Sabtu, 11 April 2026

Viral Video

Keluarga Akidi Tio Hibah Rp2 Triliun Guna Penanganan Covid-19, akan Digunakan untuk Apa?

Selasa, 27 Juli 2021 23:07 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM – Keluarga almarhum pengusaha Akidi Tio menyumbangkan dana hibah sebesar Rp 2 Triliun untuk penanggulangan covid-19 di Sumatera Selatan.

Bantuan tersebut diberikan secara simbolis oleh Heriyanti yang merupakan anak bungsu dari Akidi Tio, didampingi Prof dr Hardi Darmawan dan juga disampaikan langsung kepada Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri yang mengenal keluarga pengusaha itu saat bertugas di Aceh beberapa tahun silam.

Dikatakan Prof Hardi, awalnya keluarga meminta dirinya untuk langsung memberikan dana tersebut.

Namun ia menyarankan untuk bisa dberikan langsung oleh keluarga Akidi Tio.

Sebab menurut Hardi, supaya publik tahu dan bisa memberikan inspirasi serta dorongan kepada orang lain agar dermawan di situasi saat ini.

Baca: Sosok Almarhum Akidi Tio, Beri Sumbangan Rp2 Triliun untuk Penanganan Covid-19 di Sumsel

Dikutip dari Tribun Sumsel, keluarga Akidi meminta agar dana itu diamanahkan ke Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Eko Indra Heri.

Jenderal bintang dua ini mengenal keluarga almarhum saat sedang bertugas di Aceh.

Hardi menjelaskan, selama pandemi Covid-19, keluarga Akidi memang sering memberikan bantuan ke panti jompo serta warga yang terdampak Covid-19 di Sumsel.

Gubernur Sumsel H Herman Deru yang turut menyaksikan proses serah terima hibah Rp 2 triliun dari keluarga almarhum Akidi Tio mengungkapkan sederet pujian.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Eko Indra Heri mengaku terkejut saat dirinya mendapatkan amanah untuk menyampaikan bantuan Rp 2 triliun kepada warga yang terdampak.

Agar bantuan ini sampai tepat sasaran, mereka akan membentuk tim untuk mengkaji kebutuhan warga Sumsel saat ini.

Baca: Keluarga Akidi Tio Sejak Dulu Dikenal Rajin Berdonasi Tanpa Publikasi

Bantuan ini diperkirakan untuk memenuhi kebutuhan oksigen, obat-obatan, insentif bagi tenaga kesehatan, termasuk juga tempat isolasi bagi masyarakat.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nurainy mengatakan, selain kebutuhan obat, dana tersebut kemungkinan digunakan untuk mempercepat proses pemeriksaan.

Satu di antaranya adalah dengan menambah jumlah labolatorium reaksi berantai polymerase (PCR).

Sebab, Sumsel saat ini hanya memiliki 15 laboratorium dengan kapasitas 2.000 sampel per hari.

Kemungkinan bantuan ini juga digunakan untuk menyediakan alat transportasi untuk mengantar oksigen di beberapa tempat. (*)

Baca juga berita terkait di sini

# Viral Video # Wiki Trends # Akidi Tio # Penanganan Covid-19 # Polda Sumsel

Reporter: saradita oktaviani
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved