Yandex

LIVE UPDATE

LIVE UPDATE: DPD PDIP DKI Jakarta Laporkan Akun YouTube Hersubeno Arief yang Sebut Megawati Kritis

Rabu, 15 September 2021 21:14 WIB
Tribunnews.com
Editor: Purwariyantoro | Reporter: Mufti Rosyidatul Fauziah | Video Production: Ramadhan Aji Prakoso

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana

TRIBUN-VIDEO.COM - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP DKI Jakarta mempolisikan konten YouTube yang menarasikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kritis di sebuah rumah sakit.

Konten itu diunggah oleh Hersubeno Arief pemilik channel YouTube Hersubeno Point yang menayangkan kabar hoaks Megawati sakit dengan menyebut kabar itu 1.000 persen valid. Melalui Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) DPD PDIP DKI Jakarta, Hersubeno dilaporkan di Polda Metro Jaya.

"Hari ini kami resmi melaporkan saudara Beno Arif dan kawan-kawan ke Polda Metro Jaya atas video di media sosial. Dalam video itu dinarasikan berita bohong yang menyampaikan ibu Megawati mengalami sakit atau koma yang dikatakan informasi itu valid 1.000 persen. Oleh sebab itu kami hari ini melaporkan agar kepolisian bisa melaksanakan dan bekerja profesional," kata Ronny Talapessy Wakil Ketua DPD DPI Perjuangan DKI Jakarta, Rabu (15/9/2021).

Baca: PMI Jakarta Laporkan Penyebar Hoaks Ucapan Dukacita Mirip Megawati

Ronny mengatakan laporan itu dilayangkan karena isu tersebut sangat provokatif dan berbahaya serta merugikan partai berlogo banteng itu. Tak hanya di DKI, sebanyak lima DPD PDIP juga resmi melaporkan konten itu ke kepolisian.

"Kami sebagai partai melaksanakan tugas dan fungsi saya sebagai wakil ketua DPD PDIP bidang hukum saya laksanakan tugas saya. Lima DPD PDIP turut melaporkan kasus yang sama ke kepolisian daerah masing-masing," tambahnya.

Laporan konten hoaks itu sendiri dilakukan oleh Herdian Saksono dari BBHAR PDIP DKI Jakarta selaku pelapor. Terdapat bukti-bukti yang dilampirkan mulai dari tangkapan layar sebuah protal berita dan flashdisk berisi rekaman video Hersubeno yang viral di akun YouTube-nya.

Baca: Kronologi Hoaks Megawati Dirawat karena Sakit, Berawal dari Beredar di Medsos, Ini Kata Ketum PDIP

"Kami juga melampirkan bukti berupa flashdisk, tangkapan layar berita yang memuat pernyataan terlapor," jelas Herdian.

Laporan DPD DKI Jakarta diterima oleh Setra Pelayanan Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Sementara laporan tersebut teregister dengan nomor surat LP/B/4565/IX/SPKT/Polda Metro Jaya.

Seperti diketahui, melalui channel YouTube Hersubeno Point, Hersubeno Arief membuat konten dengan menyebut menerima informasi melalui aplikasi WhatsApp dari seorang dokter yang juga merupakan temannya di sebuah rumah sakit. Ia mengaku dikirimi chat yang menginformasikan kepada Harsubeno bahwa Megawati dalam keadaan kritis.

"Seorang teman dokter mengirim WhatsApp ke saya isinya begini. Megawati koma. Di ICU RSPP. Valid 1000 persen," kata Hersubeno mengulangi pesan yang dikirimkan oleh temannya tersebut, Kamis (9/9/2021).

Hersubeno lantas mempercayai informasi tersebut yang diyakininya valid. Bahkan, Hersubeno mengaku telah sedikit yakin atas informasi bahwa Megawati tengah menjalani pemeriksaan.

"Nah kalau ada temen dokter yang mengirim pesan seperti ini, saya jadi rada-rada yakin walaupun saya sebagai awak media harus mengkonfirmasi," katanya dikutip dari channel YouTube Hersubeno Point.(*)

# PDIP # Hersubeno Arief # Kabar Hoaks Megawati Meninggal Dunia # Megawati Soekarnoputri

Baca berita lainnya terkait Kabar Hoaks Megawati Meninggal Dunia

Sumber: Tribunnews.com

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved