Yandex

Gak Ruwet Gak Ribet

Apa Itu Sindrom Putri Tidur yang Dialami Remaja Asal Banjarmasin?

Minggu, 11 April 2021 23:07 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Remaja asal Banjarmasin yakni Siti Raisa Miranda atau akrab disapa dengan Echa ini tertidur selama satu pekan tanpa bangun sama sekali.

Sebelumnya pada tahun 2017, Echa sempat terlelap selama 13 hari. Kemudian, hal serupa juga terjadi beberapa kali.

Dikutip dari banjarmasinpost.co.id, Ayah Echa, Mulyadi, beberapa kali berusaha membangunkan Echa hingga dengan cara mendudukan. Namun Echa tetap nyenyak dalam tidurnya.

Mulyadi pun mengaku tidak mengetahui penyebab Echa dapat tertidur pulas selama berhari-hari.

Lantas, apa itu sindrom putri tidur?

Dilansir dari Kompas.com, Kleine-Levin syndrom atau sleeping beauty syndrome, jika diterjemahkan berarti sindrom putri tidur, adalah kelainan neurologis langka yang melibatkan tahapan tidur yang berlebihan dan perubahan perilaku.

Penderita sindrom ini akan sering tidur dengan durasi yang cukup lama hingga 20 jam per hari, sehingga Ia tak dapat melakukan aktivitas dan mempengaruhi segala aspek kehidupan sehari-hari.

Seseorang bisa tidur selama beberapa minggu dan dapat kembali ke kesehatan yang hampir sempurna sampai dimulai masa tidur lama berikutnya.

Usia remaja lebih rentan terkena sindrom putri tidur, hal ini membuatnya tidur dalam waktu lama.

Namun, usia kanak-kanak hingga dewasa pun bisa mengalami sindrom ini.

Sekitar 70 persen pasien Kleine-Levin adalah laki-laki, namun pada perempuan yang memiliki sindrom ini perjalanan penyakitnya cenderung lebih lama dibandingkan dengan pria.

Gejala Sindrom Putri Tidur

Seseorang yang menderita sindrom ini biasanya memiliki episode periodik dari kebiasaan dan perilaku tidur yang berubah.

Namun, pasien tidak melihat adanya gejala dan kondisi kesehatannya tampak sempurna.

Selama episode sindrom putri tidur, seseorang akan sangat mengantuk dan tidur sepanjang malam, bahkan bisa tidur sepanjang hari, yang disebut dengan hipersomnolensi.

Selain itu, ada beberapa gejala yang dialami orang dengan sindrom putri tidur, di antaranya adalah:
- Bersikap seperti anak kecil atau "lalai"
- Kebingungan dan disorientasi
- Kelesuan dan kelelahan
- Kurang emosi dan fokus
- Fotosensitifitas
- Hyperphagia kompulsif (mengidam makanan)
- Hiper-seksualitas

Gejala selama episode dapat berlangsung selama beberapa hari, hingga beberapa bulan, dan pada akhirnya gejala tersebut akan hilang secara spontan dalam jangka waktu tertentu sampai episode lain tiba-tiba muncul beberapa saat kemudian.

Kriteria diagnostik sleeping beauty syndrome adalah berulang dari hipersomnia parah (2-31 hari), diselingi dengan kebiasaan tidur yang teratur, mood kognisi, dan perilaku yang lama.

Orang yang memiliki sindrom ini juga akan menunjukkan satu dari beberapa gejala berikut:
- Kelainan kognitif (misal kebingungan atau halusinasi)
- Perilaku abnormal (misal mudah tersinggung atau agresif)
- Makan berlebihan
- Hiper-seksualitas

Diagnosis sindrom Kleine-Levin juga harus dibedakan dari gangguan hipersomnia siklik lainnya, seperti sindrom pramenstruasi pada wanita remaja, dan ensefalopati, depresi berulang, dan psikosis berulang.

Hingga saat ini, tidak ada pengobatan khusus untuk mencegah sindrom putri tidur. Alhasil, pasien menunggu dengan waspada biasanya merupakan pendekatan yang disarankan daripada farmakoterapi.

Obat-obatan tertentu termasuk obat stimulan, seperti modafinil, amfetamin, atau methylphenidate, mungkin dapat direkomendasikan untuk mengatasi gejala kantuk yang berlebihan.

Namun, obat-obatan tersebut secara efektif tidak meningkatkan kelainan kognitif dan menimbulkan efek samping tertentu seperti lekas marah dan perubahan suasana hati lainnya.

Terkadang farmakoterapi merekomendasikan obat seperti lithium dan karbamazepin, karena kesamaan gejala antara sindrom Kleine-Levin dan gangguan mood lainnya.(Tribun-Video.com/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Mengenal Sleeping Beauty Syndrome Bikin Tidur Lama, Ini Gejalanya

Editor: Radifan Setiawan
Reporter: Falza Fuadina
Video Production: Dimas HayyuAsa
Sumber: Kompas.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved