Kamis, 14 Mei 2026

Travel

Viral Eks Pramugari Scoot Jualan Kue Bola Pasta Ubi, Banjir Orderan hingga 1.000 Kue Ludes Sehari

Kamis, 26 Agustus 2021 19:41 WIB
TribunTravel.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Dampak pandemi Covid-19 benar-benar dirasakan berbagai sektor usaha, termasuk jasa transportasi udara.

Aturan pembatasan wilayah dan ketatnya syarat bepergian membuat orang enggan ke luar rumah.

Alhasil, jasa transportasi sepi penumpang.

Banyak jasa transportasi yang mengurangi jumlah karyawan selama pandemi.

Demikian pula yang dilakukan maskapai penerbangan Singapura, Scoot.

Situasi pandemi yang belum mereda terpaksa membuat seorang pramugari Scoot, Chanel Li beralih profesi setelah ia tidak lagi bekerja untuk maskapai.

Wanita berusia 23 tahun itu sebenarnya sangat menyukai pekerjaannya sebagai pramugari Scoot.

Ia pun baru saja memulai pekerjaan baru dengan maskapai impiannya tersebut.

Namun, karirnya sebagai pramugari berlangsung singkat.

Perjalanan terakhir yang ia lakukan sebagai pramugari adalah menjadi tim yang membawa pulang warga negara Singapura di Wuhan, Hubei, China pada Januari 2020 lalu.

Saat itu ia melakukan perjalanan pulang pergi dari Singapura ke Wuhan karena situasi Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan.

Baca: Mantan Pramugari Malayasia Airlines Punya Nama Unik dan Viral di Medsos, Ternyata Ada Maknanya

Dikutip TribunTravel dari laman mothership.sg, Kamis (26/8/2021), ketika pembatasan wilayah mulai diberlakukan, Li yang masih berstatus sebagai pegawai trainee tidak bisa melanjutkan karir ke tahap selanjutnya akibat pandemi.

"Saat itu aku seorang trainee dan tidak bisa terbang sama sekali, jadi rasanya sangat disayangkan," ujar Li.

Karena tidak bisa melanjutkan karirnya sebagai pramugari Scoot, Li akhirnya memutuskan membangun bisnis sesuai hobinya.

"Aku sangat suka membuat kue, tapi masalahnya aku selalu membuat terlalu banyak. Bahkan setelah keluarga dan teman-temanku ikut makan, masih tersisa," katanya.

Dengan dorongan keluarga dan teman-temannya, Li pun memutuskan membuat bisnis rumahan.

Pada Mei 2020, ia memulai Whisking Bakes dan menjual kue keju bakar yang saat itu sedang jadi tren.

Supaya kue buatannya beda dari kue keju bakar yang lain, Li menjualnya per potong.

Namun, usaha Li tidak berjalan mulus begitu saja.

Pada titik terendah, Whisking Bakes bahkan hanya menerima satu pesanan dalam satu minggu.

Awalnya Li merasa kurang semangat karena usahanya tampak belum membuahkan hasil maksimal.

Baca: Maskapai Super Air Jet Resmi Terbang Perdana, Pramugarinya Bergaya Anti Mainstream

Namun Li berusaha bangkit dan kembali mencari ide baru untuk mengembangkan bisnis kue buatannya.

Hingga tiba momen perayaan Tahun Baru Imlek, kue buatan Li pun banjir orderan.

Saat Imlek, kue nastar sudah umum jadi bingkisan hantaran, namun Li mencoba membuat kue unik bernama 'Orh nee' atau kue bola-bola berisi pasta ubi.

Satu toples kecil berisi 11 bola pasta ubi buatan Li harganya 14 dolar Singapura.

Meskipun harganya sedikit mahal, tapi rasa kue bola pasta ubi buatan Li sangat lembut dan lezat.

Ia butuh waktu lebih dari 24 jam untuk meracik resepnya.

Usahanya pun tidak sia-sia.

Tiga minggu pertama menjelang perayaan Imlek, Li mendapat pesanan 700 kue sehari.

"Ketika mendekati Tahun Baru Imlek, permintaan melonjak hingga kami harus membuat sekitar 1.000 kue setiap hari. Bahkan sampai tidak bisa tidur nyenyak," ujar Li.

Li awalnya menawarkan 'orh nee tart' pada musim tertentu saja, misalnya perayaan Natal dan Imlek.

Tapi karena pelanggan dan peminatnya banyak, dia sekarang membuka pre-order setiap minggu dan menerima orderan hingga lebih dari 3.000 kue seminggu.(*)

Artikel ini telah tayang di TribunTravel.com dengan judul Eks Pramugari Jualan Kue Bola Pasta Ubi, Banjir Orderan hingga 1.000 Kue Ludes Sehari

# pandemi Covid-19 # pramugari # kue # Perayaan Imlek

Video Production: Ignatius Agustha Kurniawan
Sumber: TribunTravel.com

Tags
   #pandemi Covid-19   #pramugari   #kue   #Perayaan Imlek

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved