Rabu, 13 Mei 2026

HOT TOPIC

Istana Isyaratkan Sinyal Reshuffle Kabinet, Survei IPO Ungkap Daftar Menteri yang Layak Diganti

Rabu, 14 April 2021 21:21 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - DPR menyetujui pembentukan Kementerian Investasi serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam rapat paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/4/2021).

Pembentukan dua kementerian itu sesuai dengan hasil keputusan Badan Musyawarah pada Kamis (8/4/2021) yang membahas surat dari Presiden Joko Widodo mengenai pertimbangan pengubahan kementerian.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyatakan, rapat itu menyepakati dua hal.

Pertama, penggabungan sebagian tugas dan fungsi Kementerian Riset dan Teknologi ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Kedua, pembentukan Kementerian Investasi untuk meningkatkan investasi dan penciptaan lapangan pekerjaan.

Peleburan dua kementerian ini memunculkan isu perombakan kabinet.

Selanjutnya, muncul prediksi untuk mengisi dua pos kementerian baru tersebut.

Juru bicara Wakil Presiden, Masduki Baidlowi, menyampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengajak Wapres Ma'ruf Amin untuk berunding soal perombakan kabinet.

"Wakil Presiden sudah rembukan oleh Presiden, tapi pembicaraan lebih spesifik antara Presiden dan Wakil Presiden," ujarnya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Selasa (13/4/2021).

Baca: Bocoran Ali Ngabalin soal Reshuffle Kabinet Jokowi, Sebut Nama Sosok yang Akan Jabat Posisi Baru

Dilakukan Pekan Ini

Pihak istana telah mengonfirmasi bahwa reshuffle akan terjadi dalam waktu dekat.

Tenaga ahli Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, menyebut perombakan kabinet akan dilakukan dalam pekan ini.

"Insya Allah kalau tidak ada aral melintang pekan-pekan ini,” ujar Ngabalin, seperti diberitakan Tribunnews.com, Selasa (13/4/2021).

Menurut Ngabalin, Presiden Jokowi akan memutuskan reshuffle kabinet ini dengan cepat.

“Dari kebiasaan yang Bang Ali ikuti itu tidak lama. Presiden sangat independen, tidak ragu mengambil keputusan. Biasanya cepat."

"Bang Ali yakin dalam pekan ini beliau akan mengambil keputusan-keputusan penting itu,” kata Ngabalin.

3 Faktor Jokowi Bakal Reshuffle Kabinet

Ali Mochtar Ngabalin mengatakan, terdapat tiga faktor yang menguatkan Jokowi akan melakukan perombakan Kabinet Indonesia Maju Jilid ke 2 dalam waktu dekat.

Pertama yakni adanya penyatuan Kemenristek dengan Kemendikbud.

Usulan pemerintah untuk menyatukan dua kementerian tersebut telah disetujui DPR.

"Surpres yang dikirim ke DPR 30 maret itu, itu kan sudah diterima DPR, disidang DPR dan telah diambil keputusan, terkait penggabungan Kemenristek ke Kemendikbud."

Baca: Isu Reshuffle Kabinet Jokowi: Bakal Dilakukan Pekan Ini hingga Sosok yang Layak Jadi Mendikbudristek

"Kenapa begitu, banyak kerjadaan di Kemeristek yang seharusnya menjadi bidang Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)" ujarnya, diberitakan Tribunnews.com, Rabu (14/4/2021).

Faktor kedua, yakni Menristek Bambang Brodjonegoro yang menyatakan telah pamit dari Kementeriannya.

"Kan terjadi kekosongan itu. Sementara Kemenristek sendiri belum ke Kemendikbud," katanya.

Faktor ketiga, yakni pemerintah yang akan segera membentuk kementerian baru yakni Kementerian Investasi.

Dengan adanya kementerian baru, otomatis akan ada menteri baru.

Survei IPO: Daftar Menteri Layak Direshuffle

Sementara, nama beberapa menteri yang layak direshuffle pun berhembus kencang.

Berbagai lembaga survei pun ramai melakukan riset mengenai siapa saja menteri yang layak untuk direshuffle.

Satu di antaranya riset yang dilakukan oleh Lembaga survei Indonesia Political Opinion (IPO).

IPO telah mengeluarkan daftar menteri-menteri dengan kinerja paling memuaskan.

Ada pula daftar menteri dengan kinerja mengecewakan hingga layak reshuffle.

Baca: KSP Beri Bocoran soal Reshuffle Kabinet, Kabar Mencuat setelah DPR Sahkan Penggabungan 2 Kementerian

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengungkapkan daftar ini dalam diskusi bertajuk "Evaluasi Kabinet dan Peta Politik 2024" pada Sabtu (10/4/2021) lalu.

Adapun, nama Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly muncul sebagai menteri yang dianggap paling layak di-reshuffle.

Setelahnya, muncul nama Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah.

Sementara, tiga menteri perempuan menjadi menteri-menteri dengan kinerja paling memuaskan.

Di urutan pertama adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani, lalu Menlu Retno Marsudi dan Mensos Tri Rismaharini.

Kemudian, Prabowo Subianto muncul dalam nama menteri paling terpopuler.

Nama Tito Karnavian dan Sandiaga Uno menjadi nama menteri terpopuler lainnya.

Survei IPO ungkapkan daftar menteri yang layak reshuffle karena kinerja yang mengecewakan.

Ada nama Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly hingga nama Menteri Ketenagakerjaan.(*)

# HOT TOPIC # Reshuffle Kabinet Jokowi # reshuffle # Kabinet Indonesia Maju # Daftar Menteri yang Layak Diganti # menteri

Baca berita lainnya terkait isu reshuffle

Reporter: Fina RakhmatulMaula
Video Production: Danang Risdinato
Sumber: Tribun Video

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved