Jumat, 1 Mei 2026

Terkini Daerah

Mencekam, Penangkapan Pembunuh Ketua MUI Labura, Warga Marah Tak Rela Tokohnya Dibunuh

Rabu, 28 Juli 2021 17:44 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM, MEDAN - Pembunuhan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) H Aminurrasyid Aruan membuat geger masyarakat setempat.

Sang ulama dibunuh dengan sadis dengan parang sawit hingga kondisinya mengenaskan, bahkan salah satu tangannya dikabarkan putus.

Sang pelaku adalah orang yang dikenal oleh korban yaitu Anto alias Anto Dogol.

Polisi dibantu warga mengamankan Anto Dogol, Selasa (27/7/2021) malam.

Kondisi mencekam pun terjadi, warga yang marah karena ulamanya dibunuh berteriak.

"Pegang aja, tali aja, diikat saja," teriak para warga.

Baca: Detik-detik Ketua MUI Labura Dibacok Hingga Tewas dan Tangannya Putus, Warga Teriak Histeris

Lalu kemudian pihak kepolisian Polres Labuhan Batu langsung mendatangi pelaku dan memborgol tangannya.

"Permisi, polisi," cetus polisi sambil memborgol dengan menginjak pelaku.

"Lihat, jangan dipukul dia sudah nyerah. Tangan-tangan," tuturnya.

Di video lainnya, terlihat pelaku yang berambut gondrong tersebut dibawa polisi dan dikerumuni warga.

Amarah warga mulai tidak terkontrol dan nyaris menghakimi pelaku.

Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Parikesit membenarkan bahwa pelaku sudah diamankan.

"Sudah diamankan," cetusnya.

"Saat ini masih pengembangan, mencari barang bukti parang yang digunakan," bebernya.

Sebelumnya, mayat korban H Aminul Rasyid Aruan ditemukan di dalam selokan warga Jalan Utama Lingkungan II Panjang Bidang, Kelurahan Gunting Saga, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhan Batu Utara.

Parikesit menyebutkan bahwa tubuh korban penuh dengan luka bahkan tangan korban putus

"Keadaannya meninggal, banyak luka-luka di kepala, di badan, di tangan. Infonya tangannya sampai putus," tutur AKP Parikesit.

Baca: Tak Terima Ditegur, Ketua MUI Labura Tewas setelah Tangannya Ditebas Tetangga hingga Putus

Ia menyebutkan bahwa kejadian terjadi pada sekitar pukul 17.30 WIB, di mana Aminul meninggal akibat kehabisan darah.

"Penyebab kematian kehabisan darah akibat dibacok. Kejadiannya jam 17.30 WIB di Labuhan Batu Utara," tuturnya.

Lebih lanjut, Parikesit menuturkan bahwa kematian korban tidak ada kaitan dengan jabatan yang emban.

"Benar ketua MUI Labura, tapi enggak ada hubungannya sama peran dan jabatannya. Ini Masalah pribadi," jelasnya.

Ia menyebutkan bahwa dugaan sementara motif pelaku akibat sakit hati ditegur tidak pernah kenduri.

"Karena ditegur sebelumnya jarang kenduri, tapi enggak bisa dipertanggungjawabkan. Karena kabar burung," jelasnya. (*)


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mencekam, Penangkapan Pembunuh Ketua MUI Labura, Warga Marah Tak Rela Tokohnya Dibunuh

Baca berita terkait lainnya

Video Production: Restu Riyawan
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved