Yandex

Travel

Masjid Jami Al Anwar, Tempat Ibadah dengan Mimbar dan Pintu Asli sejak Zaman Penjajahan Belanda

Rabu, 21 April 2021 10:08 WIB
TribunJakarta

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUN-VIDEO.COM, JATINEGARA - Sudah ada sebelum tahun 1700-an, pondasi, pintu hingga mimbar di Masjid Jami Al Anwar , Jatinegara , Jakarta Timur sudah berumur ratusan tahun.

Nama Masjid Jami Al Anwar pastinya sudah tak asing bagi warga Jatinegara , terutama mereka yang tinggal di kawasan Rawa Bunga .

Meski tak terlalu besar, nyatanya Masjid Jami Al Anwar ini sudah berumur ratusan tahun dan telah mengalami beberapa kali pemugaran.

Baca: Ketahui Hal Menarik Tentang Masjid At-Tin, Salat dan Menikmati Keindahan Arsitektur Ala Turki

Pencerita sejarah Masjid Jami Al Anwar , Muhammad Rasyid menuturkan pada masanya masjid ini adalah satu-satunya tempat ibadah yang ada di Jatinegara.

Suasana tempo dulu yang masih hutan dan sawah, membuat jarak antar rumah penduduk berjauhan.

Hingga akhirnya para ulama di masa itu mencetuskan untuk menghadirkan sebuah masjid sederhana untuk masyarakat beribadah.

"Jadi menurut dokumen yang pernah saya tahu dari peninggalan KH Abdul Salam Bin Hasni bin Husen Bin Adnan renovasi yang ke-10 saja 1930-1934. Itu zaman Belanda.
Masjid ini sudah ada tahun 1700-an dan kemungkinan juga sebelum itu," katanya di lokasi, Selasa (20/4/2021).

Setelah melalui kesepakatan bersama, akhirnya para warga desa melakukan urunan atau patungan untuk menyumbangkan pondasi masjid.

Sekiranya ada 12 desa pada masa itu yang menyumbangkan 12 tiang kayu jati asli Jawa Timur.

Baca: Masjid Muhammadan Dijuluki Masjid Dakwah Publik Sumbar, Jamaah yang Datang Ada dari Luar Negeri

"Tiang 12 ini asli. Jadi dulu satu desa urunan satu tiang. Itu kayu jati dari Jawa Timur. Jadi masjid ini sudah sangat tua sekali. Aslinya tiang 12, dibangun oleh 12 desa," lanjutnya.

Selanjutnya, enam pintu kayu di bagian samping masjid juga merupakan bangunan asli.

Sementara mimbar yang digunakan untuk khutbah juga masih asli sejak masjid ini berdiri.

"Jadi masih ada lagi yang merupakan bangunan asli. Mimbar ini sudah berumur ratusan tahun dan 6 pintu di samping masjid itu masih asli," ucapnya.

Masjid tertua di Jakarta Timur

Menjadi masjid satu-satunya masjid pada masa itu, Rasyid mengklaim Masjid Al Anwar sebagai masjid tertua di kawasan Jakarta Timur.

Keberadaannya yang diperkirakan sebelum tahun 1700-an membuat masjid ini sentral dakwah pertama di Jakarta Timur.

"Ini sentral dakwah. Untuk Jakarta Timur ini masjid tertua. Dari 1700-an. Sebelumnya juga kemungkinan sudah ada," jelasnya.

Baca: Masjid Jami Al Mamur Peninggalan Maestro Lukis Raden Saleh, Dibangun Gotong Royong Warga

Oleh sebab itu, banyak ulama yang datang silih berganti di masjid ini untuk mensyiarkan agama islam.

Selain itu, Rasyid menjelaskan mulanya masjid ini dicetuskan oleh Datuk Umar.

Banyaknya pejuang pada masa itu, turut membuat masjid ini sebagai tempat mengatur strategi melawan Belanda selain untuk syiar islam.

Oleh sebab makam Datuk Umar dan anaknya, Datuk Ali berada di dalam Masjid Jami Al Anwar. (*)

Baca juga berita terkait di sini

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Melihat Masjid Jami Al Anwar: Pondasi, Pintu & Mimbar Berusia Ratusan Tahun Sejak Penjajahan Belanda

# Masjid Jami Al Anwar # Jatinegara # Rawa Bunga # sejarah

Editor: Panji Anggoro Putro
Video Production: Muhammad Ulung Dzikrillah
Sumber: TribunJakarta
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved