TRIBUNNEWS UPDATE

Menkes Budi Gunadi Yakin Indonesia Sudah Capai Herd Immunity, Begini Penjelasan Lengkapnya

Rabu, 20 Oktober 2021 13:33 WIB
VOA

TRIBUN-VIDEO.COM - Pandemi Covid-19 hingga kini masih melanda sejumlah negara di dunia termasuk Indonesia.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin menyebut bahwa Indonesia sudah mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok.

Bukan tanpa alasan, pernyataan ini disampaikan Menkes Budi berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan.

Hal ini disampaikan Menkes Budi Dunadi Sadikin dalam wawancara bersama VOA di Washington D.C, Selasa (19/10/2021).

Dalam wawancara itu menkes awalnya bercerita bahwa beberapa pihak sempat bertanya kepadanya terkain penurunan kasus Covid-19 di Indonesia.

Menurutnya, hal itu karena Indonesia kini sudah mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok.

"Sempat ditanya 'Indonesia kenapa turun (kasus Covid-19)?', ya satu-satunya penjelasan yang ilmiah ya karena memang herd immunity sudah tercapai." kata Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam video wawancara bersama VOA.

Baca: Syarat Naik Pesawat di Bandara Adi Soemarmo Solo per Oktober 2021: Vaksin, Swab dan PeduliLindungi

Budi lantas menjelaskan, jika 50 persen dalam suatu kelompok sudah divaksin itu sudah bisa menciptakan kekebalan untuk lainnya.

"Kalau yang divaksin baru 50 persen, yang sisanya pasti kira-kira sudah," jelasnya.

Menkes lantas membeberkan hasil penelitian menunjukkan 25 hingga 40 persen orang di sejumlah kota di Indonesia sudah terinfeksi Covid-19.

Sementara itu, kini vaksinasi dosis pertama di Indonesia sudah mencapai 51 persen dari target populasi berusia di atas 12 tahun.

Untuk vaksinasi dosis kedua, diketahui siudah mencapai 30 persen.

"Desember kita bisa 84-85 persen dari target untuk suntikan pertama, untuk suntikan kedua mungkin sekitar 60 persen mungkin, sampai akhir Desember ya." lanjutnya.

Budi menyebut, vaksinasi booster akan mulai terapkan pada tahun 2022 dan gratis bagi kelompok masyarakat tertentu.

"Akan kita ubah mekanismenya, karena kan kewajiban negara yang ada di undang-undang wabah adalah memberi proteksi vaksinasi yang pertama."

"(untuk yang) Penerima bantuan pemerintah untuk BPJS, jadi masyarakat yang tidak mampu. Ini ada sekitar 90 juta orang, itu gratis (vaksin booster)." terangnya Menkes Budi.

Baca: Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di SMPN 1 Tarakan, Jokowi Berikan Pesan Ini untuk Para Pelajar

Ia lantas memperkirakan untuk range harga vaksin booster untuk satu kali suntikan sekira Rp140 ribu.

"Kisaran (harga vaksin) nya sekitar 5-7 dolar AS lah, mungkin dengan ongkos-ongkos 10 dolar (Rp140.000)."

Meski situasi pandemi Covid-19 di Indonesia membaik, Budi menyatakan bahwa targetnya bukan untuk menghilangkan pandemi.

Pasalnya pandemi bukanlah masalah yang bisa cepat diselesaikan, butuh waktu 5-10 bahkan ada yang 100 tahun yakni polio belum juga hilang.

"Bahwa pandemi itu nggak bisa selesai cepat, paling cepat itu 5 tahun ada yang 10 tahun. Ada kayak polio sudah 100 tahun juga nggak hilang-hilang sampai sekarang."

Sehingga targetnya adalah mengurangi laju penularan pandemi agar kebutuhan rumah sakit bisa di bawah kapasitasnya.

"Jadi memang targetnya jangan menghilangkan sama sekali pandemi. Tapi semua pandemi itu targetnya adalah mengurangi laju penularannya. Supaya yang butuh rumah sakit itu selalu bisa masuk. Jadi di bawah kapasitas rumah sakit kita." tutupnya. (Tribun-video.com)

# Pandemi Covid-19 # Budi Gunadi Sadikin # herd immunity # vaksin booster

Editor: Aprilia Saraswati
Reporter: Dea Mita
Video Production: Unzila AlifitriNabila
Sumber: VOA

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved