Jumat, 24 April 2026

terkini daerah

Pencemaran Teluk Jakarta Mengandung Obat Kepala dan Demam, Pemprov DKI Bakal Usut Sumber Ini

Sabtu, 2 Oktober 2021 20:38 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta segera menindaklanjuti laporan yang dimuat dalam Buletin Polusi Laut, yang diterbitkan oleh sciencedirect.com.

Disebutkan, dalam laporan yang berjudul ‘Konsentrasi Tinggi Parasetamol dalam Limbah yang Mendominasi Perairan Teluk Jakarta, Indonesia’, itu menyatakan, limbah yang mencemari laut di Teluk Jakarta disebut mengandung parasetamol.

Humas Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Yogi Ikhwan mengatakan pihaknya akan mengusut sumber pencemaran yang menyebabkan Teluk Jakarta mengandung obat sakit kepala dan demam itu.

“Kami akan dalami dan telusuri sumber pencemarannya,” kata Yogi, Jumat (1/10/2021). Pemprov DKI Jakarta berterima kasih kepada para peneliti yang melakukan penelitian di Teluk Jakarta.

“Nanti kami dalami, kami telusuri di mana sumbernya dan akan membuat kebijakan-kebijakan untuk mengatasi pencemaran itu,” ucap Yogi.

Baca: Waspada, Teluk Angke dan Ancol Tercemar Paracetamol, Warga Sering Temukan Bangkai Ikan dan Rajungan

Baca: Pencemaran Teluk Jakarta Mengandung Obat Kepala dan Demam, Pemprov DKI Bakal Usut Sumber Ini

Menurutnya, kandungan obat-obatan di air laut termasuk ke dalam parameter khusus yang jarang diteliti.

Namun demikian, adanya temuan ini dapat dikategorikan sebagai pencemaran air laut.

Maka dari itu, pihaknya membutuhkan pendalaman untuk menguji kualitas air laut di Teluk Jakarta.

“Iya (pencemaran), karena bukan pada tempatnya. Parasetamol kok ada di laut, apa pun yang tidak pada tempatnya, apapun yang melebihi kadarnya di suatu tempat tergolong pencemaran,” ucapnya.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa pencemaran tersebut akan sangat berdampak bagi biota laut.

“Kan harus di tempatnya ya, pasti akan berpengaruh ke biota laut gitu kan, bisa juga teracuni atau seperti apa. Mungkin kalau untuk manusia nggak berefek, tapi terhadap biota laut lainnya ada pengaruhnya,” ucapnya.

Yogi mengatakan, ia bersama pihaknya telah rutin melakukan pemantauan air laut selama dua kali dalam setahun.

Baca: KSAL Resmikan Renovasi Gedung Laut Koral Akademi Maritim Nasional Jakarta Raya

Namun, parasetamol tidak menjadi komponen yang diuji.

“Kalau parasetamol bukan parameter yang standar. Cuma memang si perisetnya meneliti yang lebih spesifik, mungkin karena punya pengalaman tertentu makanya kepikiran ke arah sana. Nanti kita cek juga sih, nanti bisa jadi parameter yang kita ukur juga,” ucapnya.

Sementara, Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Zainal Arifin mengatakan, penelitian tersebut menganalisis sampel yang dikumpulkan di empat lokasi Teluk Jakarta dan satu lainnya di pantai utara Jawa Tengah.

Satu di antara peneliti mengungkap kesimpulan awal sumber parasetamol ini.

Kendati demikian, bukan hanya persoalan pencemaran logam berat atau minyak. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Teluk Jakarta Mengandung Parasetamol, Pemprov DKI Bakal Usut Sumber Pencemaran

Editor: Dimas HayyuAsa
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved