalau pantangan tidak ada," ungkap Rasyid kepada TribunJakarta.com, Selasa (19/10/2021).
"Tapi kalau mau ziarah ke sini harus ada wudu. Jadi lebih baik ambil wudu dulu," ia menambahkan.
Selain itu, peziarah juga dilarang untuk mengeluarkan kata-kata kasar.
Pernah ada seorang datang mengeluarkan kata-kata tidak baik untuk orang lain.
Perkataan buruk tersebut lalu berbalik kepada dirinya.
"Jangan ngomong sembarang. Ada orang ngomong gegabah ada akibatnya."
"Pernah ada yang jelekin kawannya, pulangnya berbalik ke dia. Di sini selawat dan zikir saja," pesan Rasyid.(*)
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Pantang Bicara Kasar Bagi Peziarah Makam Datuk Biru dan Datuk Ali di Jatinegara, Awali dengan Wudu
# Masjid Jami Al Anwar # Jakarta Timur # Rawa Bunga # Peziarah # makam
Sumber: TribunJakarta
Selebritis
Duka Mendalam Reza Arap saat Pemakaman Lula, Sujud di Jalan hingga Bersimpuh Depan Ibu Lula
1 hari lalu
Live Update
Misteri Makam Terbongkar di TPU Jawilan Serang, Jenazah dalam Kubur Hilang, Gegerkan Warga
5 hari lalu
Viral News
VIRAL PENCURIAN REL KERETA di Jatinegara, Besi Sepanjang 3 Meter Nyaris Digondol, KAI Buka Suara
Kamis, 15 Januari 2026
Viral News
VIRAL Mobil Lawan Arah dan Masuk Jalur TransJakarta di Matraman Jaktim, Disorot Warga Sekitar
Kamis, 15 Januari 2026
LIVE UPDATE
Juru Kunci Beri Klarifikasi Soal Kabar Lubang di Kompleks Makam Sunan Gunung Jati Tembus ke Mekkah
Sabtu, 10 Januari 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.