Rabu, 3 Juni 2026

Pemilik Lucky Florist Bantah Siapkan Karangan Bunga untuk Kemenangan Ahok-Djarot

Kamis, 27 April 2017 18:50 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rizal Bomantama

TRIBUN-VIDEO.COM - Banyaknya karangan bunga yang ditujukan kepada gubernur dan wakil gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Syaiful Hidayat hari Rabu (26/4/2017) kemarin, mendapatkan komentar miring yang tidak sedikit.

Karangan bunga itu disinyalir mencapai jumlah lebih dari 1000 buah.

Tribunnews.com pun berhasil melacak satu toko bunga yang mengirimkan sejumlah karangan bunga ke Balaikota Jakarta itu, yakni toko Lucky Florist.

Pemilik toko, Feriyanto (32) dan Lucyana (30) mengungkapkan bahwa hingga kini pesanan karangan bunga yang ditujukan kepada Ahok-Djarot ke pihaknya masih berdatangan.

"Kemarin sudah mencapai angka 80, sekarang sudah 102. Sebagian besar karena sudah langganan lama dan semakin banyak yang pesan karena hubungan relasi," ujar pemilik Lucky Florist yang sudah berdiri sejak 25 tahun silam itu.

Lucyana yang juga istri Feriyanto membantah isu bahwa karangan bunga tersebut awalnya dipersiapkan untuk kemenangan Ahok-Djarot.

"Saya juga bingung kenapa berkembang isu seperti itu karena pesanan baru masuk hari minggu, senin dan selasa kami kerjakan setelah selesai langsung dikirim. Tidak benar bahwa karangan bunga sebanyak itu dipesan oleh Ahok-Djarot, tapi dipesan langsung oleh warga masyarakat," ungkap Lucyana.

Feriyanto menjelaskan bahwa semua pesanan yang ditujukan kepada Ahok-Djarot berukuran standar yakni 1,5 meter kali 1,25 meter dengan harga minimal Rp 500 ribu.

Karyawan Lucky Florist yang berjumlah sekitar 15 orang masih tampak mengerjakan pesanan untuk Ahok-Djarot dengan tulisan seperti "Gubernur Terbaik yang Pernah Ada", "Pak Ahok dan Pak Djarot Ternyata Kami Belum Bisa Move On. Kami Patah Hati dan Masih Baper", dan lain-lain.

Lucyana mengatakan bahwa soal tulisan ia tidak bisa memaksa pelanggan untuk menuliskan identitasnya.

"Mungkin satu masalahnya adalah si pemesan tidak mencantumkan identitas, tapi kami tidak bisa memaksa mereka. Pelanggan adalah raja," jelasnya.

Feriyanto dan Lucyana sendiri ogah memikirkan komentar negatif di media sosial mengenai karya mereka.

"Kami tidak masalah, syukur pesanan justru semakin banyak. Kami kan hanya berjualan, tidak mau kami ikut-ikutan di politik," pungkas Feriyanto.(*)

Editor: Novri Eka Putra
Reporter: Rizal Bomantama
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved