Yandex

HOT TOPIC

Salamat, Pria Positif Covid-19 di Toba yang Dipukuli Warga Sempat Diminta Perangkat Isoman di Hutan

Minggu, 25 Juli 2021 13:49 WIB
Kompas.com
Editor: Dita Dwi Puspitasari | Reporter: Firdausi Rohmah Rizki Ananda | Video Production: Muhammad Eka Putra

TRIBUN-VIDEO.COM - Viral seorang warga bernama Salamat Sianipar (45) warga Silaen, Kecamatan Toba, Sumatera Utara yang dianiaya warga seusai terkonfirmasi positif Covid-19, Sabtu (24/7/2021).

Menurut pengakuan dari keponakan Salamat, Jhosua Lubis, pamannya sempat diminta untuk menjalani isolasi mandiri di sebuah gubuk di dalam hutan yang jauh dari desa.

Menurut Jhosua, Salamat mengalami depresi hingga memutuskan kembali ke rumah pada Kamis (22/7/2021).

Dikutip dari Kompas.com, Jhosua mengatakan, mulanya Salamat merasakan indra penciumannya hilang dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan setempat.

"Mulanya tulang (paman/om) saya mengeluh hilang penciuman dan perasa, bersama dengan salah satu pekerjanya yang sama-sama bekerja di bengkel," kata Jhosua yang dikonfirmasi Kompas.com lewat sambungan telepon, Sabtu (24/7/2021).

Baca: Viral Video Pria Positif Covid-19 Diikat, Dipukul, dan Diseret, Hotman Paris Geram: Nggak Tega Aku

Hasilnya, Salamat dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 dan dianjurkan untuk menjalani isolasi mandiri di rumah.

"Karena gejala ringan, jadi dianjurkan petugas kesehatan untuk isolasi mandiri di rumah. Dan tulang saya menurutinya," ujar Jhosua.

Namun menurut Jhosua, aparat desa setempat meminta Salamat untuk menjalani isoman di sebuah gubuk.

Gubuk itu terletak di dalam hutan yang berada jauh dari desa tersebut.

Salamat menjalani isolasi mandiri di gubuk tersebut hingga tak betah dan mengalami depresi.

Salamat kemudian memutuskan kembali ke rumah pada Kamis (22/7/2021).

Saat itulah, masyarakat setempat menolak kedatangan Salamat ke desa tersebut hingga terjadi aksi kekerasan.

Jhosua mengatakan, perlakuan warga sangat tidak manusiawi.

Pamannya diseret dalam kondisi tubuh terikat, kemudian dipukuli seperti hewan.

"Saya sangat miris sekali. Makanya saya posting di Instagram biar ada keadilan buat tulang saya. Dan ini harus diproses secara hukum," ujar Jhosua.

Jhosua mengungkapkan, aksi tersebut terjadi lantaran warga yang kurang edukasi mengenai Covid-19.

Baca: Pernyataan Polisi soal Pasien Covid-19 Dianiaya Warga: Warga Tak Berniat Memukul tapi Mengamankan

Sementara itu, informasi berbeda diungkapkan oleh Ketua Pemuda Batak Bersatu Kabupaten Toba Muktar Hutahaean.

Muktar menyebut, korban mulanya dibawa ke rumah sakit Porsea. Namun malah kabur dan meninggalkan rumah sakit.

Pihaknya kemudian menemukan Salamat dalam kondisi depresi dan ketakutan bersembunyi di semak-semak.

Saat ini korban sudah dirawat di rumah sakit daerah setempat.

Sementara itu menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Toba Audi Murphy Sitorus mengungkapkan, aksi tersebut terjadi lantaran Salamat hendak memeluk setiap orang yang bertemu dengannya.

Padahal kondisi Salamat sedang dalam positif Covid-19.

Warga kemudian marah dan mengamuk kemudian mengikat dan menganiaya Salamat.

"Kejadiannya hari Kamis (22/7/2021) kemarin. Waktu itu Satgas sudah mau mengamankan yang bersangkutan karena tindakannya aneh-aneh," sambungnya.

Saat ini, Salamat sudah dibawa ke RSUD Porsea. Kasus ini juga sudah ditangani oleh Polres Toba.

(Tribun-Video.com/Kompas.com)


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sebelum Diikat, Diseret, dan Dipukuli Pakai Kayu, Pasien Covid-19 Sempat Dipaksa Isoman di Hutan"

Baca berita terkait lainnya

Sumber: Kompas.com
Tags
   #Toba   #Covid-19   #hutan   #isolasi mandiri   #isoman   #kekerasan

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved