Selasa, 7 April 2026

Terkini Daerah

Bupati Nunukan Larang Pelajar PTM Terbatas jika Belum Divaksinasi

Senin, 27 September 2021 21:54 WIB
Tribun Kaltara

TRIBUN-VIDEO.COM, NUNUKAN - Bupati Nunukan Asmin Laura larang pelajar yang belum divaksinasi mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Hal itu disampaikan Asmin Laura saat meninjau vaksinasi pelajar tingkat SMP/ sederajat di SMPN 1 Nunukan Selatan.

Diketahui vaksinasi pelajar kali ini merupakan kerjasama Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin (UNHAS) dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan.

Baca: Wapres Bicara Endemi, Jangan Sampai PTM Jadi Pemicu Ledakan Covid, Persiapan Atlet di Piala Sudirman

"Saya anjurkan agar siswa yang belum divaksin tidak boleh ikuti PTM terbatas. Cukup Daring saja. Kita khawatir, anaknya belum punya kekebalan tubuh, lalu ke sekolah justru gampang tertular. Kami sudah instruksikan kepada dinas terkait agar mengutamakan siswa yang sudah divaksin," kata Asmin Laura kepada TribunKaltara.com, Senin (27/09/2021), pukul 10.30 Wita.

Dalam kesempatan itu, Asmin Laura juga mengapresiasi IKA UNHAS yang telah bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk mensukseskan vaksinasi pelajar.

"Apa yang telah dilakukan oleh IKA UNHAS patut kita apresiasi. Karena seiring proses vaksinasi banyak hambatan yang dihadapi oleh Satgas, utamanya mencari sasaran atau target vaksin," ucap Asmin Laura yang juga Ketua IKA UNHAS Kabupaten Nunukan.

Menurutnya, saat ini pasokan vaksin di Nunukan sangat banyak, namun pihaknya masih saja kesulitan dalam mencari target vaksinasi.

Baca: Siswa SMKN 2 Pariaman Peduli Program Pemerintah untuk Wajibkan Vaksin, Berharap PTM Terus Dilakukan

Baca: Muncul Klaster Covid-19 di Sebuah Sekolah di Jepara saat Berlangsungnya PTM, Ganjar: Langsung Tutup

"Padahal masyarakatnya justru wara-wiri, ke sana-sini. Itulah fakta di lapangan. Tidak semua orang mau divaksin. Terbukti orang tua di sekolah ini, ada sekira 20-an yang menolak anaknya divaksin," ujarnya.

Dia menegaskan kepada Kepala Sekolah dan para guru, dan orang tua untuk menjadi pilar edukasi di lingkungan masyarakat.

Bagi dia, vaksinasi itu adalah bentuk ikhtiar pemerintah dalam meminimalisir penyebaran Covid-19.

Bahkan, orang nomor satu di Nunukan itu menyebut 90 persen warganya yang meninggal dunia, belum mendapat vaksin Covid-19.

"Hasil evaluasi kami, 90 persen lebih warga yang meninggal dunia belum divaksin. Dengan berbagai macam alasan. Mungkin masih banyak yang terpengaruh sama hoax yang ada," tuturnya.

Saat ditanyai mengenai vaksinasi pelajar tingkat SD, Asmin Laura menuturkan Pemerintah dalam tahap uji klinis.

"Kita berharap secepatnya ada hasil uji klinis untuk pelajar tingkat SD. Sekarang ini, perlu kita ketahui ada kejenuhan siswa termasuk anak saya karena terlalu lama Daring. Makanya banyak yang minta tatap muka, sepanjang sudah divaksin," ungkapnya.

Sekadar diketahui, vaksinasi tingkat SMP pagi tadi diikuti oleh 700 siswa, yang merupakan gabungan dari SMPN 1 Nunukan Selatan dan SMPK St Gabriel Nunukan. (*)

TRIBUNKALTARA.COM/Febrianus Felis

Editor: Bintang Nur Rahman
Sumber: Tribun Kaltara

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved