Rabu, 8 April 2026

HOT TOPIC

Terungkap Oknum Polisi Perusak Rumah Sakit di Nunukan Bukan Brimob, Tapi Anggota Satlantas

Selasa, 17 Agustus 2021 08:34 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang oknum polisi melakukan perusakan fasilitas di RSUD Nunukan, Kalimantan Utara.

Sebelumnya diduga oknum polisi itu berasal dari Brimob, namun ternyata oknum tersebut berasal dari Satuang Anggota Lalu Lintas (Satlantas) Polres Brimob.

Perusakan dilakukan lantaran oknum polisi merasa tak terima mertuanya dinyatakan meninggal dunia karena Covid-19.

Perusakan itu dilakukan oleh satu orang pada Minggu (15/8/2021) sekira pukul 21.00 WIB.

Ia tak terima mertuanya dinyatakan meninggal dunia akibat Covid-19 lantaran yakin sang mertua meninggal dunia karena penyakit jantung.

Dikutip dari Kompas.com, Senin (16/8/2021), oknum polisi itu mendadak memaksa masuk ke ruang ICU untuk pasien Covid-19.

Ia langsung berteriak menanyakan nama dokter yang bertanggung jawab atas para pasien kepada perawat yang sedang bertugas.

Namun tak ada jawaban dari para perawat lantaran ada pasien yang membutuhkan penanganan serius.

Hal itu disampaikan langsung oleh Humas RSUD Nunukan, Khairil.

"Oknum aparat tersebut tidak mendapat jawaban dari para perawat karena kondisi pasien ada yang butuh penanganan serius,"ujar Khairil.

Perbuatan oknum polisi itu membuat panyak pasien dan perawat panik.

Baca: Kronologi Oknum Anggota Polisi Mengamuk Bawa Senjata di RSUD Nunukan, Anggap Mertua Dicovidkan

Baca: Pemerintah Daerah Nunukan Memberikan Layanan Vaksinasi Sinovac untuk Dosis Kedua bagi Masyarakat

Terlebih saat itu ia masih membawa senjata laras panjang di bahunya.

Bahkan oknum polisi itu sempat menendang salah satu pintu kaca hingga pecah.

Perawat kemudian meminta pertolongan kepada para petugas jaga hingga oknum polisi itu dibawa keluar dari ruang ISU pasien Covid-19.

Khairil membantah tudingan RSUD Nunukan meng-Covid-kan keluarga pasien.

Menurutnya semua tentang kondisi pasien sudah melalui laboratorium PCR.

Khairil menjelaskan, pasien sudah masuk RSUD pada (7/7/2021) dan menderita sakit jantung, paru-paru serta diabetes melitus.

Kemudian sepekan setelahnya dilakukan swab PCR dan hasilnya positif Covid-19.

Pasien meninggal dunia pada (15/8/2021) sekira pukul 21.00 Wita lantaran kondisinya yang semakin parah akibat komorbid.

"Pada 14 Agustus, atau sepekan kemudian, kita swab PCR dan hasilnya positif. Tanggal 15 Agustus sekitar pukul 21.00 Wita, pasien meninggal dunia karena kondisinya lumayan parah, terlebih pasien memiliki komorbid," jelasnya.

Pihak RSUD kemudian memberikan rekomendasi pemakaman menggunakan pemulasaran Covid-19.

Saat ini oknum polisi tersebut sedang menjalani pemeriksaan di Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Nunukan.

Kapolres Nunukan, AKBP Syaiful Anwar mengatakan, terkait kerusakan yang terjadi di RSUD Nunukan juga telah diganti.

"Permasalahan dengan rumah sakit sudah selesai," katanya.

(Tribun-Video.com/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Oknum Polisi Perusak Rumah Sakit Ternyata Anggota Satlantas, Bukan Brimob"

# dicovidkan  # RSUD Nunukan # Nunukan # pasien covid-19

 
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved