Terkini Daerah
Permintaan Oksigen Melonjak Selama PPKM, Pengusaha Akui Tak Naikkan Harga
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili
TRIBUN-VIDEO.COM – Permintaan oksigen medis melonjak signifikan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Perusahaan-perusahaan penyuplai oksigen kebanjiran permintaan. Baik dari rumah sakit maupun industri.
Sebagian besar permintaan datang dari rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 di NTB.
Meski demikian, harga oksigen dipastikan tidak naik sampai saat ini.
Seperti diakui, Max Suparta, pemilik CV Bayu Bangun Sakti (BBS) di Tanjung Karang, Kota Mataram.
Baca: Siap Datangkan Pasokan Oksigen dari Luar, Antisipasi Pasien Covid-19 Melonjak
Ia mengatakan, permintaan oksigen meningkat sejak tanggal 29 Juni 2021 lalu. Dia pun cukup kewalahan memenuhi permintaan oksigen dari rumah sakit.
”Kenaikan permintaannya sampai 50 persen,” kata Max Suparta, pada wartawan, Jumat (23/7/2021).
Mau tidak mau dia pun harus menambah kapasitas produksinya. Bila biasanya 80 ton per bulan, kini menjadi 120 ton per bulan.
Konsekuensinya, para pekerja di perusahaanya harus bekerja lembur untuk mengejar target produksi tersebut.
”Bahkan hari Minggu mereka tetap kami minta masuk,” katanya.
Dia pun harus menambah biaya produksi karena harus memberi ongkos lembur para pekerja.
Hingga saat ini, para pekerja di gudang pengisian oksigen yang ada di Tanjung Karang, Mataram tersebut sangat sibuk.
Meski ada lonjakan permintaan, Max Suparta memastikan dia tidak menaikkan harga. Harganya tetap sama untuk semua rumah sakit yakni Rp16.500 per kilogram.
Baca: Banyak Warga Isoman Meninggal, Gerakan Anak Negeri Diluncurkan, Suplai Oksigen bagi Pasien Covid-19
”Bagaimana mau naikkan sudah ada MoU kami, tidak bisa,” katanya.
Meski ongkos produksi saat ini bertambah karena harus membayar pekerja untuk lembur, pihaknya tidak mengubah harga. ”Saya tidak menaikkan harga,” katanya.
Direktur RSUD Provinsi NTB dr Lalu Herman Mahaputra mengatakan, perusahaan tidak boleh menaikkan harga oksigen meski permintaan sedang tinggi.
Sebab oksigen saat ini sangat dibutuhkan untuk proses pemulihan pasien Covid-19.
”Tidak boleh dinaikan, tidak bisa,” tegasnya.
Ia mengingatkan, jangan sampai ada oknum-oknum yang mau mencari keutungan dalam situasi pandemi Covid-19.
"Kami memastikan stok oksigen kita masih aman," ujarnya.
# oksigen # Nusa Tenggara Barat (NTB) # Oksigen Medis # PPKM
Baca berita lainnya terkait oksigen
Artikel ini telah tayang di TribunLombok.com dengan judul Permintaan Oksigen Melonjak selama PPKM, Pengusaha Akui Tak Naikkan Harga
Sumber: Tribun Lombok
Live Update
Diduga akibat Kebocoran Regulator, Tabung Gas Oksigen di Aceh Barat Meledak dan Tewaskan Dua Orang
Kamis, 6 November 2025
KPK Respons Bahlil Soal Penindakan Tambang Ilegal Mandalika: Butuh Kerja Kolaboratif
Senin, 27 Oktober 2025
Tribunnews Update
Tangis Haru Suami Antar Jenazah Cindy yang Tewas saat Bulan Madu, Masih Pakai Selang Oksigen
Jumat, 10 Oktober 2025
Regional
Tabung Oksigen Milik Tukang Servis Kulkas di Wajo Meledak Sulsel, Tangan Kiri Luka Berlumur Darah
Senin, 7 Juli 2025
Viral News
Crazy Rich Sumsel Dijemput Paksa Kejari Muba Pakai Ambulans, Butuh 26 Tabung Oksigen per Hari
Selasa, 11 Maret 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.