TRIBUNNEWS UPDATE
Tak Terima Ditegur soal Hajatan, Kades di Sumenep Tantang Kapolsek: Tembak Saya, Mana Ada Corona
TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang kepala desa di Sumenep, Madura membentak kapolsek setempat lantaran tak terima ditegur terkait hajatan yang digelar oleh seorang warga.
Tidak hanya itu, oknum kepala desa tersebut bahkan menantang kapolsek untuk menembaknya dan menyatakan tak percaya adanya Virus Corona.
Sementara itu, berdasarkan pengakuan pihak desa, acara tersebut diklaim tak menimbulkan kerumunan dan mematuhi prokes.
Dikutip dari Kompas.com, insiden tersebut menimpa Kapolsek Masalembu Sumenep Iptu Sujarwo saat menegur seorang warga Desa Sukajeruk pada Kamis (5/8).
Pasalnya, hal itu nantinya akan menimbulkan kerumunan warga.
Kejadian ini bermula ketika Sujarwo bersama dengan beberapa petugas dari Satgas Covid-19 Kecamatan Masalembu mendatangi kediaman tuan rumah.
Kala itu, ditemukan warga yang tidak mengikuti protokol kesehatan.
Baca: Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di DKI Naik jadi 96,8 Persen, Warga Diminta Tak Lalai Prokes
Disebutkan bahwa pihak tuan rumah mau menerima penjelasan dari Satgas Covid-19.
Namun tak berapa lama datanglah Kades Sukajeruk, Sapuri yang langsung membentak para petugas.
Sapuri mengatakan dirinya merupakan pejabat politik dan melaksanakan perintah dari anggota DPRD Sumenep.
"Saya pejabat politik, saya melaksanakan perintah Darul Fath anggota DPRD Sumenep. Saya ikut anggota dewan. Saya pejabat politik diangkat oleh masyarakat," kata Sujarwo, menirukan bentakan Sapuri.
Menanggapi hal ini, Sujarwo sempat memberikan pengertian terkait ketentuan PPKM level 4 Kabupaten Sumenep.
Bukannya tenang, Sapuri disebut menantang petugas untuk menembaknya dan menyatakan tidak percaya adanya Covid-19.
"Tembak saya, mana ada corona. Ternyata saya juga tidak mati,” kata Sujarwo menirukan pernyataan Sapuri.
Baca: Sempat Joget dan Nyanyi di Acara Nikahan Tanpa Prokes, Wabup Lampung Tengah Divonis Kerja Sosial
Terkait kejadian ini, sudah dilaporkan ke Kapolres Sumenep AKBP Rahman Wijaya.
Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti mengungkapkan, saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 untuk melaporkan peristiwa tersebut.
"Tindakan Kades Sukajeruk itu melampaui batas, kasar dan tidak sopan. Kami minta agar Satgas Covid-19 memproses hukum peristiwa tersebut," terang Widiarti melalui telpon seluler.
Sementara itu, Kades Sukajeruk, Sapuri saat dikonfirmasi melalui telepon tidak merespons.
Kendati demikian, Sekretaris Desa Sukajeruk Ahmad Soleh saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa acara hajatan tersebut digelar sesuai dengan prokes.
Ahmad memastikan tidak ada keramaian ataupun hiburan.
"Di acara hanya mengundang kerabat dan diisi dengan pembacaan salawat barzanji. Tidak ada keramaian dan hiburan," kata Ahmad Soleh.
Disebutkan olehnya bahwa penjelasan tersebut tidak diterima oleh Kapolsek Masalembu, sehingga terjadi adu mulut.
Ahmad mengungkapkan, peristiwa ini juga akumulasi dari rangkaian peristiwa sebelumnya.
Yakni meninggalnya seorang warga karena Covid-19 namun tidak ditangani oleh Satgas Covid-19.
Akhirnya, aparat desa yang menangani sendiri dengan alat kesehatan seadanya.
"Waktu ada warga mati karena Covid-19, ke mana Satgas? Tapi, ketika ada hajatan warga mereka tiba-tiba melarang. Ini tindakan keterlaluan," klaim Soleh.
(TribunVideo.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kades Bentak Kapolsek yang Tegur Acara Pernikahan: Tembak Saya, Mana Ada Corona"
# Sumenep # kapolsek # Hajatan # Covid-19 # Madura
Reporter: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Video Production: bagus gema praditiya sukirman
Sumber: Kompas.com
Tribunnews Update
Pengakuan Kades di Lumajang Dibacok 15 Orang yang Geruduk Rumah, Diduga Akibat Salah Paham
Jumat, 17 April 2026
SUPERSKOR
Nasib Berubah Drastis, Eks Pemain Top V-League Kini Lebih Banyak Duduk di Bangku Cadangan
Rabu, 15 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Politikus PKS Menangis, Minta Maaf ke Ulama & Warga Madura Usai Singgung Keterlibatan Narkoba
Selasa, 14 April 2026
Nasional
Viral Relawan SPPG Joget sambil Sawer di Dapur MBG, Koorwil Sumenep Turun Tangan
Jumat, 10 April 2026
Tribunnews Update
Crazy Rich Madura Haji Her Bantah Mangkir Panggilan KPK, Blak-blakan soal Obrolan dengan Penyidik
Kamis, 9 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.