Minggu, 11 Mei 2025

Kesehatan Gizi

Berbagai Manfaat dari Obat Kumur, Bisa Atasi Bau Mulut hingga Mencegah Kerusakan Gigi

Jumat, 22 Oktober 2021 16:30 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Moutwash merupakan solusi untuk mengatasi bau mulut.

Namun sebenarnya obat kumur dirancang bukan hanya untuk mengatasi masalah tersebut.

Berikut ini beberapa kondisi yang bisa diatasi dengan obat kumur, dilansir TribunHealth.com dari laman American Dental Association (ADA), Jumat (22/10/2021).

Osteitis Alveolar (Soket Kering)

Osteitis alveolar (AO), juga dikenal sebagai soket kering, adalah kondisi pascaoperasi yang umum setelah prosedur pencabutan gigi, terutama pada gigi molar ketiga.

AO terjadi ketika bekuan fibrin yang terbentuk setelah ekstraksi terlepas

Baca: Lidah Tak Bersih Bisa Memicu Bau Mulut, Ini Penjelasan dari Dokter Gigi

Penyebab yang mendasarinya tidak jelas, diteorikan bahwa bakteri menyebabkan dekomposisi bekuan darah, yang kemudian mengganggu stabilitasnya.

AO biasanya menyebabkan rasa sakit yang hebat di dalam dan di sekitar lokasi ekstraksi 2 hingga 3 hari setelah prosedur.

Sebuah tinjauan sistematis baru-baru ini dan meta-analisis dari 18 percobaan telah menunjukkan klorheksidin, tanpa penggunaan antibiotik, efektif untuk pencegahan AO setelah ekstraksi molar ketiga.

Bau Mulut (Bau Napas)

Senyawa sulfur volatil (VSC) adalah faktor utama penyebab bau mulut atau bau mulut.

Mereka muncul dari berbagai sumber (misalnya, kerusakan makanan, plak gigi dan bakteri yang terkait dengan penyakit mulut).

Baca: Punya Masalah Bau Mulut? Cegah dengan 6 Rekomendasi Obat Kumur Ini

Obat kumur kosmetik dapat menutupi bau mulut sementara dan memberikan rasa yang menyenangkan, tetapi tidak memiliki efek pada bakteri atau VSC.

Obat kumur dengan agen terapeutik seperti antimikroba, bagaimanapun, mungkin efektif untuk mengendalikan bau mulut jangka panjang.

Antimikroba dalam formulasi obat kumur termasuk klorheksidin, klorin dioksida, setilpiridinium klorida, dan minyak esensial (misalnya, eucalyptol, mentol, timol, dan metil salisilat).

Agen lain yang digunakan dalam obat kumur untuk menghambat senyawa penyebab bau termasuk garam seng, keton, terpene, dan ionone.

Baca: Cara Penyembuhan Penyakit Lidah dan Bau Mulut

Meskipun kombinasi klorheksidin dan cetylpyridinium klorida ditambah seng laktat telah terbukti secara signifikan mengurangi bau mulut, hal itu juga dapat secara signifikan berkontribusi pada pewarnaaan gigi.

Plak dan Gingivitis

Ketika digunakan dalam obat kumur, bahan antimikroba seperti cetylpyridinium, chlorhexidine, dan minyak esensial telah terbukti mengurangi plak dan gingivitis bila dikombinasikan dengan menyikat gigi dan flossing setiap hari.

Kerusakan gigi

Ion fluoride, yang mendorong remineralisasi, dapat diberikan oleh obat kumur tertentu.

Tinjauan sistematis Cochrane menemukan bahwa penggunaan obat kumur fluoride secara teratur mengurangi kerusakan gigi pada anak-anak, terlepas dari paparan sumber fluorida lain (yaitu, air berfluoride atau pasta gigi yang mengandung fluorida).

Pereda Nyeri Topikal

Obat kumur yang menawarkan pereda nyeri paling sering mengandung anestesi lokal topikal seperti lidokain, benzokain/butamin/tetrakain hidroklorida, diklonin hidroklorida, atau fenol.

Selain itu, natrium hialuronat, polivinilpirolidin, dan asam glisirrhetinat dapat bertindak sebagai penghalang untuk meredakan nyeri sekunder akibat lesi oral.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunhealth.com dengan judul Mengenal Berbagai Manfaat Obat Kumur, Atasi Bau Mulut hingga Mencegah Kerusakan Gigi

Editor: Bintang Nur Rahman
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: Tribun Video

Video TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved