Minggu, 31 Mei 2026

Terkini Nasional

Sosok Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ), Pangeran Arab yang Namanya Gantikan Nama Jalan Tol Japek

Senin, 12 April 2021 23:30 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Pergantian nama Jalan tol Layang Jakarta-Cikampek II (Elevated) menjadi Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) ramai dibicarakan di media sosial Twitter dan grup percakapan Whatsapp.

Foto penggantian plang baru jalan tol layang dengan rancangan sepanjang 36,4 kilometer itu pun beredar di media sosial.

Berbagai pertanyaan hingga spekulasi pun muncul.

Banyak yang mempertanyakan alasan penamaan jalan tersebut.

Baca: Hasil Temuan Komnas HAM soal Tewasnya 6 Laskar FPI: Polisi Ambil Kamera CCTV di Tol Japek KM 50

Juga ada yang berspekulasi penamaan jalan tersebut sebagai 'tukar nama' jalan.

Sebab, sebelumnya nama Presiden Joko Widodo diabadikan menjadi nama jalan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA)

Peresmian President Joko Widodo Street dipimpin oleh Chairman Abu Dhabi Executive Office Sheikh Khalid bin Mohammed bin Zayed Al Nahyan pada Senin (19/10/2020) pukul 16.45 waktu setempat

Ternyataan Ini Permintaan dari Sekretariat Presiden Republik Indonesia

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Subakti Syukur memberikan konfirmasi.

Penamaan jalan tol layang ini merupakan permintaan resmi dari Sekretariat Presiden Republik Indonesia.

Baca: Nama Pemeran Aldebaran Ikatan Cinta, Arya Saloka Jadi Nama Jalan di Sukoharjo, Begini Kata Ketua RT

"Iya ini permintaan Setpres," ujar Subakti kepada Kompas.com, Sabtu (10/04/2021).

Karena penggantian nama ini merupakan permintaan resmi, Subakti menegaskan, Jasa Marga selaku pengelola tol layang ini siap melaksanakan perintah.

Penamaan Baru Jalan Tol Layang MBZ akan Diresmikan Presiden Jokowi

Diketahui Peresmian Jalan Layang Sheikh MBZ dilakukan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno atas nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (12/04/2021).

Peresmian ini ditandai dengan penekanan tombol sirine yang dilakukan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Duta Besar RI untuk UEA Hasan Bagis, serta Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia Abdullah Salem Obeid Al Dhaheri.

Siapakah Sheikh Mohamed Bin Zayed?

Mohamed bin Zayed atau nama lengkapnya Mohamed bin Zayed bin Sultan Al Nahyan merupakan Pangeran mahkota Abu Dhabi dan deputi komandan tertinggi Pasukan Angkatan Darat Uni Emirat Arab (UEA).

Dia adalah putra ketiga dari Zayed bin Sultan Al Nahyan, Presiden Uni Emirat Arab pertama dan penguasa Abu Dhabi, dari istri ketiganya, Sheikha Fatima bint Mubarak Al Ketbi.

Kelahiran 11 Maret 1961 ini menjadi pangeran mahkota Abu Dhabi pada November 2004 dan dilantik sebagai deputi komandan tertinggi pasukan angkatan darat UEA pada Januari 2005.

Sebulan kemudian, ia dipromosikan sebagai Jenderal.

Baca: MLVT - Presiden Joko Widodo Street Jadi Nama Jalan di Uni Emirat Arab

Sheikh MBZ Ikut Urus Ibu Kota Negara (IKN)

Terlepas dari kunjungan itu, Sheikh MBZ lantas makin dikenal publik Indonesia setelah Presiden Jokowi memberi kepercayaan kepadanya untuk menjadi Ketua Dewan Pengarah Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).

Posisi Dewan Pengarah Pembangunan IKN atau Ibu Kota Baru juga diisi oleh dua nama lain, yaitu Masayoshi Son dan Tony Blair.

Ketiganya berperan dalam memberi masukan dan nasihat, mempromosikan serta membangun kepercayaan investor global agar mau berinvestasi di Indonesia.

Sayangnya, fokus pemerintah terkait rencana pembangunan IKN saat ini harus teralihkan akibat adanya pandemi Covid-19

Dekat dengan Jokowi

Sheikh Mohammed bin Zayed memang dikenal punya kedekatan dengan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

Tak hanya kerap berkomunikasi jarak jauh, keduanya juga pernah saling mengunjungi.

Presiden Jokowi diketahui menerima kunjungan Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan ke Indonesia pada Rabu (23/7/2019) silam, dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI.

Kedua Pemimpin membahas kerja sama ekonomi dan keumatan di Istana Bogor, setelah sebelumnya dilakukan acara penyambutan dan pertukaran sembilan dokumen Nota Kesepahaman antarkedua negara.

Kerjasama tersebut di sektor peningkatan perlindungan investasi, penghindaran pajak berganda, industri, kepabeanan, pariwisata, kelautan dan perikanan, pertahanan, kekonsuleran, dan kebudayaan.

Selain itu, telah ditandatangani pula tiga Nota Kesepahaman antar pelaku usaha (B to B) bernilai total sekitar Rp 136 triliun. (*)

Baca juga berita terkait di sini

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dibalik Pergantian Nama Jalan Tol Layang Japek Jadi Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ)

# Jalan tol Layang Jakarta-Cikampek # Sheikh Mohamed Bin Zayed # Presiden Joko Widodo # Jokowi

Editor: Panji Anggoro Putro
Video Production: Danang Risdinato
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved