Tribunnews Update
China Desak Hubungan Stabil, Usai AS Soroti Penumpukan Militer Beijing dan Dorong Kerja Sama
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - China dilaporkan meminta Amerika Serikat (AS) untuk membangun hubungan yang lebih konstruktif, strategis, dan stabil setelah pernyataan Kepala Pentagon Pete Hegseth yang menyoroti “alarm” atas penumpukan kekuatan militer Beijing.
Permintaan tersebut disampaikan Mayor Jenderal Meng Xiangqing dari Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dalam forum di Singapura (IISS Shangri-La Dialogue 2026) pada Sabtu (30/5/2026), sebagai respons atas pernyataan Hegseth di forum yang sama.
Meng menegaskan bahwa stabilitas hubungan China dan Amerika Serikat tidak hanya penting bagi kedua negara, tetapi juga berpengaruh terhadap stabilitas kawasan serta perdamaian dunia.
Ia juga mendorong kedua negara untuk bekerja berdasarkan konsensus yang telah dicapai para pemimpin masing-masing pihak serta memperkuat hubungan militer yang sehat, stabil, dan berkelanjutan.
Baca: Iran Kembali Balas Serangan Washington! Pangkalan AS Dihantam Rudal Fateh-110, Drone Tempur Hancur
Selain itu, Meng menyoroti meningkatnya risiko konflik nuklir global yang dinilai semakin mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir.
Ia menyebut bahwa kekuatan nuklir utama dunia saat ini berada dalam kondisi tanpa perjanjian, tanpa mekanisme verifikasi, dan tanpa dialog yang memadai.
Kondisi tersebut, menurutnya, telah memperburuk sistem pengendalian senjata, perlucutan senjata, dan rezim non-proliferasi internasional.
Meng juga menyinggung sejumlah kebijakan pertahanan di kawasan, termasuk kerja sama AUKUS yang membuat Australia mengembangkan kapal selam bertenaga nuklir.
Baca: Bentrok Pecah Iran vs AS di Teluk! Tanker Jumbo Dihantam Rudal Hellfire, Trump Frutasi Sulit Menang
Ia turut menyebut Jepang yang disebut tengah mempertimbangkan perubahan kebijakan pertahanan, termasuk prinsip non-nuklir, serta kemungkinan penempatan senjata nuklir oleh sekutu di wilayahnya.
Pernyataan itu muncul setelah Hegseth menyampaikan kekhawatiran atas apa yang disebut sebagai “penumpukan militer bersejarah” China.
Hegseth juga mendorong sekutu Amerika Serikat di kawasan Pasifik untuk mempercepat transformasi pertahanan dan memperkuat kekuatan tempur kolektif.
IISS Shangri-La Dialogue sendiri merupakan forum pertahanan dan keamanan terbesar di Asia yang mempertemukan pejabat negara, pimpinan militer, dan pakar keamanan dunia untuk membahas isu strategis di kawasan Indo-Pasifik.
Forum tersebut digelar pada 29–31 Mei 2026 di Singapura.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Viory dengan judul 'Build constructive, strategic, stable relationship' - Beijing advises US after Hegseth's remarks expressing 'alarm' over China's military buildup at Singapore defence summit
Reporter: Thalia AshrizarDhanessa
Video Production: Tegar Melani
Sumber: Tribun Video
Tribunnews Update
Bentrok Pecah Iran vs AS di Teluk! Tanker Jumbo Dihantam Rudal Hellfire, Trump Frutasi Sulit Menang
9 jam lalu
Mancanegara
AS RUGI BESAR! Warga Sekarat, 2 Drone Canggih MQ-9 Reaper Hancur Dibombardir Rudal Fateh-110
10 jam lalu
Tribunnews Update
Rudal China Tembak Jatuh F-15E Strike Eagle AS, Beijing Bantu Iran Gempur Jet Tempur Washington
12 jam lalu
Tribunnews Update
Menteri Pertahanan AS Desak Sekutu Asia Perkuat Anggaran Pertahanan demi Hadapi Pengaruh China
12 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.