Sabtu, 11 April 2026

terkini daerah

Gunung Merapi Keluarkan 67 Guguran Lava dalam Sepekan, Kubah Lava Tambah Tinggi

Jumat, 1 Oktober 2021 21:39 WIB
TribunSolo.com

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUN-VIDEO.COM - Sepekan terakhir ini aktifitas gunung Merapi menunjukkan penurunan.

Dibanding pekan sebelumnya, jumlah lava dari puncak Merapi lebih sedikit.
Hal itu iterlihat dari Laporan Aktifitas Gunung Merapi pada tanggal 24-30 September 2021 yang dilakukan Balai penyelidikan dan pengembangan kebencanaan geologi (BPPTKG) Jogjakarta yang diunggah melalui Instagram @bpptkg dan Twitter @BPPTKG.

Pada periode pengamatan ini, BPPTKG mencatata guguran lava teramati sebanyak 67 kali.

Guguran tersebut masih mengarah ke barat daya dengan jarak luncur maksimal 1.800 m.

Sedangkan pada periode pengamatan 17-23 September, guguran lava tercatat mencapai 141 kali dengan jarak luncur menyentuh 2 kilometer dari puncak Merapi.

Baca: Gunung Merapi Keluarkan 67 Guguran Lava dalam Sepekan, Kubah Lava Tambah Tinggi

Baca: Icip Sensasi Pedasnya Bakso Mangkuk Kawah Merapi di Sragen, Pecinta Pedas Wajib Mencoba

Pada periode itu, kubah lava yang ada di barat daya juga mengalami sedikit perubahan.

Volume kubah lava barat daya juga meningkatkan dari sebelumnya sebesar 1,55 juta meter kubik pada periode 10-16 September menjadi 1,6 juta meter kubik.

Sedangkan untuk kubah tengah masih sama, yakni sebesar 2,854 juta meter kubik.

Meski jumlah guguran lavanya turun, namun kubah lava barat daya malah bertambah tinggi.

Kurang lebih 1 meter. Begitu juga dengan vulemnya bertambah 30 ribu meter kubik.

Sedangkan untuk,  deformasi Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada minggu ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.

" Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di gunung Merapi," kata Kepala BPPTKG Jogjakarta, Hanik Humaida.

Dia menyebut,  Aktivitas vulkanik berupa aktivitas erupsi efusif gunung Merapi masih cukup tinggi.

Saat ini  status aktivitas ditetapkan dalam tingkat SIAGA.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas masih mengarah ke sektor Tenggara–Barat Daya atau ke arah sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer  dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

 " Potensi lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak," imbuh Hanik.

(*)

Baca: Jadi ASN dan Telah Mengabdi 14,5 Tahun, Pria Asal Sleman Ini Pilih Mundur dan Berbisnis Pie Salak

Editor: Dimas HayyuAsa
Sumber: TribunSolo.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved