Terkini Daerah

NTB Punya Mesin Pengolah Sampah Plastik Sistem Pirolisis, Diklaim Pertama di Dunia

Sabtu, 29 Mei 2021 21:43 WIB
Tribun Lombok

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUN-VIDEO.COM - Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kini memiliki mesin penghasil bahan bakar ramah lingkungan dengan Sistem Pirolisis.

Mesin ini dapat mengurangi persoalan sampah yang menjadi program unggulan NTB.

Mesin ini diresmikan Wakil Gubernur Provinsi NTB Sitti Rohmi Djalilah, di gedung Science Technology and Industrial Park (STIP) Banyumulek, Lombok, NTB.

Mesin tersebut memiliki bobot 2 ton.

Mampu mengolah sampah plastik sebanyak 1 ton menjadi 400-600 liter solar sehari.

Beroperasi selama 8 jam dengan memanfaatkan tenaga listrik PLN.

Tetapi dalam waktu dekat PT Geo Trash Management sebagai investor akan menghadirkan mesin berkapasitas 2 ton di Kebun Kongo, dengan kapasitas 12 ribu liter solar dalam sehari.

Memanfaatkan tenaga listrik dari gas metan di TPA sebagai bahan bakarnya.

”Hasil dari pengolahan sampah plastik akan menghasilkan geo disel atau solar yang setara dexlite dengan standar Euro 3," kata Andrew Sinclair Direktur dan Project Manager PT Geo Trash Management, saat peresmian, Sabtu (29/5/2021).

Mesin pengolah sampah ramah lingkungan itu membutuhkan bahan baku dasar dari semua plastik.

Baca: Sampah Sayuran Pasar Raya Padang Diolah Jadi Pupuk Vermikompos, Model Percontohan Pengelolaan Sampah

Seperti kantong kresek, plastik bungkusan permen dan jajan, styrofoam, sandal bekas, ban bekas dan jenis karet.

Sedangkan jenis plastik Polyethylene Terephthalate (PET) dan Polyvinyl Chloride (PVC ) tidak dimasukan dalam mesin. Seperti botol air mineral, pipa atau selang.

Dalam proses pirolisis ini akan menghasilkan cairan dan gas.

Kemudian cairan ini akan diproses lagi untuk memisahkan air dan minyak berupa solar.

Bahkan sisanya dari proses plastik dapat digunakan untuk bahan baku aspal dan ban.

Sedangkan sisa gas di tangki filtrasi disaring dengan keramik.

”Sehingga udara yang keluar dari proses ini bersih tanpa polusi,” jelasnya.

Ketersediaan bahan baku sudah bekerjasama dengan bank sampah di NTB.

Termasuk sumber daya seperti perumahan-perumahan dan lingkungan tempat tinggal masyarakat sudah dikoordinasikan.

”Mesin pengolah sampah plastik dengan Sistem Pirolisis jenis ini baru satu-satunya di dunia dan dioperasikan di NTB, Indonesia," tuturnya.

Kecintaannya terhadap lingkungan dan pariwisata mendorongnya memilih NTB untuk berinvestasi.

Baca: Tiga Tempat Pengelolaan Sampah Berkapasitas 2000 Ton akan Dimiliki KEK Mandalika

Termasuk keseriusan pemerintah NTB dalam mensukseskan program ‘zero waste’ dengan keindahan destinasi wisatanya.

”Awalnya tanpa tahu tentang Lombok, saya datang memanfaatkan dan menyelamatkan lingkungan NTB,"jelasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Provinsi NTB Sitti Rohmi Djalilah mengapresiasi kehadiran mesin pengolahan sampah plastik tersebut.

”Kami sangat senang dengan adanya mesin ini," kata Rohmi.

Dengan adanya mesin itu, tujuan untuk menjadikan sampah sebagai bahan membawah berkah perlahan dapat terwujud.

Masyarakat akan terdorong mengolah sampah untuk dipilah dan memiliki nilai ekonomis.

”Ayo masyarakat NTB jangan melihat sampah sebagai masalah, tapi kelola dengan memilah dan memilih sampah plastik," serunya.

Rohmi berharap di setiap kabupaten/kota juga akan dibangun mesin serupa sebagai solusi mengatasi persoalan lingkungan terutama sampah.

Sinergi dan kerjasama semua stakeholder sangat dibutuhkan untuk mengatasi persoalan sampah di NTB.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut kepala Bappeda NTB, kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LKH), Kadis Perindustrian, kepala STIP, Dinas LKH Kabupaten Lombok Barat, dan Kalimantan Barat.

# Nusa Tenggara Barat (NTB) # NTB # mesin pengolah sampah plastik # Mesin Pengolah SampahSistem Pirolisis

Baca berita lainnya terkait Mesin Pengolah Sampah

Artikel ini telah tayang di TribunLombok.com dengan judul NTB Punya Mesin Pengolah Sampah Plastik Sistem Pirolisis, Diklaim Pertama di Dunia

Editor: Purwariyantoro
Video Production: Dimas HayyuAsa
Sumber: Tribun Lombok

KOMENTAR

Video TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved