Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

Asal Muasal Ivermectin, Sempat Jadi Polemik seusai Erick Thohir Sebut sebagai Obat Terapi Covid 19

Jumat, 23 Juli 2021 22:41 WIB
Tribunnews.com
Editor: Alfin Wahyu Yulianto | Reporter: Firdausi Rohmah Rizki Ananda | Video Production: Muhammad Eka Putra

TRIBUN-VIDEO.COM - Obat Ivermectin mendadak diperbincangkan oleh masyarakat Indonesia seusai Menteri BUMN Erick Thohir meminta untuk segera mengedarkan obat tersebut sebagai obat terapi Covid-19.

Karena polemik yang begitu gencar, obat tersebut kini dilarang untuk dipromosikan sebagai obat Covid-19.

Sebenarnya bagaimana asal-usul obat Ivermectin, berikut ulasannya.

Dikutip Tribunnews dari Grid.id, obat Ivermectin mulai ditemukan pada 1975.

Obat ini masuk dalam daftar obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), obat-obatan teraman, dan paling efektif yang diperlukan dalam sistem kesehatan.

Obat ini mulai digunakan oleh masyarakat luas sejak tahun 1981.

Ivermectin merupakan obat yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis penyakit yang diakibatkan dari parasit, seperti kutu kepala, kudis, onchocerciasis, strongyloidiasis, trichuriasis, ascariasis, dan filariasis limfatik.

Studi kolaboratif yang dipimpin oleh Monash Biomedicine Discovery Insitute (BDI) dengan Institut Infeksi dan Imunitas Peter Doherty membuat obat Ivermectin dikenal masyarakat luas.

Hasil studi mereka menunjukkan, obat anti-parasit seperti cacing gelang Ivermectin dapat membunuh virus SARS-CoV-2 dalam kurun waktu 48 jam.

Dikutip dari SciTechDaily, Dr Kylie Wagstaff dari Monash Biomedicine mengatakan, dari hasil penelitian ilmuwan didapati obat ini dapat menhentikan virus tersebut yang tumbuh dalam kultur sel.

Bahkan dalam kurun waktu 24 jam, para ilmuwan mengatakan ada pengurangan signifikan pada tumbuhnya virus ini.

"Kami menemukan bahwa dengan dosis tunggal pada dasarnya dapat menghapus semua viral load selama 48 jam dan bahkan pada 24 jam ada pengurangan yang sangat signifikan dalam hal itu," kata Dr. Wagstaff dikutip dari SciTechDaily.

Terlebih obat ini juga sudah terbukti efektif secara in vitro terhadap beragam virus termasuk HIV, Dengue, influenza, dan Zika.

Kendati demikian, Dr. Wagstaff mengingatkan, tes yang dilakukan dalam penelitian ini bersifat in vitro dan uji coba perlu dilakukan pada manusia.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Dr. dr Ary Fahrial SpPd juga mengatakan hal serupa.

Ary menuturkan, BPOM sudah mengeluarkan izin edar untuk obat Ivermectin untuk indikasi obat cacing.

Sejalan dengan Dr Wagstaff, Ary mengatakan, obat ini baru diteliti pada tahap in vitro atau baru pada tingkat sel.

Ary mengatakan, masih butuh tahap uji klinik untuk membuktikan keampuhan obat ini terhadap SARS-COV-2.

"Masih pra klinik, belum sampai uji klinik. Di situ memang disebutkan bahwa invermectin dapat menghambat kerja dari virus Covid-19 ini."

"Tapi sekali lagi, kalau masih in vitro dimana kita belum tahu berapa dosis yang tepat digunakan pada hewan atau pada manusia," ungkapnya lewat video, dikutip oleh Tribunnews, Senin (26/6/2021).

Saat ini, obat Ivermectin masih disebut sebagai obat cacing.

Ary mengimbau kepada masyarakat agar tidak terlalu terburu-buru membeli obat ini terlebih digunakan untuk pencegahan atau mengobati Covid-19.

Pasalnya, masyarakay tak akan mengetahui efek samping yang muncul apabila pasien Covid-19 mengonsumsi obat ini.

"Jadi saya menghimbau pada masyarakat untuk tidak terlalu terburu-buru dalam membeli obat ini. Apabila tujuannya untuk pencegahan atau mengobati Covid-19," ucapnya.

(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Asal Usul Obat Ivermectin, Sempat Diminta Erick Thohir Segera Diedarkan ke Pasar, Kini Dilarang BPOM

# Menteri BUMN Erick Thohir # Ivermectin # Covid-19 # TRIBUNNEWS UPDATE

Sumber: Tribunnews.com

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved