Yandex

HOT TOPIC

Kisah Sejumlah Pemudik yang Rela Lakukan Apapun Demi Pulang Kampung, Terobos Pos Penyekatan

Minggu, 9 Mei 2021 07:18 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM – Demi menekan laju penyebaran Covid-19 , pemerintah memutuskan untuk kembali melarang mudik pada Lebaran tahun 2021.

Aturan ini mulai berlaku mulai 6 Mei hingga 17 Mei mendatang.

Untuk mencegah masyarakat melakukan tradisi tiap tahun ini, ribuan personel kepolisian dikerahkan di ratusan titik penyekatan dari Sumatera, Jawa, dan Bali.

Warga masih diperbolehkan melintas dengan syarat memiliki keperluan mendesak dan dapat menunjukkan surat izin keluar masuk (SIKM).

Baca: Viral Video Polisi Kewalahan Tangani Pemudik yang Kendarai Motor, Begini Kata Kapolres Karawang

Pemudik yang masih membandel diminta untuk putar balik.

Meski begitu, masih saja ditemukan warga yang nekat untuk pulang ke kampung halamannya.

Sejumlah cara dilakukan demi bisa bertemu dengan sanak saudara.

Seperti yang dilakukan oleh beberapa orang yang terkena operasi penyekatan anggota kepolisian.

Ratusan Pengemudi Motor Terobos Penyekatan di Karawang

Beredar di media sosial video yang menunjukkan ratusan pengemudi motor yang menerobos penyekatan yang dilakukan polisi.

Peristiwa ini terjadi di Pos Bundaran Kepuh, Jalan Lingkar Luar Karawang, Jawa Barat pada Sabtu (8/5) dini hari.

Dalam video terlihat petugas kepolisian sampai kewalahan menghalau para pengemudi motor tersebut.

Baca: Hindari Penyekatan Mudik, Warga Ramai Manfaatkan Jalur Tikus Kediri-Malang via Kasembon dan Kepung

Para petugas berupaya menghalau para pemudik dengan mengangkat barrier untuk mencegah laju kendaraan.

Meski begitu, para pengemudi terlihat tak mau kalah dengan mencari celah agar bisa tetap melaju.

Kejadian ini dibenarkan oleh Kapolres Karawang AKBP Rama Samtama saat dikonfirmasi.

Rama mengatakan, dari Jumat malam hingga Sabtu dini hari, merupakan puncak arus mudik dari arah Jakarta.

Meski para pemudik tersebut nekat menerobos, Rama mengklaim bahwa pihaknya telah berupaya untuk menghalau.

Ia memastikan kejadian itu tidak berlangsung lama.

Para pemudik yang terjaring lalu diminta putar balik.

Sembunyi di Bak Truk

Upaya untuk mudik ke kampung halaman secara sembunyi-sembunyi juga dilakukan oleh sejumlah orang ini.

Petugas menemukan sebanyak 10 orang yang merupakan satu keluarga asal Jakarta nekat mudik ke Kabupaten Ponorogo.

Sepuluh pemudik ini ketahuan petugas yang melakukan razia di exit Tol Ngawi, Jawa Timur.

Sopir truk menyembunyikan keluarga ini dengan cara menutup truk dengan terpal.

Kapolres Ngawi, AKBP I Wayan Winaya mengatakan, para pemudik tersebut berangkat dari Jakarta pada Selasa malam dan sampai di exit Tol Ngawi pada Rabu siang.

Untuk penindakan, Satgas Penanganan Covid-19 Ponorogo kemudian memulangkan mereka.

Sedangkan sopir truk ditilang oleh polisi.

Kondisi serupa juga dilakukan oleh enam orang pemudik yang bersembunyi di belakang truk sayur.

Aksi mereka diketahui petugas di Gerbang Tol Cikarang Barat Km 31 pada Kamis (6/5).

Sementara itu di Bali, seorang pemudik asal Jember, Jawa Timur bernama Muhammad Alfan tak luput dari pemeriksaan petugas.

Alfan ketahuan bersembunyi di dalam truk ketika hendak pulang ke kampung halamannya.

Pemeriksaan dilakukan oleh petugas yang berada di Pelabuhan Gilimanuk pada Kamis (6/5).

Alfan mengaku, nekat mudik karena terlambat mendapat gaji.

Ia juga mengaku rindu dengan buah hatinya yang sudah setahun tak ia jumpai.

Baca: Truk Pengangkut Bahan Tekstil yang Bawa Pemudik Terguling di Tol Cipali, Sebabkan Kemacetan 1 Km

Menumpang Ambulans untuk Kelabui Petugas

Dalam penyekatan hari kedua di Gerbang Tol Cikarang Bekasi, Jawa Barat, petugas menemukan mobil ambulans yang berisi sejumlah orang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan pihaknya menemukan ambulans tersebut pada Jumat (7/5).

Yusri menyebut, setidaknya ada tujuh orang termasuk sopir yang berada di dalam ambulans tersebut.

Kepada petugas, para penumpang mengaku akan menjenguk keluarga yang sakit dan meninggal dunia di luar daerah.

Akan tetapi saat petugas meminta SIKM, para penumpang tak dapat menunjukkannya.

Hal ini membuat mereka diminta putar balik oleh petugas yang berjaga.

Baca: UPDATE Pos Larangan Mudik 2021 Sumbar Riau Hari Ketiga Penyekatan, Satu Sedan Disuruh Putar Balik

Kisah Pemuda Klaten yang Hampir Gagal Melamar

Cerita di balik aturan larangan mudik ini juga dimiliki oleh seorang pemuda asal Klaten, Jawa Tengah bernama Agus Suryadi.

Beredar kabar dirinya gagal menggelar lamaran karena diminta putar balik oleh petugas di pos penyekatan.

Belakangan, kabar in idibantah oleh Agus.

Agus membenarkan bahwa rombongan keluarganya yang hendak melamar sang pujaan hati di Madiun, Jawa Timur sempat diberhentikan polisi.

Rombongan terjaring razia di exit Tol Sragen pada Kamis (6/5) siang.

Saat itu Agus bertemu dengan rombongan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Rombongan Ganjar kemudian meminta kesediaan perwakilan keluarga Agus untuk menjalani tes usap.

Agus lantas mengajukan diri untuk dites secara gratis dan hasilnya negatif.

Pemuda tersebut lalu menanyakan apakah hasil ini bisa digunakan hingga pos selanjutnya di wilayah Mantingan, Ngawi, Jawa Timur, atau tidak.

Petugas disebut Agus menjawab bahwa hasil ini dapat digunakan hingga ke sana.

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan hingga sesampainya diperbatasan Mantingan kembali diberhentikan oleh Satlantas Mantingan, Ngawi guna pemeriksaan.

Agus menyebut di pos ini pihaknya terlibat pembicaraan dan negosiasi apakah boleh melanjutkan perjalanan atau tidak.

Baca: Berdalih Antar Parsel, Mobil yang Diduga Ditumpangi Pemudik Diminta Putar Balik di Posko Tangerang

Petugas lantas meminta rombongan Agus yang berjumlah 18 orang untuk mengikuti tes seharga Rp100 ribu.

Atas hal ini, Agus memutuskan putar balik dan memilih menempuh jalur pedesaan.

Rombongan akhirnya dapat tiba di lokasi lamaran tepat waktu dan acara dapat berjalan sesuai rencana.

Agus mengaku tidak mengetahui jika selama pemberlakuan penyekatan mudik diperlukan hasil bebas Covid-19 sebagai syarat perjalanan.

Hingga Jumat (7/5) malam, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah mencatat ada 32,815 kendaraan yang diminta putarbalik.

Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari seluruh pos penyekatan di 381 titik yang tersebar dari Sumatera hingga Bali.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono mengatakan, volume kendaraan yang keluar dari Jakarta menuju daerah mengalami penurunan sebanyak 70 persen hingga Jumat malam.

Kendaraan yang melintas didominasi angkutan barang.

Baca: Kena PHK, Sekeluarga Terpaksa Mudik dari Gombong ke Bandung Jalan Kaki: Capek Langsung Berhenti

Aturan larangan mudik ini kembali diterbitkan pemerintah di tengah ancaman melonjaknya kasus Covid-19.

Hal ini juga berkaca dari India yang mengalami lonjakan drastis kasus harian Covid-19 yang bahkan bisa mencapai 400 ribu kasus dalam sehari.

Mudik yang melibatkan mobilitas banyak orang ini dinilai berpotensi memperluas penyebaran Covid-19.

Untuk itu, demi menekan laju penularan Covid-19, pemerintah memilih untuk melarang tradisi tahunan masyarakat Indonesia ini. (*)

Baca juga berita terkait di sini

# HOT TOPIC # larangan mudik # mudik # Lebaran 

Editor: Dita Dwi Puspitasari
Sumber: Tribunnews.com
Tags
   #HOT TOPIC   #larangan mudik   #mudik   #Lebaran
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved